The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Cerita Fida



"Ehm, itu sebenarnya.. aku.." Fida terlihat bingung bagaimana cara menyampaikan sesuatu kepada Vanya.


"Ada apa sih Fid?" Kali ini Vanya benar-benar penasaran.


"Aku sudah pernah menyatakan cinta kepada Reyhan namun ditolaknya!" Kata Fida dengan suara sedikit lebih keras.


"Hhhaaaahhh?!" Vanya terkejut mendengar jawaban Fida. Sendok yang di pegangnya pun sampai terlepas dan jatuh menimpa piringnya.


Fida langsung mendengus kesal saat melihat reaksi Vanya.


"Hah heh hah heh." Cibir Fida. Dia mengambil segelas air putih yang ada di depannya dan menenggaknya hingga tandas.


"Seriusan apa yang kamu katakan tadi, Fid?" Tanya Vanya masih terlihat tidak percaya. "Kok bisa? Kapan kejadiannya?" Lanjut Vanya penasaran.


Fida meletakkan gelas yang sudah tidak terisi tersebut kemudian beralih menatap wajah Vanya. Fida bisa melihat wajah terkejut dan penasaran menjadi satu pada wajah Vanya.


"Tentu saja bisa. Kejadiannya juga sudah beberapa waktu yang lalu." Jawab Fida berusaha tersenyum. Namun, Vanya bisa melihat kesedihan di wajahnya.


"Ceritakan semuanya Fid! Aku mau detail ceritanya, dari awal sampai akhir. Aku tidak mau di potong atau di skip. Bahkan, jika ada iklan pun aku mau iklannya sekalian ditayangkan." Kata Vanya dengan semangat menggebu-gebu.


Fida memutar bola matanya saat mendengar perkataan Vanya.


"Lebay amat sih Van. Memang kamu kira ini channel utub apa sampai ada iklan segala." Gerutu Fida.


"Aku nggak peduli, pokoknya aku mau tahu cerita selengkapnya. Reader juga mau tahu kali Fid, penasaran." Kata Vanya.


Fida mengerucutkan bibirnya sebelum menjawab pertanyaan Vanya.


Flashback on


Hari Sabtu, seminggu setelah pernikahan Vanya dan Kenzo, Reyhan diperintahkan oleh mama Tari untuk mengurus semua barang-barang Vanya. Entah itu yang ada di kos-kosan maupun di eSTe. Karena Reyhan tidak mengenal siapapun teman Vanya, Reyhan meminta bantuan kepada Fida, karena hanya Fida dan Nabila yang di kenal oleh Reyhan. Berhubung saat itu Nabila tengah menemani sang bunda di rumah sakit untuk operasi, Reyhan meminta bantuan kepada Fida.


Hari itu, Reyhan menjemput Fida di rumahnya. Mereka berniat langsung ke kos-kosan Vanya.


"Pak Reyhan sudah lama bekerja dengan suami Vanya?" Tanya Fida berusaha memecah keheningan.


"Hhhmmm."


Fida tahu jika asisten sekaligus sekretaris Kenzo ini sangat irit bicara. Dia hanya bicara seperlunya saja. Namun, hal itu tidak menyurutkan niat Fida untuk bisa mengobrol dengan Reyhan. Entah mengapa sikap dinginnya Reyhan itu sangat membuat penasaran Fida.


Hari itu, mereka membereskan barang-barang Vanya di tempat kos dan membawanya ke rumah Kenzo dan Vanya. Keesokan harinya, Reyhan juga masih meminta Fida untuk mengunjungi tempat les privat Vanya dan memintakan izin untuk berhenti. Reyhan dan juga Fida juga menjelaskan alasan mengapa Vanya harus berhenti.


Hari ketiga, Reyhan meminta Fida untuk menemaninya membeli motor untuk Vanya. Karena Fida merupakan sahabat dekat Vanya, Reyhan beranggapan jika Fida mengetahui kriteria barang-barang kesukaan Vanya.


Selama tiga hari bersama dengan Reyhan, Fida diam-diam mengamati Reyhan. Entah mengapa dia mulai tertarik dengan laki-laki super irit bicara tersebut. Reyhan masih saja berbicara seperlunya meski Fida sudah memancingnya untuk mengajak ngobrol. Namun, Reyhan masih saja menjawab seperlunya.


Saat itu, Fida dan Reyhan tengah menuju sebuah restoran untuk makan siang. Mereka baru saja keluar dari sebuah dealer motor untuk membelikan motor Vanya. Reyhan segera memarkirkan mobilnya di tempat parkir. Setelahnya, dia segera keluar dari mobil dan diikuti oleh Fida yang berjalan di belakangnya.


