The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 31



Setelah mommy Fara dan juga Shanum hilang dari pandangan, Cello hanya bisa menghembuskan napas beratnya. Kedua netranya sesekali menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memastikan dirinya tidak menjadi pusat perhatian pengunjung.


"Kenapa aku harus berada di situasi seperti ini, sih? Dan ini, mana semua pengunjungnya perempuan lagi. Hhhh," gumam Cello sambil sedikit menoleh ke samping.


Untuk menghilangkan kegugupannya, Cello merogoh sakunya untuk mengambil ponsel. Dia berniat untuk memainkan game di ponsel tersebut. Namun, belum sempat Cello membuka aplikasi game online tersebut, Shanum terlihat datang dengan membawa beberapa jenis baju di kedua tangannya. Dia berhenti tepat di depan Cello.


Cello yang awalnya menunduk menatap ponselnya, seketika mendongakkan kepalanya saat Shanum memanggil namanya.


"Mas, mommy memintaku untuk menunjukkan ini. Bagaimana? Apa kamu suka?" Tanya Shanum dengan wajah merona.


Cello membelalakkan kedua bola matanya saat melihat baju yang ditenteng oleh kedua tangannya. Entah mengapa Cello mendadak sesak napas saat melihat baju-baju itu. Otaknya seketika langsung membayangkan Shanum memakai baju-baju tersebut. 


Sebenarnya menurut Cello, itu bukan sebuah baju. Bagaimana tidak, Shanum membawa beberapa pasang baju yang semuanya benar-benar seperti kaca yang tembus pandang. Semua itu bahkan tidak bisa menyembunyikan apapun yang ada di dalamnya.


"Ka-kamu mau pakai itu?" Tanya Cello tak berkedip.


Lagi-lagi wajah Shanum terlihat lebih merona dari semula. Dia sama sekali tidak berani untuk menatap wajah Cello.


"Ehmm, mommy hanya memintaku untuk menunjukkan ini kepadamu, Mas. Aku juga tidak tahu jika tiba-tiba mommy akan mengajak kita kesini." Jawab Shanum sambil masih menundukkan kepalanya. Dia benar-benar merasa malu untuk menatap wajah Cello.


Cello hanya bisa menghembuskan nafas beratnya. Dia tidak ingin membuat Shanum kesulitan.


"Ya sudah. Pilih saja apapun yang kamu suka." Jawab Cello pada akhirnya.


Shanum memberanikan diri untuk menatap wajah Cello.


"Eh, boleh pilih sendiri?" Tanya Shanum.


"Hhhhmmm,"


"Ka-kalau kamu nggak suka bagaimana, Mas?"


"Aku pasti akan suka," jawab Cello. Apalagi jika tidak pakai apa-apa, batin Cello. Namun, seketika dia menggeleng-gelengkan kepalanya. Aiiisssshhh, apasih yang aku pikirkan. Gerutu Cello pada dirinya sendiri.


Sekitar hampir satu jam kemudian, Shanum dan mommy Fara sudah selesai belanja. Mereka berjalan mendekati Cello yang masih memainkan gamenya di tempat semula.


"Ayo, Cell. Kita sudah selesai," kata mommy sambil mendekat ke arah Cello.


Seketika Cello langsung mendongakkan kepalanya menatap ke arah sang mommy. Lagi-lagi dia dibuat terkejut dengan banyaknya barang belanjaan mommy Fara.


"Eh, mommy belanja sebanyak ini?" Tanya Cello sambil memperhatikan banyaknya belanjaan mommy Fara di kedua tangannya. Jangan lupakan hal sama juga dilakukan oleh Shanum.


"Iya. Tapi ini belanjaan mommy. Shanum juga sudah belanja sendiri. Itu lihat saja sendiri. Bahkan, belanjaan nya jauh lebih banyak dari belanjaan mommy." Kata mommy Fara sambil menoleh ke arah Shanum.


Lagi-lagi Cello membulatkan kedua bola matanya. Dia melihat banyaknya belanjaan Shanum sambil bergidik. Satu, dua, tiga, enam, sembilan, dua belas, tiga belas? Ya, ada tiga belas paper bag yang dibawa oleh Shanum saat itu.


Cello hanya bisa menghembuskan napas beratnya. Dia menatap dua wanita yang ada di depannya tersebut sambil mengerucutkan bibirnya.


"Kenapa belanja sebanyak ini sih, Mom? Buat apa?" Tanya Cello sambil beranjak berdiri.


"Tentu saja untuk menyenangkan kamu. Kalian kan baru saja menikah, sudah seharusnya kalian menciptakan pengalaman yang berkesan, dong. Buat pengalaman yang berkesan, sehingga kalian bisa mengingatnya sepanjang masa," kata mommy Fara sambil tersenyum jahil.


"Maksud mommy untuk aktivitas ranjang?" Tanya Cello dengan Vulgar. Shanum yang mendengarnya langsung membuang muka. Dia benar-benar merasa malu mendengar perkataan Cello.


"Aisshhh, ngomongnya. Tentu saja iya," jawab mommy.


"Mengapa harus memakai itu semua jika aku lebih suka polosan?"


"Eh,"


Klik vote, like dan komen ya.


Scroll lagi👇