The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 59



Menjelang makan malam, Cello sudah kembali ke rumah. Dia yang sudah mendapat pesan dari Shanum yang mengabarkan jika kedua orang tuanya sudah pulang, tidak merasa terkejut saat melihat sang mommy di rumah.


"Dari mana sih, El? Sampai malam begini baru balik." Tanya mommy Fara sambil menyiapkan makan malam.


"Tadi dari cafe, Mom. Lalu ngobrol sebentar sama Om Zee."


"Eh, kamu bertemu Zee? Dimana?" Kali ini daddy El yang tertarik dengan apa yang baru saja disampaikan oleh sang putra.


"Di depan cafe, Dad. Tadi kebetulan Om Zee kesana nemenin tante Kiara."


"Tumben, ada acara apa?"


"Katanya tante Kiara ada janji sama klien gitu. Jadi om Zee antar dan tungguin sampai selesai."


"Tumben Zee mau nungguin sampai selesai? Biasanya juga hanya di antar doang, baru nanti di jemput."


"Nggak tau, Dad. Tapi tadi sepertinya klien tante kiara teman kuliahnya dulu deh. Itu yang aku dengar, sih."


"Cowok?"


"Iya. Dua orang."


"Pantesan. Zee kan paling posesif jika menyangkut hal seperti itu." Jawab daddy El.


Mendengar perkataan daddy, mommy Fara langsung mendengus kesal.


"Ccckkk, seperti dirinya nggak posesif saja." Gerutu mommy Fara.


Cello yang melihat perdebatan kedua orang tuanya akan dimulai, dia lebih memilih untuk beranjak menuju kamar tidurnya. Dia ingin membersihkan diri sebelum makan malam.


Ceklek.


Cello membuka pintu kamar dan mendapati Shanum baru saja menutup laptopnya.


"Eh Mas, kok aku nggak dengar jika sudah pulang," kata Shanum sambil meraih tangan Cello untuk di kecupnya.


"Baru saja. Aku mau mandi dulu."


"Iya, sudah aku siapkan semuanya. Aku turun dulu ya, Mas. Mau bantu mommy."


Saat Shanum hendak melangkahkan kakinya menuju pintu kamar, tangannya langsung ditarik oleh Cello. Seketika Shanum berhenti dan menoleh menatap wajah Cello.


"Ada apa, Mas?"


"Eh, maksudnya Dio siapa?" Tanya Shanum bingung. Pasalnya, beberapa hari ini dia sering dihubung-hubungkan dengan nama Dio. Belum lagi kakak tingkatnya yang beberapa hari lalu menemuinya di toko kue.


"Dio kakak tingkat kamu itu."


"Kak Dio? Memangnya kapan aku dekat dengan dia, Mas? Kamu ini ada-ada saja."


"Aku nggak tahu kapan kamu dekat dengannya. Hanya saja, tadi aku mendengar ada yang ngomongin kalian di kampus."


"Eh beneran, Mas? Siapa?"


"Ya mana aku tahu. Sepertinya, cewek itu naksir sama si Dio itu. Aku hanya nggak mau kamu kena masalah karena hal ini."


Seketika Shanum mengulas senyumannya dan berjalan mendekati sang suami. Dia melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Cello dan menengadahkan wajahnya untuk menatap wajah sang suami.


"Kamu nggak usah khawatir, Mas. Nggak ada yang bisa membuat aku tertarik kepada laki-laki lain selain kamu, Mas."


Cello sedikit mencebikkan bibirnya saat mendengar jawaban Shanum.


"Yakin nggak tertarik sama Dio? Wajahnya kan lumayan."


"Nggak! Bagiku, nggak ada yang bisa ngalahin cakepnya suamiku. Apalagi, saat wajah ini penuh dengan peluh dan memerah menahan geraman. Beeuuuhhh, seksoy banget." Kata Shanum sambil berjinjit dan memberikan kecupan singkat pada bibir sang suami.


Seketika senyum terbit pada bibir Cello. Dia mendekat tubuh Shanum semakin erat.


"Beneran kamu nggak tertarik dengan Dio, kan?" Tanya Cello sambil masih menyipitkan kedua matanya.


"Bener, Mas. Nggak percaya diri banget sih. Lagian, dulu waktu ospek, aku nggak sengaja lihat dia telanjang kaki habis nyebur ke taman air di depan rektorat itu. Dan, kamu tahu sesuatu?" 


"Tahu apa?"


"Jari jempol kakinya kecil dan pendek." Bisik Shanum.


"Hhaaah?"


••


Memangnya apa hubungannya? 🤔


Kok othor nggak mudeng ya.


Jangan lupa kasih vote, like dan komen buat othor ya. Terima kasih.