The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 82



Dokter Risma hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum setelah mendengarkan perkataan Shanum. Dia tidak menyangka pasangan suami istri yang ada di depannya tersebut benar-benar memiliki keinginan yang sangat besar untuk hal 'begituan'.


Setelah memberikan penjelasan, dokter Risma juga memberikan beberapa nasehat kepada Cello dan juga Shanum. Pasangan muda tersebut akhirnya bisa memahami apa yang harus dan tidak harus mereka lakukan.


Setelah dari rumah sakit, Cello dan juga Shanum langsung bergegas untuk pulang. Mereka berniat untuk segera memberitahukan kabar bahagia tersebut kepada keluarga besarnya. Mereka berharap jika keluarga besarnya akan bahagia mendengar berita kehamilan Shanum.


Dan, benar saja. Mommy Fara langsung berteriak-teriak histeris di seberang sana. Dia bahkan langsung mengajak daddy El pulang sore itu juga. Mommy Fara membatalkan niatnya untuk menginap.


Hal yang sama juga dirasakan oleh mama Revina. Setelah Shanum memberitahukan kabar bahagia tersebut, mama Revina juga berniat untuk langsung ke Jakarta. Namun, karena papa Bian ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal, dan Rean juga akan menghadapi ujian, mama Revina mengurungkan niatnya untuk ke Jakarta.


Malam itu berhubung orang tua Cello belum datang, terpaksa Shanum dan Cello makan malam berdua di rumah. Cello sudah mulai terlihat posesif terhadap Shanum begitu mengetahui kehamilannya.


"Kamu ada riwayat mempunyai keturunan kembar?" Tanya Cello. Pasalnya, di keluarganya memang tidak ada yang memiliki riwayat tersebut.


"Iya, ada. Kakek papa kan memang kembar."


"Kakeknya papa Bian? Yang di Surabaya itu?"


"Iya. Tapi kata papa, kembaran kakek meninggal saat berusia tiga puluh tahunan karena kecelakaan."


Cello yang mendengarnya hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya. Kini, terjawab sudah dari mana riwayat sang istri hamil anak kembar.


"Ehm, kamu maunya anak kembar cewek atau cowok, Mas? Atau mungkin, sepasang cewek dan cowok begitu?" Tanya Shanum sambil menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.


"Kalau aku sih nggak masalah mau cewek atau cowok. Yang penting mereka dan kamu sehat-sehat saja."


Shanum tersenyum setelah mendengar perkataan Cello. Dia sangat bahagia dengan kehamilannya saat ini. Rasa bahagianya bertambah setelah mengetahui reaksi keluarganya yang juga sangat antusias dengan berita kehamilannya.


"Iya, Mas. Terima kasih banyak." Kata Shanum sambil tersenyum ke arah Cello.


"Kenapa harus berterima kasih kepadaku. Justru seharusnya, aku yang berterima kasih karena kamu sudah memberikan kesempatan kepadaku untuk menjadi ayah." Kata Cello sambil tersenyum hangat dan mengusap-usap pipi Shanum.


Tindakan Cello tersebut benar-benar membuat Shanum tersipu malu. Belum sempat Shanum menyahuti perkataan sang suami, terdengar suara heboh dari arah pintu utama. Cello dan Shanum segera menolehkan kepalanya untuk melihat siapa yang datang. Dan ternyata, mommy Fara dan juga daddy El sudah datang.


"Sayaaannnng! Aaaarrgghhhh, mommy akan jadi Oma ini. Waahhhh senangnyaaa." Teriak mommy Fara heboh sambil berjalan tergesa-gesa ke arah Shanum dan langsung memeluknya dengan erat.


Cello yang melihat hal itu hanya bisa memutar kedua bola matanya. Sudah bisa dipastikan jika sang mommy pasti akan sangat heboh sekali.


"Ini sudah malam, Mom. Jangan teriak-teriak begitu, ih." Protes Cello.


"Biarin. Kalau perlu, besok mommy akan pasang peredam suara di rumah ini biar tidak ada orang yang mendengar teriakan kita."


Mendengar perkataan mommy Fara, Cello dan daddy El hanya bisa mendesahkan napas beratnya.


"Sayang, mulai sekarang kamar kalian harus pindah ke bawah. Mommy nggak mau kamu kecapekan dan calon cucu mommy kenapa-napa."


"Di atas juga nggak apa-apa, Yang." Kata daddy El.


Mommy berbalik sambil menatap tajam ke arah daddy El. 


"Tidak apa-apa bagaimana, Mas. Itu naik turun tangga bisa bahaya untuk Shanum. Aku nggak mau calon cucu pertamaku kenapa-napa nanti. Baru mau dapat cucu satu ini, jadi harus dijaga dengan baik, Mas," gerutu mommy Fara.


"Eh, siapa bilang mommy akan dapat cucu satu. Shanum hamil bayi kembar kok, Mom." Kata Cello sambil menatap kedua orang tuanya.


"Apa?!"


Jangan lupa tinggalkan jejak untuk othor ya. Klik like, komen dan vote. Terima kasih.