
Cello dan daddy El langsung berhenti setelah mendengar pertanyaan oma Vanya. Mereka saling pandang dengan kening berkerut.
"Istri kamu hamil, Cell?" Tanya daddy El sambil menelisik wajah Cello.
"Eh, enggak Dad. Ehm, maksudnya aku nggak tahu. Memangnya bagaimana tanda-tanda orang hamil itu?"
Mommy Fara yang sejak tadi mengobrol dengan oma Vanya langsung mendengus kesal.
"Pertanyaan macam apa itu?"
"Aku kan nggak ngerti, Mom. Shanum kan juga bertingkah seperti biasanya. Oh iya, dimana dia sekarang, Mom?"
"Istri kamu ada di dalam kamar. Tadi pamit mau mandi. Kamu susulin dulu sana dan tanyakan apa ada perubahan yang dia rasakan pada tubuhnya."
Cello segera mengangguk mengiyakan. Dia memberikan bungkusan lemon dan jeruk yang baru dibelinya kepada bi Yam untuk di simpan. Setelahnya, dia segera beranjak menuju kamar tidurnya.
Ceklek.
Cello melongokkan kepalanya ke dalam kamar. Terlihat Shanum sudah selesai membersihkan diri dan sedang mengeringkan rambutnya di depan meja rias. Dia langsung menoleh begitu mendengar pintu terbuka.
"Lho Mas, sudah datang?"
"Hhhmmm, sudah selesai mandi?"
"Iya. Mau mandi sekarang?"
"Boleh."
"Baiklah. Akan aku siapkan baju gantinya. Mas Cello mandi saja dulu."
Cello segera mengangguk mengiyakan. Dia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak butuh waktu lama bagi Cello untuk menyelesaikan aktivitasnya. Beberapa saat kemudian, dia sudah terlihat keluar dari kamar mandi.
"Baju gantinya, Mas." Kata Shanum sambil memberikan celana pendek dan kaos rumahan untuk Cello.
"Terima kasih."
Tak seperti biasanya, Cello yang biasa berganti baju di ruang ganti langsung saja melepas handuk yang melilit tubuh bagian bawahnya. Shanum yang melihat hal itu langsung berteriak.
"Mass! Kamu ini jika ganti baju di dalam sana, ih. Masa iya di luar begini." Kata Sahnum sambil menatap tajam ke arah Cello.
"Biarin. Di dalam kamar sendiri ini. Paling yang lihat juga hanya kamu. Dan pastinya, kamu juga sudah hafal luar dalam." Jawab Cello dengan santainya sambil memakai bajunya satu persatu.
"Kenapa? Mau?" Goda Cello.
Shanum yang tersadar jika sang suami menggodanya hanya bisa mendengus kesal.
"Nggak! Memangnya mau apa?!" Jawab Shanum sambil menolehkan wajahnya. Dia merasa malu dengan pertanyaan sang suami.
Malam itu, oma Vanya dan juga opa Kenzo langsung kembali ke rumahnya. Mereka tidak menginap di rumah Cello. Mommy Fara dan daddy El juga ikut menginap di rumah opa Kenzo. Mereka akan langsung berangkat ke Bandung untuk menghadiri acara pernikahan kerabat oma Vanya.
Awalnya, Cello dan juga Shanum akan ikut. Namun, karena Zee menelpon agar Cello besok datang ke Empero, Cello pun mengurungkan niatnya untuk ikut keluarganya.
Setelah makan malam, Cello menemui Shanum yang saat itu baru saja menyelesaikan aktivitasnya membersihkan meja makan.
"Yang, ada yang ingin aku tanyakan. Ke kamar, yuk." Ajak Cello.
"Eh, mau tanya apa?" Tanya Shanum sambil mengelap kedua tangannya.
"Ke kamar yuk!"
Shanum hanya bisa mengangguk mengiyakan. Setelahnya, dia segera berjalan mengikuti langkah kaki Cello menuju kamarnya. Cello mendudukkan diri di ujung tempat tidur dan diikuti oleh Dhanum yang duduk di dekatnya.
"Ada apa, Mas?"
"Ehm, boleh aku tanya sesuatu, Yang?"
Kening Shanum berkerut. Namun, dia segera mengangguk mengiyakan.
"Ehm, apa kamu merasa ada yang beda? Maksudnya, apa kamu merasakan ada perubahan pada tubuh kamu?"
"Ehm, apa ya Mas? Aku sih nggak merasakan apa-apa. Hanya saja, ***** makanku benar-benar berubah. Aku jadi gampang lapar, Mas. Ehm, apa itu yang kamu maksud? Apa kamu khawatir jika aku menjadi gemuk? Kamu nggak akan cinta lagi sama aku jika aku gemuk? Begitu?"
Tiba-tiba saja wajah Shanum menjadi semakin sendu. Air matanya sudah mulai menganak sungai. Melihat hal itu, Cello menjadi semakin panik.
"Eh, nggak begitu, Yang. Aku nggak masalah dengan hal itu. Bahkan, jika kamu nanti gemuk dan berat badan kamu bertambah pun aku tidak masalah." Kata Cello mencoba menenangkan sang istri.
"Kamu mendoakan aku gemuk, Mas?!"
"Eh, bu-bukan begitu. Aduuhh ini bagaimana. Yasalaaammm."
Jangan lupa tinggalkan jejak buat othor ya.