
"Bukannya menjawab, kalian masih saja bermesraan seenaknya di depan Mama. Jika malam ini Mama tidak datang ke apartemen kamu, apa kalian akan main kuda-kudaan?!"
Kinan hampir tersedak salivanya sendiri setelah mendengar ucapan mamanya Adrian. Semenatar Adrian, dia hanya mendengua kesal sambil menatap ke arah sang mama.
"Apa-apaan sih, Ma. Mana mungkin aku melakukan hal seperti itu," protes Adrian.
"Ya, siapa tau, kan? Mama nggak bisa jamin hal itu karena tidak akan ada yang tahu apa yang akan dilakukan oleh laki-laki dan perempuan dewasa berduaan di dalam apartemen." Mama Adrian masih menatap ke arah Kinan dan Adrian bergantian.
Terdengar helaan napas dari Adrian dan Kinan. Sepertinya, mereka tidak akan pernah bisa menang berdebat melawan ibu suri.
Mama Adrian masih menatap Kinan. Beliau masih menunggu jawaban dari Kinan.
"Kenapa masih diam saja? Jawab pertanyaanku," ucap mama Adrian.
Setelah berhasil mengatur degup jantungnya, mau tidak mau Kinan harus menjawab pertanyaan wanita yang ada di depannya tersebut.
"Baiklah, Tante. Saya Kinandra Ariyanti atau lebih sering dipanggil Kinan. Saya sudah tidak kuliah Tante. Saya seorang dosen di salah satu universitas di Jakarta." Kinan memperkenalkan diri.
Setelah mendengar penjelasan Kinan, tampak ekspresi wajah mama Adrian berubah. Wajahnya terlihat terkejut dengan tatapan berkilat-kilat saat menatap wajah Kinan.
"Kamu seorang dosen?" tanya mama Adrian seolah tidak percaya.
Adrian dan Kinan yang melihat perubahan ekspresi mamanya tersebut langsung saling pandang. Namun setelah itu, Kinan langsung menganggukkan kepala sambil menatap ke arah mama Adrian.
"Wahh, Adrian memang benar-benar berhasil menyembunyikan hubungan kalian. Bisa-bisanya dia menyembunyikan hal sebesar ini," ucap mama Adrian.
Kening Kinan berkerut. Dia tidak mengerti maksud ucapan tersebut. "Ma-maksudnya apa ya, Tante?" tanya Kinan.
"Mama tidak tau jika ternyata Adrian menyembunyikan seseorang dari kami. Jika saja Mama tidak datang kesini malam ini, bisa dipastikan si duda itu akan terus menyembunyikan kamu," ucap mama Adrian sambil tersenyum puas.
"Hah?"
Kinan mendadak cengo. Pikirannya mendadak blank dengan apa yang baru saja terjadi. Kinan bahkan kesulitan menangkap maksud dari ucapan mama Adrian tersebut.
Hal yang sama juga dialami oleh Adrian. Dia cukup terkejut melihat reaksi sang mama. Maksud hati ingin menyelamatkan diri dari sang mama, namun kali ini sepertinya dia tidak akan selamat.
Melihat ekspresi bingung dari wajah Kinan, tanpa merasa canggung mama Adrian langsung mendudukkan diri di tengah-tengah Adrian dan juga Kinan. Tentu saja hal itu membuat tubuh ketiganya langsung berdesakan.
Dengan sangat terpaksa, Adrian pun harus mengalah. Dia beranjak dari tempat duduknya dan berpindah ke samping. Adrian membiarkan sang mama berada di samping Kinan sambil mengamati apa yang akan dilakukan oleh mamanya tersebut.
Kinan yang juga masih sempat bingung, hanya bisa menatap mama Adrian dengan tatapan penuh tanya. Menyadari jika Kinan masih bingung, mama Adrian langsung menggenggam tangan Kinan. Beliau juga menatap ke arah Kinan dengan tatapan lembut.
"Jangan khawatir. Bukankah kalian sudah berpacaran? Mama akan memberikan restu kepada kalian. Kalau perlu, kalian segera menikah saja."
Wuaahhhh, mau nggak sih ini? 🤭
\=\=\=
Jangan lupa tinggalkan jejak buat othor ya. Sepertinya, karena babnya terlalu banyak jadi malas baca. 🤧
Sebenarnya, bukan othor nggak mau buat judul baru, tapi jika terlalu banyak judul, othor bingung nanti. Selain itu, othor juga nggak mau terlalu ribet mendaftar cerita baru, pekerjaan masih numpuk 🤧
Maafkeun edisi ndleming malam-malam 🙏