The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Musim - 2 Serangan Part 3



Untuk Fida dan Reyhan, jika serangan part 3 ini belum kelar juga hokya-hokya nya, fix othor mutung. Awas saja jika masih berlanjut. 


***


Fida benar-benar merasa kesakitan saat sesuatu di bagian bawah tubuhnya memaksa memasukinya. Dia menggigit bahu Reyhan dengan keras sementara kedua tangannya mencengkram bahu sang suami tak kalah kencangnya.


Kening Fida berkerut dengan mata tertutup rapat membuat Reyhan merasa tidak tega untuk melanjutkan aksinya.


"Sa-sayang, apa sakit sekali? A-aku akan mengeluarkannya." Kata Reyhan yang tidak tega melihat Fida kesakitan.


Fida menggelengkan kepalanya sambil kembali memeluk tubuh Reyhan dengan erat.


"Jangan dikeluarkan! Lanjutkan, tapi pelan-pelan dulu. Rasanya eemmmpphh mas-sih sak-kit." Jawab Fida tertahan.


Reyhan tidak tega melihatnya. Namun, dia juga tidak akan sanggup jika harus menghentikannya.


"A-aku akan pelan-pelan. Gigit bahuku jika masih terasa sakit." Kata Reyhan sambil mulai bergerak di bagian bawah. Dia berusaha untuk tidak membuat gerakan yang terlalu keras. Reyhan benar-benar khawatir jika sang istri kesakitan.


Sekitar sepuluh menit kemudian, Fida sudah terlihat melonggarkan tangannya. Dia bahkan sudah memberanikan diri membuka kedua matanya. Reyhan tidak melihat kerutan lagi pada kening sang istri.


"Sudah tidak sakit lagi?" Tanya Reyhan.


Fida hanya menggelengkan kepalanya sambil bergerak-gerak mengikuti alur yang dimainkan oleh sang suami. Kedua pasang netra mereka terkunci satu sama lain. Tangan Fida bahkan menarik tengkuk Reyhan hingga kini bibir Reyhan menempel pada bibirnya.


Awalnya hanya sekedar menempel. Namun, lama kelamaan berubah menjadi tuntutan. Fida benar-benar sudah melupakan rasa sakitnya. Suara perpaduan dua benda kenyal tersebut saling bersahut-sahutan.


Aaargghhhh Maaasssshhhh.


Teriak Fida saat dia merasakan suatu dorongan yang dahsyat dari dalam tubuhnya. Reyhan membiarkan sang istri merasakan sensasi tersebut. Setelah dirasakan Fida telah selesai, Reyhan kembali menggerakkan bagian bawah tubuhnya.


Sekelebat bayangan video pemersatu bangsa yang sempat ditontonnya kembali menyeruak di memorinya. Reyhan menghentikan gerakannya seketika. Fida yang sudah mulai merasakan dorongan lagi pun mengernyitkan keningnya bingung.


"Kenapa berhenti, Mas? Tanggung ih."


"Ganti posisi." Kata Reyhan sambil beranjak berdiri dari posisi awalnya.


Fida mengernyitkan keningnya, namun tetap mengikuti kemauan sang suami. Dengan sekali gerakan, Reyhan langsung membawa Fida untuk berpindah posisi hingga kini dia bisa melakukannya dengan lebih cepat. Dengan bertumpu pada kedua lutut dan kakinya, Fida menahan serangan Reyhan yang semakin lama semakin cepat.


Kedua pasang netra mereka saling menatap dan mengunci. Tidak ada percakapan yang keluar dari mulut keduanya. Mereka sama-sama saling berebut oksigen untuk mengisi rongga paru-paru mereka.


Fida menggerakkan tangannya untuk menyentuh pipi sang suami. Dia mengusapnya dengan lembut sambil mengulas senyumannya. Hal yang sama pun dilakukan oleh Reyhan. Tangannya berusaha menyingkirkan anak rambut Fida yang menutupi sebagian pipinya. Seulas senyuman tak lepas dari bibirnya.


"Terima kasih. Terima kasih sudah memberikan pengalaman yang sangat luar biasa ini." Kata Reyhan sambil masih menatap wajah kelelahan sang istri.


Fida tersenyum lebar setelah mendengar perkataan Reyhan. Kepalanya mengangguk mengiyakan.


"Aku juga berterima kasih untuk sensasi baru yang kamu ciptakan, Mas. Aku suka." Kata Fida sambil mendekatkan tubuhnya pada tubuh Reyhan. Tangan kanannya yang semula mengusap pipi sang suami, kini sudah mulai bergerak ke bawah.


Awalnya Reyhan sama sekali tidak menyadari pergerakan sang istri. Namun, saat tangan Fida sudah sampai pada bagian bawah tubuhnya, seketika tubuh Reyhan kembali menegang. Kedua matanya membulat seakan menanyakan maksud sak istri.


Fida yang menyadari tatapan terkejut dari sang suami pun mendekatkan wajahnya pada wajah Reyhan.


"Istirahat dulu sebentar lagi. Setelah ini, kita lanjutkan. Masih banyak gaya yang perlu dicoba."


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Wis emboh Fid, embuoohhh. Othor mutung. Sak marem-maremu lah.


Berhubung besok sudah mulai puasa, othor mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang melaksanakan. Jangan minta othor melanjutkan aksi Fida ya, karena pasti tidak ada habisnya nuruti Fida.


Mohon dukungannya jangan lupa dengan klik like, komen dan vote mumpung hari senin. Hadiahnya juga boleh buat othor 🙏


Thank you