
El dan Fara tiba di rumah menjelang petang. Mereka tiba bersamaan dengan datangnya mommy dan daddy yang juga baru saja sampai dari rumah oma Tari.
"Dari mana, Mom?" Tanya El.
"Dari rumah Oma. Oma dan tante kamu baru saja berangkat ke bandara diantar Iwan." Jawab mommy Vanya. "Sudah, sekarang kalian bersih-bersih dulu. Sekalian siap-siap nanti malam tarawih pertama." Lanjut mommy Vanya.
El dan Fara mengangguk mengiyakan. Mereka segera beranjak ke dalam rumah untuk menuju kamar mereka. Saat Fara hendak berbelok ke kamarnya, mommy menghentikan langkahnya.
"Semua barang-barang kamu sudah dipindahkan ke kamar El, Sayang. Yang di rumah Oma juga sudah di pindahkan ke sana. Tinggal kamu atur saja kembali jika ada yang masih kurang sesuai." Kata mommy Vanya.
"Eh, sudah semua, Mom?"
"Iya, mulai sekarang kamu tidak usah bolak balik ke kamar bawah lagi. Sudah, segera kembali ke kamar kalian." Kata mommy Vanya sambil beranjak menuju kamarnya menyusul daddy Kenzo.
Baik El dan Fara hanya bisa saling pandang. Mereka terlihat canggung dengan hal itu. Namun, mau tidak mau mereka harus membiasakan diri dengan hal itu.
"Kamu mandi duluan saja. Aku akan menelepon Zee dulu." Kata El sambil beranjak menuju balkon yang ada di kamarnya.
Fara segera menganggukkan kepalanya dan beranjak menuju walk in closet untuk mengambil baju ganti sekalian. Sementara El, dia sedang mencari nomor ponsel Zee untuk di hubungi.
Pada dering ke empat, panggilannya baru di angkat oleh Zee.
"Hallo." Sapa Zee dari seberang sana.
"Lama banget sih, lo. Dari mana saja sih." Gerutu El.
"Habis main air sama anak gue. Ada apa?"
"Besok lo ke kantor mana?"
"Kantor bokap gue. Ada apa?"
"Ada yang mau gue tanyakan. Bisa ketemu waktu makan siang?" Tanya El.
"Sembarangan. Besok sudah puasa, ogeb. Ogah gue harus bolong puasa. Hidup juga belum tentu sampai kapan sudah mau nambah daftar hitam saja." Gerutu Zee.
Seketika El langsung menepuk keningnya. Dia benar-benar lupa jika besok sudah mulai puasa.
"Sorry, gue lupa." Kata El sambil nyengir.
"Di kantor bokap gue saja. Lagian, gue juga tahu apa yang mau lo tanyain." Kata Zee.
"Eh, serius lo tau gue mau tanya apa?" Tanya El penasaran.
"Iya lah. Lo pasti mau tanya tentang huh hah huh hah, kan?" Tebak Zee.
Seketika wajah El memerah mendengar perkataan sang sahabat. Bagaimana mungkin Zee bisa langsung menebak hal itu dengan tepat? Apa karena dia sudah menikah, jadi bisa langsung ketahuan. Batin El.
"Memangnya pedas apa hingga huh ah huh hah seperti itu." Elak El.
Somplak emang si Zee. Bisa-bisanya bahas hal seperti itu seperti bahas panen kacang. Gerutu El.
"Tutorial apaan. Sudah ah, lo suka rese jika bercanda." Gerutu El.
El langsung menutup panggilan telepon unfaedah tersebut saat masih mendengar suara tawa dari Zee. Dia segera beranjak masuk ke dalam kamar dan mendapati Fara sudah selesai membersihkan diri. Kedua mata mereka saling bertemu saat El melangkahkan kakinya ke dalam kamar.
"Ehm, aku bantu mommy dulu siapkan makan malam, Mas. Mas El mandi dulu. Baju gantinya juga sudah aku siapkan di atas tempat tidur." Kata Fara.
"Iya, terima kasih." Jawab El.
Setelahnya, Fara langsung beranjak keluar dari kamar tidur mereka. Fara langsung menuju dapur untuk membantu menyiapkan makan malam.
Malam itu, tarawih pertama bulan Ramadhan. Keluarga daddy Kenzo melaksanakan tarawih di masjid komplek yang terletak di gang sebelah rumah mereka. Mereka semua pergi ke masjid dengan berjalan kaki sambil bercengkrama dengan para tetangga.
Menjelang pukul dua puluh malam, mereka sudah selesai melaksanakan tarawih. Mommy Vanya dan Fara sudah berjalan keluar dari masjid. Di pintu gerbang, daddy Kenzo dan El sudah menunggu mereka. Setelahnya, mereka segera berjalan pulang bersama.
"Kapan kamu siap ke kantor, El? Kamu sudah menikah sekarang, kamu harus bertanggung jawab kepada istri dan anak kamu kelak." Kata daddy Kenzo di sela-sela makan malam mereka.
"Iya, Dad. Setelah lebaran aku akan ke kantor." Jawab El sambil menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.
"Bagus. Daddy akan membantumu." Kata daddy Kenzo.
"Terima kasih, Dad. Aku janji akan berusaha sebaik mungkin." Kata El.
"Bagus sekali, Sayang. Sudah seharusnya kamu melakukan hal itu. Sebagai kepala keluarga, jangan hanya mau enaknya saja. Mentang-mentang laki-laki minta jatah hokya-hokya terus, tapi tanggung jawab dilupakan. Kasihan istri kamu nanti." Kata mommy Vanya ikut menimpali.
Uhuk uhuk uhuk.
El langsung tersedak setelah mendengar perkataan sang mommy.
"Apaan itu jatah hokya-hokya? Orang gerbangnya saja masih segelan." Jawab El sambil melirik ke arah Fara.
"Eh, i-itu anu,"
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=\=
Terima kasih yang masih sabar menunggu dan memberikan dukungan untuk othor. Selamat hari raya idul fitri 1442 H bagi yang merayakan.