
Kali ini, El yang terkejut mendengar perkataan Fara. Aktivitas yang iyes-iyes itu bagaimana maksudnya? El benar-benar tidak habis pikir.
"Iyes-iyes bagaimana maksud kamu. Sembarangan." Gerutu El sambil menyentil kening Fara.
Pletak.
"Auuhhhh. Sakit, Mas. KDRT ini, mah." Gerutu Fara sambil mengusap-usap keningnya bekas sentilan sang suami.
"Sembarangan."
"Aku kan nggak tahu maksudnya aktivitas suami istri itu bagaimana, Mas."
El berpikir sejenak. Dia juga tidak tahu seperti apa persisnya. Dia hanya melihat sekilas apa yang dilakukan orang tuanya di rumah.
"Ehm, aku juga tidak tahu seperti apa. Kau hanya melihat apa yang dilakukan mommy dan daddy." Jawab El.
"Memangnya apa yang mereka lakukan?"
"Sejak kecil, aku selalu mendapatkan morning kiss dan night kiss dari daddy dan mommy. Mereka juga saling melakukan hal yang sama. Bagaimana jika kita mulai dengan hal itu?" Tanya El.
"Eh, kissing?" Tanya Fara. Dia sedikit panik. Pasalnya, dia belum pernah melakukan hal seperti itu sebelumnya. "Tap-tapi aku belum pernah melakukannya." Lanjutnya.
"Kamu kira aku pernah melakukannya?!" Dengus El.
Memang benar dia tidak pernah melakukannya meski dia kuliah di luar negeri. Bahkan, karena hal itu dia mendapat julukan sebagai laki-laki penyuka sesama jenis. Namun, El sama sekali tidak menceritakan hal itu kepada siapapun. Dia pasti akan malu nanti. Biar dirinya saja yang mengetahui hal itu.
"La-lalu bagaimana?" Tanya Fara gugup.
"Ehm, kita bisa mencobanya pelan-pelan." Jawab El.
Fara yang melihat kesungguhan El hanya bisa mengangguk mengiyakan. Jika dia menginginkan pernikahan yang sesungguhnya, mau tidak mau dia harus mulai membiasakan diri dengan hal itu.
"Baiklah. Kita bisa mencobanya." Kata El sambil beringsut mendekat ke arah Fara.
Fara yang melihat hal itu hanya bisa membulatkan mulut dan kedua matanya. Dia tidak menyangka jika sang suami akan langsung bereaksi seperti itu.
Kedua bola mata El hanya fokus pada satu bagian pada wajah Fara, bibir pinknya yang sedikit terbuka karena terkejut membuat El benar-benar gemas.
Sepuluh sentimeter
Tujuh sentimeter
Dua sentimeter
Dan, kedua benda kenyal tersebut berhasil bertemu. Keduanya hanya menempel tanpa berbuat lebih. Fara dan El masih sama-sama terkejut dengan aktivitas mereka.
"Ehm, sepertinya kurang." Gumam El sambil sedikit menjauhkan wajahnya dari wajah Fara.
Fara yang masih terkejut hanya bisa diam sambil mengamati sang suami.
"Ap-apa yang ku mmmpppphhhhh mmmpphhhh….." Belum sempat Fara menyelesaikan pertanyaannya, bibirnya sudah kembali di bungkam oleh bibir sang suami. Tengkuknya bahkan sudah ditekan oleh tangan kiri El. Sedangkan tangan kanannya, menekan pinggang Fara hingga tubuh mereka benar-benar menempel.
Kali ini, El tidak hanya menempelkan bibir mereka, tapi dia mulai mendesak, mel*um*at dan me*ny*e*sap hingga membuat Fara kewalahan. Fara terlihat megap-megap karena kehabisan napas.
Cukup lama mereka beradu mulut malam itu. Hingga Fara sudah benar-benar kehabisan napas. Fara memukul-mukul bahu El agar segera melepaskannya.
Mau tidak mau, El melepaskan pagutannya pada bibir sang istri. Sebenarnya, dia masih tidak rela melepaskannya. Tapi, karena melihat sang istri terlihat megap-megap kehabisan napas, mau tidak mau El melepaskannya.
"Hah hah hah hah. Mas, ka-kamu hhhmmpppphhhhh hhhmmpphhhhh.." Lagi-lagi mendapat serangan dari sang suami. Dia hanya bisa pasrah sambil mencengkram kaos yang dikenakan oleh El.
Saat Fara kembali kehabisan napas, El lagi-lagi harus melepaskan pagutan bibir mereka.
"Hah hah hah. Tahan, Mas. Kamu benar-benar ingin jadi duda, ya? " Tanya Fara sambil mengatur nafasnya.
"Enak saja. Mana ada duda perjaka."
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Dihari yang fitri ini, mohon dukungan vote, like dan komen ya.
Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Selamat hari raya Idul Fitri bagi yang merayakan. 🙏🤗