The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Berapa Banyak Istrinya?



Seketika Reyhan terkejut dan berhenti berjalan. Dia tidak menyangka jika atasannya ini mau membelikan barang-barang seperti itu. Dia segera menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Ti-tidak tuan. Saya tidak mungkin berani melakukannya." Jawab Reyhan.


Kenzo mendengus kesal mendengar jawaban Reyhan. 


"Tunggu di luar, jangan ikut masuk. Ada yang mau aku bicarakan setelah ini." Kata Kenzo.


"Baik. Saya akan menunggu di sini." Jawab Reyhan sambil menunjuk kursi tunggu di teras toko.


Kenzo berjalan menuju pintu utama toko tersebut. Dia menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan cepat. Dia mencoba menenangkan diri untuk memasuki tempat tersebut. Ini pertama kali baginya mendatangi gerai pakaian wanita.


Begitu Kenzo masuk ke dalamnya, beberapa pelayan toko yang melihatnya sempat terkejut. Bahkan, beberapa diantara mereka ada yang saling berbisik. Seorang wanita berjalan menghampirinya.


"Excuse me, can I help you?" Tanya seorang wanita yang menghampirinya. Pelayan wanita tersebut menggunakan bahasa Inggris mungkin karena melihat wajah bule Kenzo. Kenzo menoleh menatap pelayan tersebut.


"Yes, sure. Could you help me to find this?" Tanya Kenzo sambil menunjukkan pesan singkat dari Vanya. Sekalian saja pakai bahasa Inggris, biar tidak malu-maluin. Batin Kenzo.


Sementara pelayan wanita itu mengernyitkan dahinya saat membaca pesan Vanya. Pesannya kok pakai bahasa Indonesia? Ah, mungkin orang ini tidak mengerti bahasa Indonesia. Batin wanita itu.


"Of course. Follow me, please." Kata wanita tersebut sambil berjalan menuju bagian pakaian dalam wanita. Kenzo mengikuti wanita itu. 


Beberapa pasang mata memperhatikan Kenzo yang tengah berjalan menuju bagian pakaian dalam wanita. Mereka bahkan saling berbisik dan tersenyum-senyum ke arahnya. Kenzo merutuki dirinya yang tengah berada pada situasi ini. Jika bukan karena Vanya, bisa dipastikan dirinya tidak akan pernah mau masuk ke tempat seperti ini seorang diri.


"This is the place, Sir. And these are the sizes you want." Kata wanita tersebut. Terlihat dua orang wanita juga tengah berada di bagian itu. Keduanya langsung menoleh dan tersenyum genit saat menoleh dan menatap wajah Kenzo. Sementara Kenzo langsung merinding mendapati tatapan genit kedua wanita itu. 


"I want all of these sizes." Kata Kenzo dengan cepat. Dia tidak ingin berlama-lama disana. Kenzo ingin segera pergi dari tempat itu dan menjauh dari tatapan para wanita genit disana.


Seketika pelayan dan dua orang wanita itu langsung terkejut menatapnya. 


"A-all of these?" Tanya pelayan wanita itu tidak percaya.


"Yes. Can you do it fast?" Tanya Kenzo dengan tatapan tajam.


Seketika pelayan wanita tersebut terkejut dan sedikit takut. Dia segera mengiyakan dan mengambil semua barang yang di maksud Kenzo dan membawanya ke kasir. Kenzo mengikutinya menuju kasir untuk melakukan pembayaran. Buru-buru pelayan wanita tersebut membantu kasir menghitung belanjaan. Mereka sedikit takut dengan tatapan mata tajam Kenzo.


Seorang wanita berusia sekitar enam puluh tahunan berada di samping Kenzo menunggu giliran. Dia terlihat mengamati belanjaan Kenzo yang semuanya adalah berupa b*a wanita. Dia mengernyitkan dahinya sambil mengamati Kenzo dari atas sampai bawah. Kenzo yang mendapati tatapan aneh dari wanita itu hanya bisa mendengus kesal. Dia benar-benar merutuki dirinya saat ini.


"Mbak, nggak salah masnya kok belanja b*a sebanyak ini. Mau dia pakai sendiri?" Bisik wanita itu pada pelayan toko yang sedang memasukkan belanjaan Kenzo pada kantong belanjanya.


Kenzo bisa mendengarnya dengan jelas. Dia masih berpura-pura tidak memahami bahasa Indonesia.


"Eh, saya tidak tahu Bu. Mungkin buat istrinya." Jawab pelayan toko tersebut.


"Entahlah Bu, mungkin juga buat saudaranya." Kata pelayan wanita itu lagi. Wanita itu kembali menatap Kenzo dari atas sampai bawah.


Kenzo menggertakkan giginya. Dia merasa risih mendapati tatapan dari wanita itu.


"Can you do it faster?" Tanya Kenzo tidak sabar sambil melayangkan tatapan tajamnya.


"Yes, Sir." Kasir dan pelayan wanita itu gelagapan dan sesegera mungkin menyelesaikannya.


Saat masih menunggu, tiba-tiba Reyhan masuk untuk menemui Kenzo. 


"Maaf tuan. Ada telepon dari nyonya." Kata Reyhan sambil memberikan teleponnya. Kenzo segera menerimanya dan menempelkan pada telinganya.


"Halo Ma, ada apa?" Kata Kenzo.


"Astaga, bule jadi-jadian."


Kenzo Julian Abram





.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Ya kali jadi-jadian seperti itu 🤭🤭


Mohon dukungan juga buat novelku satunya ya "Mendadak Istri"


Thank you 🤗