
Entah apa yang membuat Adrian menuruti keinginan Kinan. Dia berjalan keluar dari mobil lebih dulu, dan berjalan menuju pintu mobil di sebelah Kinan. Adrian membukakan pintu untuk Kinan.
"Terima kasih, Om," ucap Kinan sambil menyambut uluran tangan Asrian. Dia melangkahkan kaki keluar dari mobil sambil masih mengulas senyumannya.
"Ehheeemm. Om?" Adrian menatap Kinan dengan kedua alis terangkat.
Kinan yang tersadar dengan mulutnya yang keceplosan, langsung meralat ucapannya.
"Eh, Mas Ian maksudnya. Hehehe." Kinan langsung mengulas senyuman sambil mengusap-usap dada bidang Adrian.
"Ehheemm."
Entah mengapa ada sebuah desiran hangat yang menyusup di dada Adrian saat mendengar Kinan memanggilnya dengan panggilan 'Mas Ian'. Berasa panggilan itu hanya khusus ditujukan untuknya. Ciieee, mulai baper nih Si Om Duper. Yang baca jangan ikut baper, ya. 🤭
Setelah memeriksa penampilan mereka, Kinan dan Adrian langsung berjalan menuju gedung utama tempat diselenggarakannya acara resepsi pernikahan tersebut.
Jarak mobil Adrian yang terparkir dengan gedung acara sekitar lima puluhan meter. Mereka juga berpapasan dengan beberapa tamu undangan yang datang dan hendak pergi.
Adrian mengimbangi langkah kaki Kinan yang tidak bisa terlalu cepat karena menggunakan sepatu hak tinggi. Selain itu, dia juga membawa kado di tangan kirinya.
Saat mereka sedang berjalan di belakang para tamu undangan yang sedang mengantri untuk mengisi buku tamu, tiba-tiba seseorang memanggil namanya.
"Miss Kinan?"
Sontak saja Kinan dan Adrian langsung menoleh ke arah sumber suara. Kinan yang mengetahui siapa yang memanggilnya tersebut langsung menyunggingkan senyuman.
"Bu Kristine. Anda juga baru datang?" sapa Kinan siapa yang memanggilnya tersebut.
Ya, Kristine adalah juga salah satu dosen senior di kampus Kinan. Hanya saja, dia berbeda fakultas dengan Kinan. Namun, meskipun Kristine berbeda fakultas dengan Kinan, dia sering wara wiri ke fakultas Kinan, karena dia masih saudara dari Miss Adhia. Lebih tepatnya, suami Kristine adalah Om iparnya.
Apakah Kristine juga ikut terpengaruh dengan rumor yang menimpa Kinan? Dan, jawabannya adalah iya. Kristine juga termasuk salah satu orang yang secara terang-terangan tidak menyukai Kinan.
"Ah, tidak. Saya baru dari tempat parkir untuk mengambil sesuatu dari mobil," jawab Kristine sambil melirik tajam ke arah Adrian.
Kinan bukannya tidak mengetahui lirikan mata tersebut, tapi dia berusaha terlihat santai.
Kinan hanya mengangguk untuk merespon ucapan Kristine. Setelah itu, Kinan langsung berpamitan.
"Kalau begitu, kami permisi dulu, Bu." Kinan langsung menarik lengan Adrian untuk pergi dari sana.
Sepeninggal Kinan dan Adrian, Kristine masih menatap punggung keduanya.
"Laki-laki itu seperti pengusaha terkenal yang baru saja berpisah dengan artis itu. Siapa ya namanya? Kok aku bisa lupa." Kristine masih menggumam.
Sementara itu, Kinan langsung menarik lengan Adrian semakin cepat agar menjauh dari Kristine. Dia benar-benar tidak ingin Adrian mendengar ucapan pedas Kristine. Ya, Kristine memang tak jarang menyindir Kinan dengan ucapan pedasnya. Dia masih beranggapan jika Kinan menggoda Firdan, suami Miss Adhia.
"Siapa wanita itu?" bisik Adrian saat mereka berjalan menuju meja tamu untuk mengisi daftar hadir.
"Dia salah satu dosen di kampus ku."
"Apa dia salah satu orang yang juga sering mengintimidasi mu?"
"Hhmmmm." Kinan hanya menjawab dengan gumaman.
"Cckkk. Seharusnya kamu bilang dari tadi," ucap Adrian terdengar kesal.
Kinan menoleh ke arah Adrian dengan kedua mata menyipit.
"Cckkk. Memang jika Om tau sejak tadi, Om mau apa? Mau menciumiku seperti tadi pagi di depannya?"
\=\=\=
Kira-kira Adrian mau jawab apa nih?
Scroll ya
Jangan lupa tinggalkan jejak