
Keesokan harinya, Reyhan sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Hari ini adalah hari pertama bagi Reyhan untuk bekerja kembali setelah cuti pernikahannya. Fida sudah menyiapkan segala keperluan Rethan untuk berangkat bekerja.
"Jam berapa nanti ke bengkel" Tanya Reyhan saat Fida memasangkan dasi pada lehernya.
"Siangan dikit mungkin, Mas. Nanti mau ke rumah Vanya dulu. Bolehkan?"
"Hhhmmm. Mau aku antar?"
"Nggak usah deh. Nanti malah kesiangan." Jawab Fida sambil mengusap-usap lengan sang suami. "Hhhmmm, kasih vitamin C dulu dong sebelum berangkat." Kata Fida sambil tersenyum menatap wajah Reyhan.
Reyhan yang sudah mulai hafal dengan tingkah sang istri pun mencebikkan bibirnya. Kemudian, dia mendekatkan wajahnya pada wajah Fida. Dan, cup. Sebuah kecupan singkat berhasil mendarat pada bibir Fida.
"Iiisshh, kok cuma sebentar sih, Mas. Kurang lama ih." Protes Fida.
"Nanti malah nggak berangkat-berangkat jika kelamaan." Jawab Reyhan sambil meraih tas kerjanya.
"Iya deh. Nanti malam di rapel."
"Emang gajian di rapel segala."
Setelah perdebatan absurd Fida dan Reyhan pagi itu, Reyhan akhirnya berangkat ke kantor. Dia tidak menghampiri Kenzo hari itu, karena tujuan mereka berbeda. Kenzo harus ke kantor papa Mike terlebih dahulu sebelum ke kantornya.
Menjelang pukul sepuluh pagi, Fida sudah berada di rumah Vanya. Dia sudah terlihat menemani baby El berceloteh di ruang tengah.
"Jadi, hari ini kamu beneran mau menyiapkan kejutan untuk Reyhan?" Tanya Vanya sambil mendudukkan diri di samping sang sahabat.
"Iya. Sebenarnya, sudah sejak kemarin sore aku sudah selesai. Tapi, aku memang sengaja tidak memberi tahu mas Reyhan. Aku ingin memberikan kejutan untuknya nanti malam." Jawab Fida sambil masih menciumi perut baby El.
"Apa rencanamu?"
"Ehm, hari ini aku harus ke bengkel untuk ambil mobil. Setelah itu ke butik untuk mencari baju dinas malam yang cukup berani dan terakhir ke salon. Aku ingin memanjakan tubuhku sebelum memanjakan suami nanti malam." Jawab Fida sambil tersenyum nyengir.
"Maaf aku nggak bisa menemani kamu, Fid. Padahal dulu kamu yang membantuku menyiapkan acara spesialku." Kata Vanya sambil mengerucutkan bibirnya.
Fida pun menoleh menatap wajah Vanya sambil tersenyum. Dia mengusap-usap lengan sang sahabat.
"Kamu ngomong apa sih, Van. Nggak usah berpikir yang aneh-aneh deh. Aku juga ngerti posisi kamu. Lagian, hari ini aku juga akan pergi ke banyak tempat. Kamu di rumah jagain baby El yang gemoy ini saja ya, hhhmm." Jawab Fida sambil kembali menciumi baby El.
Setelah beberapa saat kemudian, Fida segera berangkat ke bengkel untuk mengambil mobilnya. Dia memesan taksi online untuk mengantarkannya ke bengkel.
Tak berapa lama kemudian, Fida sudah mengambil mobilnya. Dia segera mengendarai mobilnya menuju butik langganannya untuk mencari baju dinas malam. Dia membeli beberapa baju dinas yang menurutnya akan sangat disukai oleh sang suami.
Fida memejamkan mata saat menatap baju-baju dinas malam tersebut. Meskipun otaknya rada-rada gesrek, namun dia masih memiliki rasa malu. Ya, Fida merasa malu saat dirinya membayangkan memakai baju dinas malam tersebut. Namun, mau tidak mau dirinya harus melakukannya untuk menyenangkan sang suami.
Setelah dari butik, dia langsung menuju salon kecantikan untuk memulai perawatan. Fida mengambil paket komplit perawatan hari itu. Dia benar-benar memanjakan tubuhnya dari ujung kaki hingga ujung kepala sebelum memanjakan sang suami nanti malam.
Fida benar-benar tidak memberi tahu Reyhan hari itu akan menjadi hari yang bersejarah untuk mereka. Fida hanya memberi pesan kepada Reyhan agar cepat pulang. Reyhan mengiyakan permintaan Fida.
Saat Fida sedang menyiapkan makan malam, terdengar hujan mulai turun. Fida melangkahkan kakinya untuk melihat apakah dia mempunyai jemuran. Pada saat bersamaan, terdengar suara mobil Reyhan memasuki garasi. Fida segera berjalan ke arah pintu depan untuk membukakannya.
"Assalamualaikum." Kata Reyhan sambil berjalan mendekati Fida.
"Waalaikumsalam. Hujan sampai mana tadi Mas?" Jawab Fida sambil mengecup tangan sang suami.
"Tadi mulai turun hujan saat sampai di dekat minimarket."
"Iya nggak apa-apa, yang penting nggak kehujanan. Mandi dulu gih, baju gantinya sudah aku siapkan. Setelah itu kita makan malam."
Reyhan mengangguk mengiyakan perkataan sang istri. Dia berjalan menuju kamar tidurnya dan langsung membersihkan diri. Sementara Fida melanjutkan menyiapkan minuman untuk Reyhan.
Sekitar dua puluh menit kemudian, Reyhan sudah selesai membersihkan diri. Dia langsung bergabung dengan sang istri untuk menyantap makan malamnya. Malam itu, Reyhan sama sekali tidak menyadari rencana Fida. Reyhan dan Fida bersikap biasa. Mereka menyantap makan malam sambil mengobrol aktivitas yang mereka lakukan tadi siang.
"Maaf Mas, hari ini aku keliling belanja. Jadi aku tidak sempat memasak untuk makan malam." Kata Fida. Tadi, saat dalam perjalanan pulang dari salin, dia memang sempat mampir ke minimarket untuk membeli beberapa barang kebutuhan rumah tangga.
"Iya, tidak apa-apa. Yang penting jangan terlalu capek."
"Iya, capeknya buat nanti malam saja."
Reyhan mengerutkan keningnya bingung setelah mendengar perkataan sang istri.
"Maksudnya?"
"Malam ini, kita akan bekerja keras untuk melakukan olahraga malam, Mas."
"Uhukkk"
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Belum selesai ngetik, lanjutannya masih proses ngetik.
Jangan lupa dukungan buat othor dengan klik like dan komen di setiap bab. Kasih hadiah dan vote juga boleh kok 🤗
Thank you