
Tak berapa lama kemudian, mobil yang dikemudikan Cello sudah memasuki area perkantoran sang daddy. Cello segera memarkirkan mobilnya dan langsung berjalan menuju ruang daddy El. Namun, saat hendak memasuki lobi, dia bertemu dengan Fajar, asisten daddy El.
"Om, habis dari mana?" Tanya Cello saat berjalan menuju lift.
"Oh, ini dari Amarta Group. Ada yang perlu dibahas dengan mereka. Ehm, mau menemui daddy ya, Mas?"
"Iya, nih Om. Nggak tahu kenapa aku disuruh kesini."
Fajar hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Setelahnya, pintu lift tersebut terbuka. Cello dan Fajar segera memasukinya dan langsung menekan tombol lantai tempat dimana daddy El berada.
"Hari ini Daddy nggak ada jadwal keluar kantor ya, Om?" Tanya Cello begitu mereka keluar dari lift setelah sampai pada lantai yang dituju.
"Nggak ada, Mas. Hari ini hanya nggak banyak pekerjaan, sih."
Cello hanya mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Setelahnya, dia segera pamit untuk memasuki ruangan sang daddy. Setelah mendapat sahutan dari daddy El, Cello segera membuka pintu ruang kerja tersebut. Dilihatnya sang daddy tengah berkutat dengan banyak laporan di meja kerjanya.
"Sudah datang El?"
"Hhhmm, Daddy sibuk?" Tanya El sambil mendudukkan diri di kursi yang berada di seberang tempat duduk daddy El.
"Nggak juga sih. Hanya memeriksa laporan sejak beberapa hari yang lalu. Laporannya menumpuk sejak daddy tinggal ke Semarang."
Cello mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.
"Lalu, ada apa Dad? Kenapa Daddt memintaku kesini?"
"Ehm, ini tentang cafe kamu dan tempat futsal Aldi seperti yang kamu bilang kemarin."
Kening Cello berkerut setelah mendengar perkataan sang daddy. Dia masih belum mengerti apa maksud perkataan tersebut.
"Maksudnya bagaimana, Dad?"
Selanjutnya, daddy El menjelaskan tentang pembangunan cafe yang sedang dilakukan oleh Cello. Daddy menawarkan menambah bagian samping untuk cabang toko kue milik keluarganya. Cello setuju dengan usul sang daddy. Dia berharap, nanti sang istri bisa ikut mengawasi sekaligus menemaninya di sana.
Sedangkan untuk tempat futsal Aldi, daddy sudah membahasnya dengan Fajar. Dan, daddy juga menyetujui untuk mengambil alih tempat tersebut. Cello cukup senang mendengar berita yang baru saja disampaikan oleh daddy El. Dia bisa segera memberitahukan kabar tersebut kepada Aldi.
"Dari mana saja sih, Cell. Petang begini baru pulang?"
"Dari cafe, Mom. Ada rencana tambahan dari daddy. Jadi, aku harus membahasnya dengan yang lainnya."
"Jadi menambah untuk toko kue?"
"Eh, mommy sudah tahu?" tanya Cello balik yang dijawab dengan anggukan oleh mommy Fara. "ya, jadi Mom. Dan aku juga ingin Shanum ikut terlibat nanti."
"Baguslah. Kalian bisa mengelolanya bersama-sama. Sudah, cepat bersih-bersih dulu sana."
Cello segera mengangguk dan bergegas menuju kamarnya. Begitu Cello memasuki kamar, dia tidak mendapati keberadaan sang istri di dalam sana. Namun, dia mendengar gemericik air yang berasal dari kamar mandi. Cello menyunggingkan senyuman smirknya.
Cello segera menutup pintu kamar dan menguncinya. Setelahnya, Cello segera meletakkan tas dan mulai melepas baju yang melekat di tubuhnya. Kini, Cello hanya tinggal menyisakan celana boxer. Dia segera berjalan menuju kamar mandi berniat untuk ikut bergabung bersama sang istri.
Cello membuka pintu kamar mandi pelan-pelan. Dia mengintip ke dalam kamar mandi, dan dilihatnya sang istri tengah mengguyur tubuhnya di bawah pancuran shower dengan membelakanginya.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Cello segera melangkah masuk dan mulai melepaskan satu-satunya penutup tubuhnya. Tak perlu menunggu lebih lama lagi, Cello langsung memeluk tubuh Shanum dari belakang.
Grep.
Sontak saja Shanum langsung terpekik kaget. Namun, sesaat kemudian, dia menyadari jika sang suami lah yang tengah memeluknya.
"Astaga, Mas! Kamu buat jantungan saja. Kaget tau!" gerutu Shanum.
Namun, bukan Cello namanya jika tidak "ndablek". Tanpa memperdulikan ocehan Shanum, kedua tangan Cello masih saja asyik memainkan kedua benda favoritnya.
"Yang, kok aku tambah gemes ya. Tadi ini yang kecil lemes, kok sekarang jadi kenceng banget. Kenapa?"
•••
Opo sih Cell? 🤔