The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Rean 95



Begitu masuk ke dalam kamar, Kinan langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti baju dengan baju baju tidur. Jangan dipikir Kinan akan memakai baju haram tapi halal seperti yang ada di cerita-cerita novel atau film itu. 


Oh, tidak. Tentu saja Kinan tidak akan memakai baju tidur yang seperti itu. Karena apa? Karena Kinan belum punya. Hehehe. 


Kinan memang tidak punya koleksi baju tidur dengan model yang sedikit ekstrim. Selain itu, acara pernikahannya yang mendadak, membuat Kinan tidak bisa mempersiapkan semua keperluannya dengan baik.


Tak butuh waktu lama bagi Kinan, dia sudah selesai dengan aktivitas bersih-bersihnya. Setelah itu, Kinan segera beranjak menuju tempat tidur dan bersiap untuk merebahkan diri. Tubuhnya terasa sangat lelah dengan rangkaian acara sejak tadi pagi. 


Kinan menoleh ke arah pintu kamar sekilas. Belum ada tanda-tanda Adrian akan segera masuk ke dalam kamar. Hingga beberapa saat kemudian, kedua bola mata Kinan sudah benar-benar tidak mampu lagi bertahan lebih lama. Dia sudah benar-benar mengantuk dan langsung terlelap.


Sekitar tiga puluh menit kemudian, Adrian sudah selesai memeriksa pekerjaannya. Dia memberanikan diri beranjak menuju kamar Kinan.


Sebenarnya, Adrian lebih suka tidur di ruang tengah. Namun, dia merasa tidak enak dengan mama Kinan jika sampai beliau melihat Adrian tidur di luar kamar. Adrian tidak mau mama Kinan berpikiran macam-macam tentang pernikahannya.


Dengan langkah berat, Adrian segera berjalan menuju kamar Kinan. Setelah meyakinkan diri, Adrian membuka pintu kamar tersebut. Sambil sedikit mengintip, Adrian melongokkan kepala ke dalam.


Adrian melihat Kinan sudah meringkuk di atas tempat tidur di sisi sebelah kanan. Tubuhnya sudah tertutup selimut hingga sebatas pinggang. Dengan posisi tidur miring sambil memeluk guling, Kinan terlihat sangat nyenyak.


Adrian memberanikan diri membuka lebar-lebar pintu kamar Kinan dan bergegas masuk. Setelah menutup pintu, Adrian beranjak menuju kursi rias Kinan untuk mengambil baju ganti. Rupanya, Kinan sudah menyiapkan baju ganti untuk Adrian. Setelah itu, Adrian bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti baju.


Tempat tidur Kinan yang berukuran queen tersebut, sudah cukup untuk mereka tempati tidur. Hingga tak berapa lama kemudian, Adrian pun terlelap. Tidak ada aktivitas hareudang diantara mereka malam itu. Tapi, tidak tau untuk malam-malam setelahnya. Hehehe.


Keesokan pagi, Kinan terbangun terlebih dahulu saat subuh. Entah sejak kapan kini posisi tidur Kinan dan Adrian miring saling berhadapan. Kinan cukup terkejut saat melihat wajah Adrian yang terlihat tenang dan damai dalam tidurnya. Dia tidak berani membangunkan tidur nyenyak suaminya tersebut. Yang mampu dilakukan oleh Kinan saat itu adalah menatap wajah sang suami sepuas-puasnya.


Hingga beberapa saat kemudian, Kinan melihat ada gerakan pada kelopak mata Adrian. Bukannya khawatir kepergok menatap wajah suaminya yang sedang tidur, hal yang dilakukan oleh Kinan adalah memasang senyum cerahnya pagi itu secerah matahari yang bersinar. Eh, itu masih subuh ya, masih gelap gulita.


Adrian membuka kedua matanya. Hal pertama yang dilihatnya adalah wajah Kinan yang sedang tersenyum manis sambil menatap ke arahnya.


"Selamat pagi," sapa Kinan dengan suara seraknya.


"Hhhmm." Adrian hanya bisa menggumam sambil masih menatap wajah Kinan.


"Kenapa lihatin seperti itu? Kaget ya melihat wajah cantikku di pagi hari? Kalau begitu, cium dulu, dong." Kinan sudah lansgung memonyong-monyongkan bibirnya mendekat ke arah bibir Adrian.


\=\=\=


Ada nggak sih yang bisa melawan tingkah Kinan?