The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Rean 43



Adrian membelokkan mobilnya di salah satu butik yang cukup terkenal. Kinan yang menyadari hal itu, langsung memutar tubuhnya ke arah Adrian.


"Yakin mau beli baju disini, Om? Ini butik branded, lho." Kinan masih menatap Adrian dengan tatapan penasaran.


Adrian hanya melirik Kinan sekilas sebelum melepaskan seatbeltnya dan membuka pintu mobil. Tanpa menjawab perkataan Kinan, Adrian langsung keluar dari mobil.


"Turun!" ucap Adrian sambil menatap ke arah Kinan.


Mendapati ucapannya tidak di respon, Kinan hanya bisa berdecak kesal. Meskipun begitu, dia tetap menuruti ucapan Adrian. Kinan segera melepaskan seat belt dan langsung turun dari mobil Adrian.


Setelahnya, Kinan mengekori Adrian yang berjalan memasuki butik tersebut. Ini pertama kali bagi Kinan memasuki butik tersebut. Ya, meskipun sebenarnya Kinan masih sanggup membeli baju di butik tersebut, namun dia merasa sayang jika harus merogoh kocek minimal lima juta hanya untuk membeli satu buah baju.


Kinan mengamati butik yang sangat mewah dan elegan tersebut cukup ramai. Butik tersebut memang cukup terkenal dengan kualitas produknya yang tidak main-main. Para pesohor negeri, banyak sekali yang suka berlangganan di butik tersebut. Dan, ternyata Adrian juga melakukan hal yang sama.


Adrian mengajak Kinan naik ke lantai dua. Mau tidak mau, Kinan menuruti permintaan Adrian. Wajah Kinan terlihat semakin berbinar saat melihat banyak sekali gaun yang indah dan memanjakan mata di sana.


Sebagai seorang perempuan, tentu saja jiwa berbelanja Kinan meronta-ronta melihat koleksi-koleksi tersebut. Namun, Kinan masih cukup waras untuk tidak melakukan hal yang akan membuatnya menyesal dikemudian hari.


Lamunan Kinan buyar saat telinganya menangkap sebuah suara.


"Yan?"


Seketika langkah kaki Kinan berhenti. Dia menoleh ke arah kanan dimana Adrian tengah berdiri berhadapan dengan seorang perempuan yang sangat cantik, anggun, dan manis. Dari penampilannya saja, Kinan bisa mengetahui dia adalah seorang model, atau paling tidak mantan model.


Kinan yang saat itu berdiri sekitar empat meter dari Adrian, masih diam tidak bergeming sambil menatap ke arah Adrian dan perempuan tersebut. Dia tidak berani mendekat karena khawatir berada di posisi yang salah.


"Apa kabar? Lama banget nggak ketemu. Lo sih, selalu saja menolak datang sendiri untuk ambil baju dan lebih memilih asisten untuk mengambilnya," ucap perempuan tersebut sambil memukul dada Adrian dengan manja.


Tentu saja aktivitas yang dilakukan perempuan tersebut tidak luput dari pengamatan Kinan. Dia masih diam membeku di tempatnya berdiri. Ada sebuah desiran aneh yang tiba-tiba merembes ke dalam hatinya.


Adrian terkekeh kecil sambil menatap perempuan tersebut.


"Sorry, pekerjaan gue masih cukup banyak. Dan untuk urusan pakaian, gue cukup percaya sama lo," ujar Adrian.


Perempuan tersebut mencebikkan bibir sambil mengerling nakal ke arah Adrian. Jangan lupakan gerakan tangannya yang mencubit manja perut Adrian. 


"Gue tau lo percaya sama gue. Tapi, setidaknya lo bisa nongol kek kesini sebentar. Gue kan juga pengen melihat wajah 'duren cermai' ini," ucap perempuan tersebut.


Kening Adrian mengerut saat mendengar ucapan perempuan tersebut. "Duren cermai? Apa itu?"


"Cckkk. Duda keren inceran para mami."


Mendengar jawaban perempuan tersebut, sontak saja membuat Adrian tergelak. Kinan yang melihat hal itu hanya bisa diam mematung. Saat itu adalah pertama kali bagi Kinan melihat Adrian tertawa lepas.


Ternyata, sebahagia itu dia bertemu dengan perempuan itu? Siapa dia sebenarnya? batin Kinan.


\=\=\=


Mohon maaf ngetik masih sedikit. Komen dan like yang banyak ya, biar semangat up lagi. 🤗