The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 89



Setelah perdebatan absurd dengan sang daddy, akhirnya Ken mengikuti daddynya memasuki private room tersebut. Dia sedikit terkejut saat melihat Mr. Bernard ada di sana. Ken menyapanya sebentar dan tetap diam meskipun mulutnya terasa gatal untuk menanyakan apa yang sebenarnya sedang terjadi.


Ken menoleh ke arah sang putra. Dia terlihat sekali ingin meminta penjelasan. Namun, Zee hanya mengedikkan bahunya sambil mencebikkan bibir tanpa berniat menjawab pertanyaan sang daddy.


"Terima kasih atas kedatangan Anda Mr. Bernard. Kami benar-benar sangat berterima kasih atas waktu yang Anda luangkan untuk hari ini." Kali ini daddy Vanno memulai pembicaraan.


"Sama-sama pak Vanno. Kebetulan saya memang sedang ada urusan di Semarang. Jadi, sekalian saya bisa langsung ke Jakarta."


Semua orang yang sedang berada di ruangan tersebut hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Ehm, ngomong-ngomong, ada apa sebenarnya pak Vanno? Apa ini ada kaitanya dengan pekerjaan?" Tanya Mr. Bernard penasaran. Pasalnya, kemarin saat Vanno ingin pergi ke Semarang untuk menemuinya, Mr. Bernard melarangnya.


"Oh, tidak Pak. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan pekerjaan. Semua kerja sama kita lancar kan, Ken?" Tanya Vanno sambil menoleh ke arah Ken.


Mendapat pertanyaan dari sang daddy, Ken sempat terkejut karenanya. Namun, dia segera mengangguk dan menjelaskan jika kerja sama mereka berjalan dengan lancar.


Mr. Bernard mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Dia merasa lega setelah mendengar penjelasan Ken.


"Lalu, ada masalah apa, Pak?"


Kali ini, beberapa orang saling pandang. Sebenarnya, mereka tidak enak mengatakan hal itu karena menyangkut urusan pribadi seseorang. Setelah cukup lama saling diam, akhirnya Vanno menjelaskan apa maksud mereka mengundang Mr. bernard. Vanno juga meminta Dave untuk menyiapkan bukti yang sudah mereka temukan.


Dan, benar saja. Mr. Bernard langsung mengepalkan kedua tangannya. Dia merasa sangat geram sekali dengan perbuatan Danisha ini. Dia sama sekali tidak menyangka jika Danisha akan bertingkah seperti itu. Yang dipikirkan oleh Mr. Bernard, Danisha adalah mahasiswa biasa yang tengah kesulitan mendapatkan biaya kuliah.


Namun, apa yang terjadi sekarang? Danisha menghianati Mr. Bernard. Dan untuk hal itu, Mr. Bernard tidak akan tinggal diam.


"Kami minta maaf jika membuat Anda merasa tidak nyaman Mr. Bernard. Kami hanya merasa jika Anda sudah ditipu oleh wanita itu," kata Vanno.


"Terima kasih pak Vanno atas informasinya. Saya akan segera mengurus Danisha secepatnya. Saya tidak akan membiarkan dia seenaknya saja bertingkah seperti ini," kata Mr. Bernard sambil mengepalkan kedua tangannya.


Setelah itu, mereka segera mendiskusikan apa yang akan mereka lakukan. Ketika mereka sedang berdiskusi, tiba-tiba ponsel Cello berbunyi. Terlihat sebuah pesan masuk pada ponselnya. Cello segera membuka pesan yang baru saja dikirim oleh Aldi, sahabatnya tersebut.


Cell, lo harus lihat video ini. Video ini sudah banyak beredar di kalangan anak-anak. Tulis Aldi pada pesan tersebut dan diiringi dengan sebuah video.


Cello langsung membuka video tersebut. Dan, betapa terkejutnya dia saat melihat video yang memperlihatkan sebuah adegan seorang laki-laki dan Danisha yang tengah bercumbu di samping mobil yang sedang terparkir. Entah mengapa bentuk tubuh laki-laki tersebut sangat mirip dengannya. Ditambah lagi, baju yang dipakai laki-laki tersebut adalah baju yang sama persis dengan yang dipakai Cello pada video yang beredar dulu.


"Eh, itu bukan kamu kan, Cell?" Tanya daddy El yang ternyata juga ikut melihat video tersebut.


"Tentu saja bukan, Dad!"


Setelahnya, semua orang ikut memeriksa video tersebut. Dan setelahnya, mereka memutuskan untuk memberi pelajaran Danisha keesokan harinya.


Jangan lupa tinggalkan jejak like, vote dan komen buat othor. Terima kasih.