The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 4



Setelah berpamitan kepada kedua orang tuanya, Cello segera berangkat menuju bandara untuk menjemput oma dan opanya. Namun, sepanjang perjalanan dia masih mengingat perkataan sang daddy. Meskipun dia yakin daddynya tidak bersungguh-sungguh.


Ya, Cello benar-benar tidak menginginkan seorang adik. Hal itu bermula saat dia berusia delapan tahun. Saat itu, mommy Fara tengah mengandung. Cello sebenarnya sangat senang saat mengetahui jika sang mommy tengah mengandung. Apalagi, saat itu dia mengetahui jika calon adiknya berjenis kelamin perempuan.


Namun, rasa bahagia tersebut berubah saat sang mommy terjatuh saat di kamar mandi. Pada saat itu, usia kehamilan mommy Fara menginjak enam bulan. Mommy Fara mengalami pendarahan hebat karena saat itu posisi jatuhnya sedikit telungkup. Cello yang saat itu tengah berada di rumah begitu khawatir saat melihat kondisi sang mommy.


Saat itu, Cello langsung berteriak-teriak minta tolong. Beruntung ada tetangganya yang mendengar teriakan Cello dan segera membantu membawa mommy Fara ke rumah sakit. 


Kepanikan terjadi saat mommy Fara bersikeras mempertahankan bayinya, sementara kondisinya sudah semakin melemah. Daddy El yang langsung menuju rumah sakit pun tidak bisa membujuk mommy Fara untuk melakukan operasi. 


Dengan kondisi yang sangat lemah, bahkan untuk membuka mata dan berbicara pun mommy Fara sangat kesulitan. Dia kehilangan banyak darah. Tak berapa lama setelah itu, dokter memeriksa jika janin yang ada di dalam kandungan mommy Fara tidak bisa diselamatkan dan harus di operasi.


Mau tidak mau, mommy Fara menerima kenyataan tersebut. Namun, setelah berhasil melakukan operasi dan janin dalam kandungannya pun berhasil dikeluarkan, kondisi mommy Fara justru semakin lemah dan mengalami koma. 


Cello dan daddy El benar-benar merasa sangat terpukul dengan kejadian itu. Selama hampir empat bulan, mommy Fara mengalami koma. Beruntung setelah beberapa bulan dirawat, kondisi mommy Fara sudah mulai membaik dan dia berhasil melewati peristiwa itu dengan cukup baik.


Namun, selama hampir satu tahun kemudian, mommy Fara masih sering berteriak-teriak saat mengingat bayinya yang tidak sempat lahir tersebut. Sejak saat itu, Cello dan daddy El benar-benar tidak menginginkan jika mommy Fara hamil lagi.


Ya, daddy El tadi sebenarnya hanya bercanda dan ingin menggoda Cello. Mana mungkin dia mengambil resiko untuk membiarkan mommy Fara hamil kembali. Dia tidak ingin trauma mommy Fara kembali lagi. Meskipun mommy sudah berusaha meyakinkan jika dia sudah sembuh dan baik-baik saja, tetap saja kedua laki-laki tersebut sangat parnoan. Hal itu lah yang membuat Cello menerima rencana perjodohan yang direncanakan oleh opanya.


Cello menghembuskan napas beratnya jika mengingat rencana perjodohan tersebut. Dia benar-benar tidak habis pikir jika jaman modern seperti sekarang ini masih ada rencana perjodohan. Apalagi alasan sang opa saat itu adalah, agar dia bisa dengan mudah mendapatkan cicit secepatnya.


"Ccckkk, opa benar-benar tidak masuk akal. Mana ada rencana perjodohan hanya karena ingin mendapatkan cicit secepatnya. Mana cicitnya harus perempuan lagi. Memang bisa menentukan jenis kelamin anak. Bagaimana coba jika yang lahir anak laki-laki, apa aku harus ngulek terus hingga punya anak perempuan. Hhhh opa ada-ada saja." Gerutu Cello. 


Dia masih terus bergumam sendiri sampai benar-benar tiba di bandara. Cello segera memarkirkan kendaraannya dan segera berjalan menuju bagian kedatangan. Saat tengah berjalan sambil memainkan ponselnya, tiba-tiba tubuhnya terasa ditabrak dari belakang. Seketika ponsel Cello langsung terjatuh. Tubuhnya pun sempat terhuyung ke depan.


Seketika Cello langsung berbalik untuk memarahi orang yang sudah menabraknya. Namun, kedua netranya langsung bertabrakan dengan seseorang yang selalu saja membuatnya darah tinggi.


"Kamu?!"


\=\=\=\=\=


Jangan lupa klik like, vote dan komen, ya. Semakin banyak like, vote dan juga komen, semakin banyak othor akan crazy up. Scroll ya 👇