The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Part M2.12



Glek.


Seketika Zee menoleh ke arah pintu rumahnya. Disana terlihat sang istri yang tengah berjalan keluar dari rumah sambil membawa makanan untuk baby G. Zee semakin panik saat sang istri berjalan mendekat ke arahnya dengan senyum lebarnya.


"Eh, anu, ini Yang." Kata Zee sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia bingung menjelaskan kepada sang istri.


Sementara sang istri sudah berdiri di sampingnya sambil melihat sang putra yang tengah berada di dalam gendongan Fara.


"Lho, ini kan Kak El, ya?" Kata Kiara saat sudah berdiri di depan El dan Fara. "Kapan kembali dari US?" Lanjut Kiara sambil mengulurkan tangan kanannya kepada El.


"Sekitar satu minggu yang lalu." Jawab El sambil menyambut uluran tangan Kiara.


Zee yang melihat hal itu langsung melepaskan tautan tangan keduanya dengan paksa. Matanya terlihat menatap tajam ke arah El dengan bibir yang mengerucut kesal.


"Ada apa sih, Mas?" Tanya Kiara.


Sementara El langsung terkekeh geli. Dia bisa melihat sikap posesif Zee terhadap sang istri.


"Kkkkk. Suami kamu cemburuan banget Kia." Kata El sambil terkekeh geli.


"Iya. Dia memang suka berlebihan, Kak." Jawab Kiara.


"Tapi kamu selalu suka jika aku berlebihan di atas ranjang, kan. Buktinya, kamu selalu berteriak-teriak minta terus." Jawab Zee dengan entengnya.


Uhukk.


Ketiga orang yang berada di sana langsung tersedak mendengar perkataan Zee. Kiara bahkan langsung memelototkan kedua matanya menatap sang suami. El dan Fara, langsung membuang muka karena merasa malu setelah mendengar perkataan Zee.


"Aauuuwwhhh. Sakit, Yang." Kata Zee tiba-tiba sambil memegangi pinggangnya yang terkena cubitan dari sang istri. Wajahnya juga dibuat semelas mungkin saat menatap sang istri.


"Mulut kamu, Mas. Lunyu koyok welut (licin seperti belut)." Geram Kiara.


El dan Fara yang melihat interaksi mereka hanya bisa tersenyum. Setelahnya, Kiara menatap wajah Fara yang tengah tersenyum ke arahnya.


"Lho, ini calonnya kak El. Waahh, masih muda ya. Sepertinya kita seumuran?" Kata Kiara. Selanjutnya, dia mengulurkan tangannya kepada Fara. "Perkenalkan, saya Kiara, mommynya Gen."


Fara yang masih terkejut dengan perkataan Kiara hanya bisa mengerjap-ngerjapkan kedua matanya. Namun, setelahnya dia menerima uluran tangan Kiara.


"Fara, Kak." Jawabnya.


"Bini lo kenapa sekarang jadi ekspresif begitu, Zee? Perasaan dulu dia malu banget pas terakhir bertemu." Kata El.


"Maklum, dia sudah terkena upas milikku." Jawab Zee dengan entengnya sambil berjalan menuju rumah.


El yang mendengar jawaban Zee hanya bisa membulatkan kedua mata dan mulutnya. Dia masih lumayan terkejut saat melihat Zee juga sudah mulai gesrek otaknya. Setelahnya, El mengikuti Zee berjalan memasuki rumahnya.


Hari itu, El dan Fara berada di rumah Zee hingga siang hari. Mereka bahkan dipaksa untuk ikut makan siang di sana. Fara yang sangat gemas dengan baby G tak henti-hentinya tersenyum melihat segala tingkah bocah yang belum genap berusia satu tahun tersebut. Ditambah lagi percakapan absurd Zee dan Kiara yang sesekali membuat Fara dan El merinding.


Setelah makan siang, El dan Fara segera pamit pulang. Mereka harus segera pergi berbelanja untuk acara besok malam di rumah mommy Vanya. El mengantarkan Fara menuju supermarket untuk belanja semua kebutuhan makanan.


"Yakin kamu belanja sebanyak ini?" Tanya El saat melihat trolley yang didorongnya hampir penuh dengan belanjaan Fara.


"Eh, iya Kak. Besok kan ada tamu, jadi belanjanya juga lebih banyak." Jawab Fara sambil kembali memilih daging. Awalnya, Fara ingin belanja di pasar. Namun, El menolaknya karena nanti akan terlalu lama jika harus mencari tempat-tempat bahan makanan di jual.


Setelah semua belanjaan selesai dipilih, El mendorong trolley menuju kasir, sementara Fara mengekori El di belakangnya. Berhubung hari itu hari Minggu, kasir lumayan antri meski ada beberapa kasir yang beroperasi.


Disaat sedang menunggu giliran, tiba-tiba terdengar sebuah suara memanggil.


"Kak El?!"


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Nah lho, siapa itu?


Mohon dukungannya ya. Klik like, vote dan komen untuk dukung karya ini. Othor juga berterima kasih sekali jika mendapatkan kiriman bunga dan kopi 🤭