
"Hhaahh?! Anggita? Apa maksud kamu Rey? Kamu jalan dengan Anggita? Jangan macam-macam kamu Rey, dia sudah menikah!" Kali ini Kenzo yang terkejut.
Kenzo sudah berpikir yang tidak-tidak dengan Reyhan. Sementara Reyhan langsung mendengus kesal.
"Apa maksud, Tuan?!" Tanya Reyhan sambil mendengus kesal. "Bukannya saat itu anda yang meminta saya untuk menemani nona Anggita. Anda menolak menemaninya karena tidak mau pulang terlambat." Gerutu Reyhan.
Kenzo mengingat-ingat waktu yang di maksud oleh Reyhan itu. Ya, terakhir kali Anggita ke Indonesia memang dia meminta dirinya untuk menemani ke salon dan belanja kebutuhan selama dua hari disini sebelum sang suami menjemputnya kembali dari Banjarmasin dan kembali lagi ke Jepang. Tapi dirinya tidak ingin terlambat pulang ke rumah dan membuat Vanya menunggu lama. Kenzo akhirnya meminta Reyhan menggantikannya.
Kenzo mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Dia sudah mengingat peristiwa itu.
"Ah, iya benar. Aku baru ingat sekarang. Waktu itu aku memang memintamu untuk menemani Anggita. Maaf Rey, aku benar-benar lupa." Kata Kenzo sambil terkekeh geli.
Vanya yang melihat tingkah kedua orang di depannya itu semakin kesal. Dia sama sekali tidak merasa kenal dengan anggita ini.
"Anggita siapa sih, Mas? Aku belum kenal." Tanya Vanya sambil mengerutkan keningnya.
Kenzo menoleh menatap wajah Vanya yang terlihat sedang kesal. Dia tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Vanya.
"Maaf, Sayang. Aku lupa memperkenalkan kalian. Kemarin saat Anggita ke Indonesia, dia hanya stay dua hari di sini. Hari pertama, sebenarnya dia ingin ikut ke sini, tapi mama memintanya datang ke rumah dan menginap di sana. Hari kedua, dia berkunjung ke makam kedua orang tuanya di Bandung, itupun masih dengan mama. Keesokan harinya langsung di jemput suaminya kembali ke Jepang. Jadi, dia tidak sempat bertemu denganmu. Maafkan aku ya." Kata Kenzo.
Vanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Namun, dia masih penasaran dengan Anggita ini. Seberapa dekat dia dengan Kenzo dan Reyhan. Vanya benar-benar ingin tahu. Jiwa keponya sudah meronta-ronta.
"Bisa mas Kenzo jelaskan dulu siapa sebenarnya Anggita ini?" Tanya Vanya. "Aku sama sekali belum pernah mendengar namanya. Kita menikah sudah hampir empat bulan lho, masa iya aku belum tahu keluarga kamu Mas." Lanjut Vanya.
Kenzo menoleh menatap Vanya yang terlihat penasaran pun menghentikan aktivitas memakan camilannya. Dia sedikit berputar untuk menghadap ke arah Vanya.
"Aku akan ceritakan garis besarnya saja dulu. Anggita itu anak satu-satunya dari tante Fenita dan om Anggara. Om Angga ini saudara mama satu-satunya. Saat usia Anggita empat tahun, kedua orang tuanya mengalami kecelakaan akibat jatuhnya pesawat yang mereka tumpangi. Mereka meninggal. Anggita yang masih sangat kecil waktu itu, diasuh oleh mama dan papa. Dia berusia lima tahun di bawahku."
"Sejak saat itu, aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri. Begitu juga dengan Reyhan. Bagi Anggita, aku dan Reyhan adalah sosok kakak yang tidak dimilikinya. Dua tahun lalu, setelah lulus kuliah, dia menikah dengan Reano teman kuliahnya. Dia keturunan Jepang-Indonesia. Saat ini, suaminya bekerja di perusahaan orang tuanya di Jepang. Jadi, mau tidak mau Anggita mengikuti suaminya tinggal di Jepang." Kata Kenzo.
Vanya yang mendengarnya mengangguk-anggukkan kepalanya. Dia sedikit menyunggingkan senyumnya. Dalam benaknya, masih ada kesempatan untuk menjodohkan Fida dengan Reyhan. Batin Vanya.
Kenzo yang menyadari sang istri tengah senyum-senyum sendiri pun menoleh.
Seketika Vanya mengerucutkan bibirnya setelah mendengar perkataan Kenzo.
"Apaan sih, Mas. Siapa juga yang mikirin hokya-hokya." Jawab Vanya dengan ketus. "Aku hanya sedang mikirin bagaimana cara membantu Fida." Lanjut Vanya sambil memancing reaksi Reyhan.
Dan benar saja. Reyhan terlihat menghentikan aktivitasnya memakan kue. Dia mulai menoleh menatap Vanya. Sementara Vanya yang mengetahui jika Reyhan memperhatikannya hanya diam sambil meneruskan menyeruput kopinya.
"Memangnya ada apa dengan Fida?" Tanya Kenzo setelah menenggak minumannya hingga tandas. Dia sudah menghabiskan kopinya.
"Hhhmm, dia tidak ingin dijodohkan. Jadi, dia memintaku untuk mencarikan pacar bohongan. Dan, aku berharap semoga pacar bohongannya nanti bisa sampai jadi pacar halalnya." Jawab Vanya sambil tersenyum.
Klontang
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Waduuhh, bunyi apa itu?
Mohon dukungannya ya, klik like, komen dan vote
Untuk mengetahui kapan up dan karya terbaru, bisa follow ig othor @keenandra_winda
Thank you