Setelah memesan makan siangnya, Reyhan kembali mengutak-atik ponselnya. Sementara Fida masih diam sambil mengamati wajah Reyhan yang terlihat sedang serius saat itu. Senyum di bibir Fida tak pernah surut saat memandangi wajah Reyhan yang tengah fokus pada ponselnya itu.


Reyhan yang merasa sedang diperhatikan pun segera mendongakkan kepalanya. Netra matanya bertemu dengan mata Fida yang tengah menatapnya dengan senyum mengembang. Reyhan mengernyitkan keningnya mendapati tatapan Fida.


"Ada apa?" Tanya Reyhan.


Fida menggelengkan kepalanya sambil masih tersenyum. Dia bahkan terang-terangan menatap wajah Reyhan secara langsung. Bukan Fida namanya jika langsung mengalihkan pandangannya saat kepergok tengah mengamati seseorang.


Reyhan masih mengamati tingkah Fida. Dia belum pernah diperlakukan seperti itu oleh perempuan. Belum sempat Reyhan bertanya lagi, pesanan makan siang mereka sudah datang. Baik Reyhan dan Fida langsung mulai menyantap makan siang mereka. Sesekali Fida masih mengamati gerak Reyhan.


Setelah makan siang, Reyhan mengantar Fida kembali ke rumah. Selama perjalanan pun tidak ada obrolan panjang di antara mereka berdua. Yang ada hanya percakapan satu arah, seperti interview. Fida banyak bertanya kepada Reyhan dan hanya di jawab sekedarnya saja.


Hari berganti hari, bukannya semakin mereda namun tingkah Fida semakin berani. Hampir setiap saat dia mengirim pesan untuk Reyhan. Entah itu pesan mengingatkan dia makan, istirahat, maupun gombalan cap bak truk pun dia kirim. Fida tetap semangat mengirimi Reyhan pesan-pesan tersebut meski tidak berbalas.


Bagi Fida, ini merupakan tantangan untuk meluluhkan hati Reyhan. Moto Fida 'witing tresno jalaran soko ngglibet' tetap dijalankannya. Seperti hari ini, Fida sudah mengirimi Reyhan sejak pagi.


04.23


Sudah bangun, Pak?


Sudah subuh lho. 🥰


07.26


Jangan lupa sarapan, agar kuat menjalani hari menahan rindu bertemu denganku. 😍


12.16


18.24


Hujan.


Hhhmm deras sekali hujan malam ini, sederas rasaku padamu. Tapi kamu memilih berteduh 😪


18.35


Jangan lupa makan malam dan sholat. Jangan lupakan namaku dalam doamu ya Pak, Fida Alvi Anggita 🥰


Ya, pesan seperti itu lah yang hampir setiap hari selama dua minggu dikirimkan oleh Fida kepada Reyhan. Fida tahu jika semua pesannya selalu di baca oleh Reyhan dan tidak di balas sekalipun, Fida tetap melakukannya dengan penuh semangat.


Hingga suatu siang, Fida mengirimkan sebuah pesan kepada Reyhan saat dirinya tengah menunggu sang mama belanja. Fida iseng mengetikkan sebuah pesan pada foto Reyhan yang ditemukannya pada akun sosial medianya dan mengirimkannya kepada Reyhan.


13.25



13456789


Senyummu seperti deretan angka diatas, tidak ada 2 nya.


Hayati meleleh, Bang.


Kapan ada niatan untuk menghalalkanku? 😍


Fida masih mengira pesannya saat itu tidak akan berbalas seperti biasanya. Namun, dugaannya ternyata salah. Beberapa menit kemudian terlihat sebuah pemberitahuan pesan balasan dari Reyhan


13.31


Cepat kembali. Jangan terlalu lama di dunia halu. ~ Reyhan.


Sontak mata dan mulut Fida langsung membulat serentak. Dia membaca berulang-ulang pesan balasan dari Reyhan. Entah mengapa dia merasa seperti tengah diguyur es di tengah-tengah rasa dahaganya. Nyeesssss.


Fida dengan semangat empat limanya membalas pesan Reyhan. Dia mulai mengetikkan balasan itu pada ruang chatnya.


13.33


Membaca balasan pesan anda tubuhku rasanya bergetar hebat. 😍😍


Tak berapa lama kemudian ada balasan lagi dari Reyhan.


13.39


Mode getar? ~ Reyhan


Fida pun langsung membalasnya.


13.41


Bukan, tapi itu getaran dari bluetooth tak kasat mata yang saling menghubungkan rasa. 😍


Hoeekkksss, ngomong opo sih Fid.


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Mohon dukungannya ya, klik like, komen dan vote.


Untuk informasi kapan up dan karya terbaru, bisa follow ig othor @keenandra_winda


Thank you