The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Rean 39



Adrian langsung mendengus kesal saat mendengar pertanyaan Kinan. Dia menegakkan tubuhnya dan melipat kedua tangannya di depan dada. Tatapan mata tajamnya, juga langsung dilayangkan ke arah Kinan.


"Apa sih yang ada di otak kamu? Kamu kira aku memberikan tawaran plus-plus begitu?" Adrian masih terlihat kesal.


Kali ini, Kinan balas menatap wajah Adrian dengan tatapan menyipit. Sebenarnya, Kinan cukup tertarik dengan tawaran Adrian mengingat rumor yang beredar di kampusnya tersebut.


Bahkan, sampai sekarang pun rumor yang mengatakan jika Kinan tertarik dengan suami rekan dosennya tersebut masih terdengar. Tak jarang juga Kinan mendapati tatapan mencibir dan bisik-bisik dari beberapa orang dosen yang tidak suka terhadapnya.


Biasanya, ada Dena yang selalu menemaninya. Namun, kini Dena sedang hamil. Dia juga tidak mungkin berlama-lama di kampus. Apalagi, semester depan Dena juga pasti akan mengajukan cuti karena hendak melahirkan.


Kinan tahu seberapa posesif suami brondong sahabatnya tersebut. Bahkan, Kinan sering melihat sendiri Rean membawakan tas Dena dan tanpa ragu menyilangkannya pada bahu. Padahal, tas tersebut adalah tas perempuan.


Kinan selalu di buat iri dengan perlakuan Rean yang cukup manis kepada sang istri. Kinan berharap, jika suatu saat dia juga akan mendapatkan suami yang benar-benar memanjakannya seperti itu.


Kinan yang masih menatap dalam-dalam ke arah Adrian, langsung bertanya.


"Lalu, apa maksud service yang Om katakan tadi?"


Adrian berusaha menjelaskan maksud ucapannya tersebut kepada Kinan.


"Jika kamu menerima tawaranku, aku akan memperlakukan kamu seperti pasanganku sesungguhnya. Dan, aku bisa memastikan orang-orang di luar sana akan percaya jika kita memang beneran memiliki hubungan."


"Selain itu, fasilitas kamu sebagai pasanganku juga akan aku pertimbangkan. Jika kita sudah keluar di depan publik, itu berarti kita juga harus mulai membiasakan diri dengan status baru kita," ucap Adrian menjelaskan.


"Tentu saja status kita yang sudah pacaran. Lagi pula, aku yakin jika mama tidak akan tinggal diam kali ini. Cepat atau lambat, Mama pasti akan mempublikasikan kamu kepada para sahabat Mama."


Kinan hanya bisa mendesahkan napas berat sambil menatap ke arah Adrian. Sepertinya, kali ini dia tidak akan bisa menolak tawaran Adrian. Kinan tahu jika Mama Adrian adalah orang yang paling tidak bisa ditolak oleh Adrian.


"Jika aku menyetujui tawaran ini? Apa yang akan kamu lakukan untuk meyakinkan orang-orang jika kita memiliki hubungan?" tanya Kinan.


Adrian menarik ujung bibirnya. Dia kembali mencondongkan tubuh hingga mendekat ke arah Kinan.


"Tentu saja aku akan melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh pasangan kekasih. Aku pasti akan sering mengantar dan menjemput kamu ke kampus. Untuk acara-acara yang mengharuskan aku datang, kamu juga harus ikut menemaniku. Hal yang sama juga berlaku untuk kamu. Jika ada acara yang harus kamu datangi, aku bisa menemani kamu menghadirinya."


"Jangan khawatir, untuk tawaran ini, aku akan memberikan sebuah mobil untuk mengganti mobil kamu yang tidak sengaja aku tabrak kemarin," ucap Adrian.


Kedua bola mata Kinan langsung membulat setelah mendengar ucapan Adrian.


"Cckkk. Aku tidak butuh uangmu! Kamu kira aku semiskin itu hingga tidak mampu membeli mobil sendiri?!" Kinan merasa tersinggung dengan ucapan Adrian.


Kalaupun Kinan menerima tawaran Adrian, Dia tidak menginginkan hal itu.


Scroll ya.


Maaf ngetiknya nyicil ini 🤧