
"Maasshhh, aku mau ngomong. Ada yang suka sama aku." Kata Vanya sambil menahan bibirnya mengeluarkan suara.
Deg
Saking terkejutnya dengan apa yang dikatakan Vanya, Kenzo bahkan tak sadar telah menggigit sesuatu yang tengah berada di dalam mulutnya. Sontak saja Vanya langsung menjerit kesakitan.
"Aaarrgggghhh aauuuuuwwhhh aduuuhh dduuuhh duuuhhh Maaaasssss, lepaasssss!" Teriak Vanya sambil memukul-mukul bahu Kenzo.
Kenzo yang tersadar dengan apa yang terjadi pun langsung melepaskan mulutnya. Seketika Vanya langsung berdiri dan mengusap-usap bekas gigitan sang suami. Dia masih meringis kesakitan.
"Maaf, maaf. Aku tidak sadar telah menggigitnya tadi. Sini aku obatin." Kata Kenzo sambil menarik lengan Vanya.
Vanya pun menuruti perintah sang suami. Dia segera duduk di samping Kenzo sambil masih mengusap-usap dadanya.
"Sakit tau Mas. Kalau putus bagaimana?!" Gerutu Vanya.
"Ya maaf Yang, aku tidak sadar tadi. Lagi pula, kamu aneh banget. Kalau mau ngeprank lihat-lihat dong." Kata Kenzo sambil mengoleskan gel pereda nyeri.
Vanya menoleh menatap wajah Kenzo. Dia terlihat merengut kesal setelah mendengar perkataan sang suami. Dikira dia mengada-ngada apa. Batin Vanya.
"Siapa juga yang ngeprank Mas, aku berkata jujur. Aku juga nggak mengada-ada." Jawab Vanya sambil masih mengusap-usap bekas gigitan Kenzo.
Seketika Kenzo menoleh menatap wajah Vanya dengan tatapan tajamnya. Di wajahnya terlihat gurat kekesalan dan tatapan menuduh. Vanya yang sadar dengan hal itu langsung mengusap pipi Kenzo.
"Dengarkan aku dulu Mas. Jangan berasumsi apapun sebelum mendengarkan penjelasanku. Aku hanya ingin berusaha jujur dan tidak menutupi apapun terhadap kamu Mas. Jadi, aku mohon jangan berpikir yang tidak-tidak dulu sebelum aku menjelaskan semuanya." Kata Vanya.
Kenzo yang menatap wajah Vanya yang bersungguh-sungguh pun akhirnya mengangguk mengiyakan. Dia akan berusaha mendengarkan penjelasan Vanya dulu sebelum menghakimi sang istri.
"Baiklah, aku akan mendengarkan penjelasanmu. Sekarang, jelaskan semuanya. Aku tidak mau ada yang ditutupi lagi." Kata Kenzo dengan suara menahan getaran.
Vanya pun mengangguk mengiyakan perkataan Kenzo. Dia beringsut naik ke atas tempat tidur dan menarik lengan Kenzo agar mengikutinya. Kenzo menuruti keinginan sang istri. Dia merangkak naik ke atas tempat tidur dan segera menyandarkan punggungnya pada kepala tempat tidur. Vanya yang melihat hal itu pun langsung merebahkan diri di dada sang suami. Tangan kanannya langsung melingkar pada perut sang suami dan memeluknya dengan erat.
"Katakan sekarang apa yang mau kamu sampaikan." Kata Kenzo dengan suara menahan geraman.
Vanya yang menyadari nada suara sang suami tengah berbeda pun langsung mengeratkan pelukannya. Dia mendongakkan kepalanya dan memberikan sebuah kecupan pada rahang sang suami.
"Jangan marah dulu. Dengarkan penjelasanku." Kata Vanya sambil mengusap bekas kecupannya pada rahang Kenzo.
Kenzo menatap netra mata Vanya sebelum mengangguk mengiyakan. Sebuah senyum langsung terbit dari bibir Vanya saat melihat netra mata sang suami sudah mulai melembut.
"Dulu, saat kita masih berada di Bali, mbak Erika pernah menyampaikan sesuatu kepadaku. Dia mengirimkan pesan singkat yang memberitahukan jika keponakannya, Rasha menaruh hati kepadaku. Aku tidak memberikan jawaban apa-apa pada saat itu. Aku berpikir jika nanti akan menjawab langsung saat bertemu dengannya."
"Setelah kita kembali, aku langsung menemui mbak Erika dan menjelaskan jika aku tidak bisa menerima niat baik keponakannya itu. Aku juga menjelaskan jika aku sudah menikah. Awalnya, mbak Erika sangat terkejut karena dia mengetahui jika aku tidak mempunyai pacar sebelumnya. Namun, setelah mendengar penjelasanku, akhirnya dia mau mengerti." Kata Vanya.
Kenzo masih mengusap-usap bahu Vanya. Dia masih terlihat tidak tenang. Vanya yang menyadari hal itu langsung mendongakkan kepalanya.
"Mas Kenzo tidak akan marah kan?" Tanya Vanya.
Kenzo menundukkan kepalanya untuk menatap netra mata Vanya. Dia ingin memastikan jika semua yang dikatakan Vanya memang benar. Dan, memang Kenzo tidak melihat adanya kebohongan di sana. Kenzo yakin jika sang istri tidak berbohong.
