The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 68



Cello mengernyitkan keningnya setelah mendengar perkataan wanita yang berdiri di depannya tersebut. Tak lupa juga Cello melayangkan tatapan sinisnya kepada Danisha.


"Ccckkk, jangan suka ngomong sembarangan! Selama ini, aku hanya diam saja dengan tingkah kamu yang suka seenaknya. Tapi, jangan harap aku akan tinggal saja jika kamu sudah mulai bertingkah gi*la!" Kata Cello dengan tatapan tajamnya.


"Ake serius, Cell. Aku cinta sama kamu. Aku mau kok jadi istri kedua kamu." Kata Danisha sambil mencoba untuk beringsut mendekati Cello.


Namun, secepat kilat Cello langsung menghempaskan tangan Danisha saat hendak menyentuh lengannya. Tindakan Cello tersebut sempat menjadi pusat perhatian beberapa mahasiswa yang terlihat keluar dari perpustakaan tersebut. Meskipun begitu, Cello tidak memperdulikannya.


"Dengar, ya! Aku tahu siapa sebenarnya kamu. Jangan kira selama ini aku diam saja mengira tidak tahu apa-apa. Kamu salah, salah besar!" Geram Cello. Dia sudah benar-benar kesal kali ini.


"Apa maksud kamu, Cell?"


"Nggak usah pura-pura polos. Aku tahu siapa kamu sebenarnya Danisha Anjani. Mungkin, semua orang mengira jika kamu adalah orang yang berasal dari keluarga bangsawan. Ternyata, semuanya hanya sandiwara. Dan, aku tahu persis siapa kamu sebenarnya."


"Apa yang kamu ketahui tentang diriku, hah?!" Kali ini Danisha ikut terpancing dengan reaksi Cello. Dia sedikit meninggikan suaranya sambil mendorong bahu kiri Cello, hingga membuat si empunya sedikit terdorong ke belakang.


Cello menghembuskan napasnya dengan kasar sambil tersenyum kecut. Dia menatap wajah Danisha dengan tatapan mengejeknya.


"Kamu pikir, semudah itu menjadi asisten dosen seorang Danuarta Aryo Suselo? Ditambah lagi dengan kemampuan kamu yang pas-pasan seperti ini? Ccckkk cckkk, benar-benar usaha yang luar biasa," lagi-lagi Cello mencebikkan bibirnya.


Danisha yang mendengar perkataan Cello menjadi semakin gusar. Entah mengapa emosinya menjadi sedikit tersulut dengan perkataan Cello tadi.


"Jaga ucapan kamu, Cell!"


"Oh, ya? Kenapa aku harus menjaga ucapan di depan orang seperti kamu? Mau aku bongkar semua rahasia kamu, hah?!" Kata Cello tak mau kalah.


Lagi-lagi Danisha menjadi semakin kesal. Dia menatap wajah Cello dengan tatapan mengintimidasinya.


"Kamu tidak tahu apa-apa tentangku. Jadi, jaga mulut kamu sebelum kamu menyesalinya." Kata Danisha sambil mengeratkan bibirnya.


"Oh ya? Apa yang akan kamu lakukan? Meminta bantuan suami yang sudah menjadikan kamu istri simpanan?"


Sontak saja Danisha terdiam membeku setelah mendengar perkataan Cello. Dia terlihat sangat terkejut mendengar apa yang baru saja Cello ucapkan. Wajah pucat dan tatapan bingung mulai menghiasi wajah Danisha. Bahkan, refleks Danisha memundurkan kakinya sedikit menjauh dari tubuh Cello.


Cello yang melihat perubahan ekspresi Danisha hanya bisa tersenyum tipis. Dia masih memandang Danisha sambil mencebikkan bibirnya.


"Lain kali, jika mau mencari mangsa, cari dulu informasi sebaik mungkin. Setelah itu, pikirkan dulu resiko apa yang kemungkinan akan kamu hadapi. Aku tidak berniat membongkar status kamu di sini. Tapi, jika kamu berani lagi mengusik kehidupanku, aku pastikan tidak akan tinggal diam." Kata Cello sambil mengeratkan rahangnya. Jangan lupakan tatapan tegas yang dilayangkan Cello kepada Danisha.


Belum sempat Danisha menjawab perkataan Cello, terdengar sebuah suara memanggil Cello dari arah depan. Sontak Cello langsung menoleh untuk menatap si pelaku.


"Ngapain lo disini? Gue ditelpon bini lo suruh nyariin." Kata Aldi. Ya, saat itu Aldi lah yang tengah memanggil Cello. Dia sudah mencari-cari keberadaan Cello di sekitar ruang kelasnya setelah mendapat telepon dari Shanum. 


"Eh, bini gue telpon, Lo?"


"Iya. Dia bilang ponsel Lo nggak bisa dihubungi. Lagian, ngapain Lo disini sama…?" Aldi tidak menyelesaikan perkataannya. Dia melirik sekilas ke arah Danisha.


"Gue cabut dulu. Nanti gue hubungin Lo." Kata Cello yang segera beranjak meninggalkan Danisha yang masih diam mematung di tempat yang sama.


Sementara Aldi, dia masih bingung dengan apa yang terjadi antara Cello dan juga Danisha.


"Kok gue merasa akan ada hal besar yang terjadi ya," gumam Aldi sambil menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal.


•••


Jangan lupa tinggalkan jejak buat othor ya.