The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Rean 86



"Mama dan papa tahu jika kamu dan Bara berusaha untuk menjalankan kewajiban sebagai seorang anak dengan melakukan pernikahan yang sudah direncanakan itu."


"Dan, pada saat kontrak kalian berakhir, kami bisa sedikit mengurangi rasa bersalah kami kepadamu, Yan. Kami bisa melihat kamu jadi lebih lega setelah benar-benar berpisah dengan Bara."


Adrian menoleh ke arah sang mama sebentar sebelum kembali bersuara.


"Lalu, jika Mama dan Papa merasa seperti itu, kenapa melakukan hal ini lagi kepada Iyan, Ma. Setidaknya, jika Mama dan Papa ingin Iyan menikah, kalian bisa melakukan semua proses ini dengan normal. Tidak harus seperti ini. Mama dan Papa bisa menunggu Iyan dan Kinan siap, kan?" Adrian memasang ekspresi kesal.


Mama Adrian yang melihat hal itu menjadi tak kalah kesalnya. Dia mencubit pinggang Adrian dengan gemas.


"Auuwwhh. Kenapa mencubitku sih, Ma. Iyan bukan anak kecil lagi, ih." Adrian langsung protes sambil mengerucutkan bibir.


"Jika menunggu kamu dan Kinan siap, mungkin sampai lebaran kucing garong pun kalian nggak akan siap-siap, Yan. Jangan kamu kira Mama dan Papa tidak tahu apa yang kalian berdua lakukan."


"Kalian membuat perjanjian untuk melakukan hubungan pura-pura. Tentu saja hal itu menguntungkan kalian berdua karena bisa membantu Kinan lepas dari rumor tidak mengenakkan yang menimpa Kinan di kampus.


"Dan untuk kamu, hubungan dengan Kinan yang sudah go publik, bisa membuat image kamu terjaga dari rumor gagal move on setelah perpisahan kamu dengan Bara."


Kedua bola mata dan mulut Adrian langsung terbuka dengan lebar saat mendengar ucapan sang mama. Dia sama sekali tidak menyangka jika mama dan papanya itu mengetahui perjanjian yang dilakukannya dengan Kinan.


"Ba-bagaimana Mama dan Papa mengetahui hal itu?" Adrian langsung mengubah posisinya menjadi duduk dan menghadap ke arah sang mama.


"Kamu jangan meremehkan apa yang bisa mama dan papa lakukan, Yan. Kamu putra kami satu-satunya. Tentu saja kami tidak akan pernah bisa melepaskan kamu seperti itu meski usia kamu hampir tiga puluh lima tahun satu bulan lagi."


Adrian tak kalah kesalnya setelah mendengar ucapan sang mama.


"Nggak usah bawa-bawa umur, Ma. Iyan tahu jika sudah mau tiga puluh lima tahun." Adrian langsung mengerucutkan bibir.


Melihat ekspresi sang putra, mama Adrian tidak bisa menahan gelak tawanya. Adrian memang cukup sensitif jika membahas tentang usia.


Setelah itu, obrolan antara ibu dan anak tersebut kembali dilakukan hingga sekitar satu jam kemudian. Baru setelah Adrian bisa menerima keputusan yang lakukan oleh orang tuanya dengan ikhlas, mama Adrian segera meminta putranya itu untuk segera beristirahat.


Hal yang sama juga dilakukan oleh Kinan. Dia langsung beristirahat setelah sang mama memintanya untuk segera tidur. Esok pagi-pagi sekali, akan datang MUA untuk merias wajahnya. Kinan juga tidak mau jika kedua matanya merah karena kurang beristirahat.


Dan, benar saja. Pukul enam kurang, MUA yang bertugas untuk merias Kinan sudah datang. Beruntung Kinan sudah mandi dari subuh. Kini, dia sudah bersiap untuk di rias.


Beberapa tetangga juga sudah datang untuk membantu mengatur catering makanan yang sudah dipesan. Kursi-kursi tamu undangan juga sudah ditata sedemikian rupa. Ruang tamu rumah Kinan, juga sudah berubah menjadi tempat prosesi pelaksanaan ijab kabul yang akan digelar pukul sepuluh nanti.


Yyeeeyy. Otewe halal nih. Like dan komen yang banyak ya. Biar nanti malam semangat up lagi. 🤗