
Karena terkejut, Adrian langsung beringsut mundur. Dia buru-buru duduk dan mengusap wajahnya dengan kasar. Sebenarnya, bukan tidak mau menuruti permintaan sang istri, tapi dia tidak mau membuat si 'kail jumbo' tambah baper. Tahu sendiri biasanya si 'kail jumbo' suka baperan kalau pagi hari.
"A-aku ke kamar mandi dulu." Adrian buru-buru beringsut meninggalkan Kinan yang terlihat kesal.
"Cckkk. Awas saja nanti jika sudah ngerasain. Aku pastikan kamu nggak akan lepas, Mas." Kinan akhirnya beranjak turun dari tempat tidur dan membereskannya.
Acara hari minggu pagi itu, Kinan, Adrian, dan sang mama pergi ke makam papa Kinan. Mereka ingin berziarah sekaligus menunjukkan makan ayah Kinan kepada Adrian.
Hingga menjelang siang, mereka bertiga sudah kembali ke rumah. Mau tidak mau, sore itu Kinan dan Adrian harus kembali ke Jakarta. Senin besok, Kinan harus sudah kembali ke kampus. Sedangkan Adrian, juga harus kembali bekerja.
Kinan dan Adrian memilih kembali ke Jakarta dengan menggunakan kereta api karena Adrian maupun Kinan, tidak membawa mobil.
Setelah berpamitan, Kinan dan Adrian segera berangkat menuju stasiun kereta api. Kereta api mereka akan berangkat pukul 17.25.
Beruntung Adrian dan Kinan tidak sampai terlambat dan tertinggal kereta. Mereka segera memasuki gerbong dan mencari posisi duduk mereka.
"Setelah ini, kita akan tinggal dimana? Mana mungkin kita tinggal terpisah kan, Mas?" tanya Kinan yang saat itu sudah duduk di samping Adrian.
Adrian menoleh ke arah Kinan sebentar sebelum menjawab pertanyaan Kinan.
"Kita akan tinggal di tempatku. Ehm, tapi sementara, kita bisa tinggal di hotel."
"Eh, hotel? Mau langsung honeymoon? Astaga, aku belum punya persiapan apa-apa. Aku bahkan belum punya linge..eemphhhh." Kinan uang sudah heboj langsung dibungkam mulutnya oleh Adrian. Dia tidak mau jika sampai orang-orang disekitar mereka mendengar apa yang diucapkan oleh Kinan.
Ya, meskipun mereka menaiki kereta kelas satu, tapi tetap saja suara Kinan yang berisik dan heboh bisa didengar dengan mudah oleh orang lain.
"Jangan kencang-kencang. Nggak enak didengar orang." Adrian berbisik di dekat telinga Kinan.
"Hhhhmmm." Kinan mengangguk mengerti. "Lalu, kenapa tadi Om bilang kita akan tinggal di hotel?"
Adrian menghembuskan napas berat sebelum menjawab pertanyaan Kinan.
"Apartemenku direnovasi oleh mama. Mama ingin membuat kamar yang lebih besar untuk kita. Menurut mama, kamarku terlalu sempit. Jadi, mungkin sekitar satu minggu kedepan, kita akan tinggal di hotel."
Kinan tampak mengerutkan kening setelah mendengar penjelasan Adrian. Bukan karena dia tidak setuju dengan apa yang dikatakan Adrian, namun karena dia tidak terlalu suka rencana tinggal sementara di hotel.
"Jika mama memang berniat merenovasi apartemen kamu, kenapa kita harus tinggal di hotel? Kita bisa tinggal di rumahku, kan? Ya, meskipun sederhana dan tidak semewah apartemen kamu, tapi setidaknya rumahku nyaman, Mas."
Adrian tampak berpikir. Setelah beberapa saat, Adrian menyetujui usulan Kinan. Tidak ada salahnya kan jika mereka tinggal sementara di rumah Kinan. Namun, ada satu hal yang mengusik pikiran Adrian.
"Lalu, jika kita tinggal bersama di rumah kamu, bagaimana dengan para tetangga? Apa mereka tidak akan curiga dan menggerebek kita nanti?" tanya Adrian.
"Eh?"
\=\=\=
Hhmm, Si Om Duper ternyata sudah memikirkan acara grebek menggerebek. Memangnya mereka mau melakukan apa hingga menarik perhatian warga untuk menggerebek? 🤔