The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 12



Cello dan Shanum langsung disambut oleh karyawan butik langganan mommy Fara. Mereka langsung diarahkan ke ruangan fitting baju. Di sana, mereka berdua sudah ditunggu oleh beberapa orang yang sudah siap membantu.


Shanum terlihat sangat takjub saat melihat berbagai model baju pengantin yang berada di sana. Wajah yang berbinar bahagia tersebut tak luput dari perhatian Cello.


"Kamu coba sana gih. Pilih yang kamu suka." Kata Cello.


"Eh, ini kita tidak menunggu tante Fara?" Tanya Shanum sambil menatap wajah El.


"Mommy akan datang nanti setelah dari restoran. Jika kita harus menunggunya terlebih dahulu, bisa sangat lama nanti. Sudah, kamu coba saja dulu. Pilih yang kamu suka." Kata Cello.


Shanum mengangguk mengiyakan. Namun, netranya masih memperhatikan El yang berjalan menuju sofa dan mendudukkan diri di sana. Kening Shanum berkerut saat melihat Cello justru diam dan tidak mencoba bajunya.


"Kok kamu diam di sana? Nggak coba baju sekalian?" Tanya Shanum.


"Nanti saja. Jika kamu sudah menemukan baju yang pas dan cocok, aku akan mencari baju yang sesuai dengan baju pilihanmu." Jawab Cello.


Shanum yang mengerti maksud dari Cello hanya bisa mengangguk mengiyakan. Setelahnya, Shanum segera berjalan menuju deretan baju kebaya yang sudah disiapkan oleh karyawan butik tersebut. Dia terlihat sangat bahagia sekali saat menyusuri banyaknya baju kebaya yang berjejer rapi di sana.


"Mau yang konsep seperti apa, Nona?" Tanya seorang karyawan butik tersebut.


"Eh, nggak ada konsep khusus kok, Mbak." Jawab Shanum.


"Untuk acara ijab qobul, ya?"


"Iya."


"Ehm, bagaimana kalau yang ini, atau yang ini." Kata karyawan butik tersebut sambil menunjukkan kebaya kepada Shanum.


Wajah Shanum terlihat berbinar saat melihat kedua kebaya tersebut. 


"Bolehkah aku mencobanya?" Tanya Shanum penuh semangat.


"Tentu saja. Mari, saya akan membantu Anda." Kata karyawab butik tersebut sambil menunjukkan arah ke ruang ganti.


Di dalam ruang ganti, Shanum mencoba kebaya pertama dengan bantuan karyawan toko tersebut. Setelah beberapa saat kemudian, Shanum sudah selesai. Dia terlihat berputar-putar di depan cermin sambil memandangi tubuhnya yang dibalut kebaya tersebut. Lagi-lagi, senyuman tak luput dari bibirnya.


"Sebaiknya, Anda keluar dan menunjukkannya kepada calon suami Anda, Nona. Saya yakin calin suami Anda juga penasaran." Kata karyawan butik tersebut sambil terkekeh.


"Eh, harus begitu ya?" Tanya Shanum dengan polosnya.


"Iya, Nona. Biasanya calon pengantin pria juga sangat antusias."


"Ccckkk, seperti di film dan novel-novel saja." Kata Shanum. Namun, dia tetap beranjak menemui Cello.


Shanum berjalan pelan-pelan untuk menemui Cello. Dia berjalan dengan bertelanjang kaki sambil mengangkat sedikit kebayanya yang menjuntai di bagian belakang. Shanum mendekati Cello dari arah samping, karena saat itu Cello tengah duduk di sebuah sofa yang menghadap ke selatan. Sedangkan ruang ganti berada di sebelah barat.


"Ehm, bagaimana dengan kebaya ini?" Tanya Shanum tiba-tiba saat sudah berada di sebelah Cello.


Cello yang terkejut pun segera menoleh. Dia cukup pangling saat melihat Shanum memakai kebaya tersebut. Sangat elegan, pas, dan juga, cantik, batin Cello. Dia mengerjab-ngerjapkan matanya beberapa kali untuk menjaga ekspresiny.


"Kamu sudah yakin dengan yang ini?" Tanya Cello.


"Iya, bagus nih. Bagaimana? Kamu suka?" Entah mengapa Shanum menanyakan hal itu.


Belum sempat Cello menjawab, Shanum sudah berputar untuk menunjukkan keseluruhan kebaya yang sedang dicobanya. Seketika kedua bola mata Cello mendelik tajam saat melihat sesuatu. Dia langsung mendengus kesal setelahnya.


"Itu punggung kenapa terekspose begitu. Jangan pakai itu, ganti yang lain. Bisa-bisa kamu akan masuk angin nanti jika acaranya outdoor."


"Lhah,"


\=\=\=\=\=


Jangan lupa tinggalkan like, komen dan juga vote ya. Kasih othor kiriman bunga dan kopi juga boleh 🤭