"Aku percaya kepadamu. Aku hanya khawatir jika hati ini akan berpaling ke lain hati." Jawab Kenzo sambil menempelkan tangannya pada dada Vanya. Namun, bukan bagian hati yang dipegang, tangannya justru turun ke bagian yang, ah sudahlah.
Vanya langsung mendelik tajam melihat tingkah Kenzo. Bibirnya mengerucut hendak protes. Namun, belum sempat Vanya memprotes, bibirnya sudah dibungkam oleh bibir Kenzo. Tak tinggal diam, Vanya justru menarik tengkuk Kenzo dan mencengkeramnya hingga tak bisa berpindah tempat.
Dan selanjutnya, terjadilah apa yang seharusnya terjadi. Vanya bahkan belum menyelesaikan ceritanya mengenai Rasha. Biarlah akan dilanjutkan esok hari. Kebutuhan saat ini sudah sangat mendesak. Elaahhh yang mendesak juga si suami. 🤦
Olahraga malam pun mereka lakukan beberapa kali hingga membuat tulang Vanya benar-benar remuk. Dia terlihat tidak memiliki tenaga lagi untuk bergerak. Kenzo membopongnya ke kamar mandi untuk membersihkan sisa-sisa olahraga malam mereka. Setelahnya, mereka segera terlelap.
Keesokan harinya, Vanya sudah berada di dapur untuk membuat sarapan. Sementara Kenzo sedang bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Setelahnya, dia segera bergabung dengan Vanya untuk sarapan.
"Hari ini ada acara apa?" Tanya Kenzo di sela-sela sarapannya.
Kenzo mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.
"Boleh. Tapi ingat, harus berhati-hati. Jangan terlalu capek juga. Jangan terlalu sore pulangnya." Kata Kenzo.
Vanya tersenyum mendengar perkataan sang suami.
"Tenang saja Mas, paling kami akan pergi ke toko buku untuk menambah koleksi novel kami. Setelah itu pulang. Aku ingin mencoba resep kue dari mama kemarin Mas." Jawab Vanya.
Kenzo mengangguk mengiyakan. Tak berapa lama kemudian, dia sudah selesai sarapan dan segera berpamitan untuk berangkat ke kantor.
Setelah Kenzo berangkat, Vanya segera membereskan meja makan dan mulai membereskan rumah. Karena Vanya masih libur kuliah, dia memutuskan untuk tidak memakai asisten rumah tangga langganannya. Vanya berniat membersihkan rumah mereka sendiri selagi masih sanggup.
Dia mulai memasukkan baju kotor pada mesin cuci dan mengatur waktu mencucinya. Setelahnya, dia meninggalkan mesin cuci untuk mulai mencuci piring dan peralatan dapur yang kotor. Vanya benar-benar melakukan pekerjaan rumah tangga sendiri. Dia sudah terbiasa dengan hal itu karena sudah lama tinggal di kosan.
Pukul 09.12 Vany sudah menyelesaikan pekerjaannya. Dia mendudukkan diri di atas sofa pada teras belakang sambil mengotak atik ponselnya. Vanya mengirimkan pesan kepada Fida untuk mengajaknya keluar hari itu.
Tak berapa lama kemudian, Fida memberikan balasan dan setuju untuk keluar bersama dengan Vanya. Vanya berjanji akan menjemput Fida setelah dirinya siap.
Hampir empat puluh menit kemudian, Vanya sudah selesai dengan rutinitasnya. Dia segera mengambil kunci mobil dan bergegas untuk menjemput Fida.
Sekitar satu jam kemudian, mereka sudah tiba di toko buku langganan mereka. Vanya dan Fida langsung berpencar untuk mencari novel-novel incaran mereka. Cukup lama mereka di sana, hingga akhirnya mereka sudah menemukan apa yang mereka cari.
Setelah membayar, Vany dan Fida langsung beranjak ke restoran yang ada di seberang toko buku tersebut. Perut mereka sudah mulai meronta-ronta untuk di isi.
"Bagaimana dengan kabar perjodohanmu Fid?" Tanya Vanya di sela-sela makan siang mereka.
"Ya begitulah. Aku tidak punya alasan yang kuat untuk menolak perjodohan itu." Jawab Fida dengan pasrah.
"Bagaimana dengan laki-laki yang dijodohkan denganmu itu?" Tanya Vanya.
"Entahlah, aku juga belum melihatnya. Setahuku dia seorang pengusaha travel di Semarang. Usianya sudah tiga puluh empat tahun." Jawab Fida.
"Hhaaahh?! Kok bisa?" Tanya Vanya terkejut.
"Ya bisa lah. Kamu saja bisa menikah dengan suami kamu yang usianya juga terpaut jauh denganmu." Jawab Fida dengan ketus.
Vanya mencebikkan bibirnya. Namun, setelahnya dia kembali tersenyum. Dia akan mengungkapkan rencananya.
"Bagaimana jika aku membantumu untuk membatalkan perjodohan ini?" Tanya Vanya.
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Kira-kira Fida mau tidak ya? 🤔
Mohon dukungannya buat othor, klik like, komen dan vote.
Untuk informasi lanjutan cerita mendadak istri, sudah othor up di ig othor ya. Bisa follow @keenandra_winda
Terima kasih