The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Rean 47



"Mulai sekarang, ganti panggilan kamu, Re." Papi Hendra masih menatap ke arah Rean.


"Eh, di-diganti bagaimana, Pi?"


"Ganti dengan nama kesayangan untuk kalian." Papi Hendra ganti menatap ke arah Dena. "Dan kamu, May, jangan hanya memanggil suami kamu dengan nama. Tidak sopan. Setidaknya, tambahi dengan 'Mas', mas Rean."


Sontak saja Dena langsung membulatkan mulut dan kedua bola matanya. "Mas Rean?"


Mendengar perkataan sang istri, seketika Rean langsung menjawab. "Iya, Han?"


Dena menoleh ke arah Rean sambil mendengus kesal. Tatapan matanya benar-benar menghujam tajam ke arah Rean. Bukannya takut, Rean hanya tersenyum nyengir.


Papi Hendra hanya bisa mendesahkan napas ke udara sambil menggelengkan kepala. Setelah itu, dia segera berpamitan untuk berangkat ke rumah sakit. Hari itu, papi ada jadwal malam.


Setelah kepergian sang papi, Dena langsung menoleh ke arah Rean. Tatapan tajamnya benar-benar menghunus ke dalam mata Rean.


"Nggak usah ngarep ya kamu, Re?" Dena masih mendelik tajam.


Rean masih tersenyum nyengir. Dia berjalan mendekat ke arah Dena kembali.


"Aku nggak mau 'ngarep', Miss. Kata orang, lebih enak 'mburi'. Lebih mentok." Rean berbisik di dekat telinga kiri Dena sebelum beranjak meninggalkan sang istri.


Dena sempat membeku sesaat ketika tubuh Rean berada sangat dekat dengan tubuhnya. Namun, setelah Rean menjauh darinya, seketika Dena tersadar. Dia langsung berteriak dengan keras.


"Reaaannnn!" Teriak Dena sambil menghentak-hentakkan kakinya.


Bukanya takut, Rean malah menggoda sang istri. "Iyaaaaaa, Sayaaaanng." Rean tak mau kalah. Dia menjawab teriakan Dena dengan cukup keras hingga terdengar dari arah dapur. Rean memasuki kamarnya dengan diiringi tawa.


Dena benar-benar geram dengan tingkah Rean. Belum juga sehari mereka tinggal bersama, namun Rean sudah bisa membuatnya gondok segondok-gondoknya.


Dena kembali melanjutkan masakannya. Beruntung dia mendapatkan kiriman makanan dari sang mami, sehingga Dena tidak terlalu pusing.


Beberapa saat kemudian, Dena terlihat menyelesaikan masakannya. Terdengar suara azan maghrib dari berbagai penjuru. Berhubung Dena sedang halangan, dia dak melaksanakan ibadah wajib kali ini. 


Dena menata makan malamnya di meja makan minimalis yang berada di dekat dapur. Setelah itu, dia beranjak menuju kamar Rean untuk memintanya melaksanakan sholat maghrib. Sejak beberapa waktu lalu Rean terlihat keluar dari kamar mandi, dia belum terlihat keluar lagi. Rean terus saja berada di dalam kamarnya. Dena khawatir jika Rean tertidur.


Meskipun masih kesal, Dena tetap mengetuk pintu kamar Rean. 


Tok tok tok.


Dena menunggu beberapa saat di depan pintu kamar Rean. Namun, masih tidak ada jawaban. Dena khawatit jika Rean masih tidur. Dengan memberanikan diri, Dena membuka pintu kamar Rean.


Ceklek. Pintu kamar terbuka. Dena cukup terkejut saat melihat Rean sedang melaksanakan sholat maghrib di sana. Dena terpaku di depan pintu. Entah mengapa dia merasa berdebar saat melihat Rean sedang sholat dengan menggunakan sarung hitam dan koko putih berlengan pendek tersebut.


Dena merasakan aura Rean berbeda. Aura, aura minta di peluk. 🙄


Dena bahkan tidak menyadari jika Rean sudah menyelesaikan shalatnya dan tengah menoleh ke arah pintu.


"Ada apa?" tanya Rean sambil berdiri dan melipat sajadahnya.


Dena gelagapan dan terlihat bingung. "Ehm, i-itu tadi aku kira kamu ketiduran. Sudah masuk waktu maghrib."


"Aku nggak tidur, kok. Tadi memang ada beberapa hal yang harus aku kerjakan. Selain itu, sebenarnya tadi mau ke masjid, tapi ingat jika masjid jauh, harus memutar, nggak jadi. Aku takut kehabisan waktu maghrib nya, hehehe."


Dena mencebikkan bibir. Setelah itu, dia beranjak berbalik. "Makan malam sudah siap."


"Eh, nggak mau makan bareng?" 


"Aku bersih-bersih dulu."


Rean tersenyum mendengar perkataan Dena. "Baiklah, aku akan menunggumu, Honey."


"Reaannn!"


"Iyaa, Han."


"Errrggggghhh,"


\=\=\=\=


Kira-kira jika ada orang seperti Rean begini, enaknya diapain ya?"


Bagi yang belum mampir ke cerita Zee, silahkan mampir ya. Jangan kaget dengan kegesrekan mereka 🤭