
Daddy El begitu terkejut saat mendapati mommy Fara sudah berada di dekatnya. Dia berusaha sekuat tenaga untuk menelan salivanya dengan susah payah. Daddy El benar-benar gelagapan saat melihat tatapan tajam mommy Fara.
"Siapa, Mas?" tanya mommy Fara kembali setelah tidak mendapati jawaban dari daddy El.
"Eh, ini, anu, Yang. Di-dia teman kuliahku dulu saat di US," jawab daddy El.
Kening mommy Fara berkerut saat melihat ekspresi daddy El.
"Mantan kamu?"
Seketika daddy El menggelengkan kepalanya. Mana mungkin dia punya mantan. Dia benar-benar JJS alias jomblo-jomblo sejati.
"Tentu saja bukan, Yang. Mana mungkin aku punya mantan. Aku kan jomblo sejati, belum pernah ada satu wanita pun yang pernah mengisi hatiku selain kamu," kata daddy El mulai menggombal.
Mommy Fara langsung mencebikkan bibirnya sambil menyipitkan matanya. Tentu saja dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh sang suami.
"Cckkk, mana mungkin aku percaya, Mas. Dulu, siapa yang begitu mengharapkan mamanya Shanum?" ledek mommy Fara.
Seketika daddy El langsung terdiam. Benar apa yang dikatakan oleh sang istri. Dulu, daddy El memang sempat menyukai Revina, mamanya Shanum. Namun meskipun begitu, dia meyakini jika rasa itu bukanlah cinta. Tetapi, rasa sayang yang muncul karena terbiasa.
"Kamu kan tahu sendiri bukan begitu yang sebenarnya, Yang."
"Lalu apa?"
"Ya, bukan seperti rasa yang aku rasakan kepadamu."
Mommy Fara mencebikkan bibirnya. Memang dia mengetahui hal itu sejak dulu. Jika daddy El memang mencintai Revina, mungkin dia tidak akan semudah itu membuka hati untuknya. Namun kenyataannya, daddy El benar-benar bisa membuka hati secepat itu untuknya. Bahkan, sampai sekarang rasa itu tak pernah berubah.
Daddy El yang melihat sang istri tengah cemberut, langsung menariknya hingga kini mommy Fara sudah terduduk di pangkuan daddy El.
"Kamu boleh beranggapan ada wanita lain yang pertama mengisi hatiku. Tapi, kamu harus yakin bahwa inilah yang pertama kali merasakan si junior," kata daddy El sambil menyentuh bagian bawah mommy Fara.
Seketika mommy Fara langsung memekik saat merasakan tangan daddy El bahkan sudah mulai menyusup untuk mencari-cari celah kehidupan di dalam sana.
"Maassss!"
"Hhhmmmm," gumam daddy El sambil masih menelusuri leher mommy Fara.
Mendapat serangan dadakan dari sang suami, mommy Fara hanya bisa me*emas rambut bagian belakang kepala daddy El sambil mendongakkan kepalanya. Mereka benar-benar sudah merasa tidak bisa menahan diri lagi.
Secepat kilat daddy El langsung membawa mommy menuju tempat pertempuran mereka tanpa melepaskan bibirnya. Mommy Fara yang sadar dengan maksud daddy El langsung menahan bahu sang suami.
"Ma-mas, ini masih sore?" kata mommy Fara.
Eh, itu tadi siapa yang barusan menggerutu di telepon karena aktivitas Fajar, ya? 🤔
Tanpa menunggu persetujuan mommy Fara, daddy El sudah langsung memulai penyerangan. Beruntung pertahanan mommy Fara malam itu cepat ambruk. Daddy El bisa langsung menerobos pertahanan tersebut dengan mudah.
Cukup lama mereka bertempur malam itu. Mommy Fara yang terlihat sudah sangat lelah hanya bisa bersandar pada tubuh polos sang suami.
"Bisa kamu ceritakan siapa teman kuliah kamu tadi, Mas?" Tanya mommy Fara sambil membuat pola-pola abstrak pada tubuh sang suami.
"Akan aku ceritakan semuanya, Yang. Aku nggak mau ada kesalahpahaman nanti di kemudian hari."
Mommy Fara mengangguk mengiyakan. Setelah itu, daddy El mulai menceritakan awal mula pertemuan kembali dirinya dengan Cassandra. Daddy El juga menceritakan pertemanan mereka waktu kuliah di US dulu.
"Lalu, apa Cassandra ini sudah menikah, Mas?"
"Sudah. Tapi, dia dan suaminya sudah berpisah. Mereka punya seorang putra berusia sepuluh tahun."
Mommy Fara mengangguk-anggukkan kepalanya. "Lalu, ada apa dia mau menemuimu besok, Mas?"
"Entahlah. Aku juga tidak tahu. Aku bahkan belum membalas pesannya tadi."
"Awas jika kamu macam-macam, Mas. Aku kunciin itu si python agar tidak bisa keluar sangkarnya." Kata mommy Fara sambil mendongakkan kepalanya.
"Memang aku mau ngapain sih, Yang. Mana mungkin aku mau melakukan hal aneh-aneh. Besok kamu ikut saja sekalian. Sekaligus aku ingin memperkenalkanmu dengan Cassandra."
"Eh, kenapa harus ikut?"
"Cassandra bilang dia ingin berkenalan dengan istriku."
"Kamu nggak lagi cari alasan kan, Mas?"
"Astaga, Yang. Mana ada aku cari alasan. Jika aku cari alasan, kunciin sekarang deh nih si python. Aku mau dihukum ngerem terus di dalam sangkar."
"Itu sih enak di dikau nggak enak di daku, Mas."
Emang ada minta hukuman seperti itu El?
Mumpung sudah senin, kasih vote buat othor ya, terima kasih