The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 29



"Eh, semalam? Memang ada apa, Mas?" Tanya Shanum dengan wajah gugupnya. Dia memalingkan wajahnya tidak berani menatap ke arah Cello.


"Ehm, apa kamu masih mengingat kejadian waktu itu?" Tanya Cello ragu-ragu.


Shanum hanya bisa menggigiti bibir bawahnya. Kedua tangannya saling remas. Shanum bahkan tidak berani menatap wajah Cello.


Cello yang menyadari tingkah sang istri segera menggeser tubuhnya. Tangan kanannya langsung menarik tubuh Shanum dan merengkuhnya ke dalam dekapannya. Cello memeluk tubuh itu dengan eratnya. Tangannya mengusap rambut Shanum yang masih sedikit basah tersebut dengan lembut.


"Jangan diingat-ingat lagi. Kita tidak hidup di masa lalu. Anggap semua hal yang telah terjadi tersebut hanya menjadi bagian dari lika-liku kehidupan. Lepaskan semuanya, dan mulailah hidup baru. Ciptakan kenangan baru bersamaku mulai sekarang. Kamu bersedia, kan?" Tanya Cello sambil merenggangkan pelukannya dan menatap dalam pada manik Shanum.


Melihat keyakinan yang ditawarkan oleh sang suami, Shanum hanya bisa mengangguk mengiyakan. Dia memang sudah bertekad melakukannya setelah ijab qobul atas namanya diucapkan oleh Cello. Shanum benar-benar berusaha keras untuk itu.


Cello yang melihat Shanum mengangguk, langsung menyunggingkan senyumannya. Tatapan kedua pasang mata mereka masih terkunci satu sama lain dengan jarak yang sangat dekat.


"Aku tidak bisa menjadi suami yang sempurna untukmu, tapi aku akan terus berusaha untuk menjadi suami yang terbaik yang bisa aku usahakan."


"I-iya, Mas. Aku juga akan terus berusaha untuk menjadi istri yang kamu harapkan. Ingatkan aku jika salah, tegur aku jika aku melakukan hal keliru."


Cello menganggukkan kepala dan tersenyum miring.


"Mulai sekarang, bisakah kita menjalani pernikahan normal seperti orang lain?" Tanya Cello sambil mendekatkan wajahnya kepada Shanum.


Menyadari tingkah sang suami, Shanum mendadak membulatkan kedua bola matanya. Entah mengapa dia tiba-tiba menahan napasnya.


"A-apa?"


"Aku ingin mencoba sesuatu kali ini," kata Cello semakin mendekatkan wajahnya.


Shanum yang bisa merasakan hembusan napas sang suami menerpa wajahnya, langsung memejamkan kedua matanya. Entah mengapa dia refleks melakukan hal itu. Cello yang melihat reaksi Shanum semakin bersemangat mencoba hal baru yang membuatnya penasaran. 


Cello berhasil menempelkan bibirnya pada bibir Shanum. Dia sedikit membukanya dan mulai menge*capnya dengan lembut. Sekali, dua kali, hingga beberapa kali dia melakukannya. Namun, Shanum masih saja diam sambil menahan napasnya.


Cello yang menyadari hal itu segera menjauhkan wajahnya. Tangan kanannya langsung menyentuh pipi kiri Shanum dan mengusapnya dengan lembut.


"Bernapaslah. Jangan ditahan. Aku tidak ingin berciuman dengan mayat jika kamu benar-benar kehabisan napas," goda Cello.


"Ka emmmpppphhhhh eemmmmmpphhh,"


Cello langsung membekap bibir Shanum dengan bibirnya. Suara lu*ma*tan dan hi*sa*pan kedua benda kenyal tersebut langsung terdengar. Baik Shanum dan Cello refleks langsung menutup kedua matanya. Mereka membiarkan instingnya bekerja.


Kini, tangan Shanum bahkan sudah mencengkeram rambut Cello yang masih sedikit basah tersebut. Tangan kanan Cello menekan pinggang Shanum, sementara tangan kirinya menekan tengkuk sang istri. Mereka berlomba-lomba untuk mencari kepuasan sekaligus saling memuaskan.


Hhmmmppphhh eemmppphhhhh.


Hanya suara peraduan kedua benda kenyal tersebut yang terdengar, diiringi oleh kicauan burung yang bertengger diatas pohon. Mereka berdua bahkan tidak menyadari jika mommy Fara sudah berdiri di dekat pintu balkon kamar mereka.


Ya, mommy Fara yang sudah berkali-kali mengetuk pintu pun langsung menggeser gagang pintu kamar Cello begitu tidak ada jawaban dari keduanya. Beruntung pintu kamar tersebut tidak dikunci. Mommy Fara langsung masuk dan mendapati adegan delapan belas plus yang sedang dimainkan oleh sepasang pengantin baru tersebut.


Pelan-pelan mommy Fara mengambil ponselnya dan mengambil gambar keduanya diam-diam dari belakang tubuh Shanum. Ya, saat itu memang Shanum membelakangi pintu yang menuju balkon. Jadi, saat pengambilan gambar tersebut, wajah Shanum benar-benar tidak terlihat. Hanya bagian mata Cello yang terlihat disana.


Setelahnya, mommy Fara segera mengirim gambar tersebut kepada sang suami dengan caption "Mau dong kembali muda lagi agar bisa hot seperti mereka 😉"


Setelahnya, mommy Fara berjalan diam-diam keluar dari kamar Cello. Dia tidak mau mengganggu sepasang pengantin baru tersebut.


Beberapa saat kemudian, bukan balasan pesan yang didapat oleh mommy Fara. Daddy El langsung menelepon mommy setelah membuka pesan yang dikirimkan kepadanya.


"Hallo, Mas,"


"Kamu siap-siap sekarang. Aku akan pulang."


"Eh, memangnya kenapa?"


"Mau menyaingi Cello!"


"Lhah,"


\=\=\=\=


Tetap jaga kesehatan dan imun tubuh ya. Untuk besok, othor belum tahu bisa up atau tidak. Besok ada jadwal vaksin kedua. Jika sempat, othor usahakan tetap up.