The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 81



Cello langsung terbangun saat mendengar teriakan sang istri. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan Shanum.


"Sayang? Kamu dimana?" Tanya Cello sedikit berteriak.


"Kamar mandi, Mas."


Cello langsung buru-buru beranjak menuju kamar mandi. Begitu membuka pintu kamar mandi, terlihat Shanum sedang memegangi alat tes kehamilan dengan mata berkaca-kaca. Tangisnya langsung luruh saat melihat kedatangan Cello.


"Hei, ada apa?" Tanya Cello panik melihat wajah Shanum yang sudah dipenuhi air mata.


Shanum langsung menggelengkan kepalanya. Dia memberikan ketiga alat tes kehamilan tersebut kepada Cello. Cello yang menerimanya hanya memandangi alat tersebut dengan kening berkerut. Dia masih belum mengerti apa arti dari alat tes tersebut.


"I-ini bagaimana maksudnya, Yang?" Tanya Cello.


"A-aku hamil, Mas. Kita akan punya anak," jawab Shanum dengan air mata berderai.


Senyum Cello langsung terkembang. Dia langsung meraup tubuh sang istri dan memberikan banyak kecupan pada wajahnya.


"Alhamdulillah. Terima kasih, Yang. Terima kasih. Aku benar-benar akan jadi daddy ini. Terima kasih." Kata Cello dengan air mata berderai.


Shanum yang juga masih terharu hanya bisa mengangguk mengiyakan. Dia memeluk tubuh sang suami dengan erat.


Pagi itu, Shanym dan Cello berencana untuk memeriksakan kehamilan Shanum ke dokter. Mereka belum memberitahukan kabar bahagia tersebut kepada keluarga besarnya. 


Cello dan Shanum pergi ke dokter kandungan yang sudah direkomendasikan oleh beberapa kenalan Shanum. Dan, disinilah sekarang mereka berada. Cello dan Shanum terlihat duduk menunggu antrian yang berada di depan ruang periksa.


Terlihat ada tiga orang ibu-ibu hamil yang juga akan memeriksakan kehamilannya. Mereka juga ditemani oleh para suami masing-masing.


Cello langsung bersemangat untuk mengikuti arahan sang dokter. Dia dengan telaten mengamati setiap gerakan dokter tersebut untuk memeriksa keadaan Shanum.


"Waahhh, sepertinya kalian akan mendapatkan bayi kembar. Ini ada dua kantung bayi." Kata dokter Risma, dokter yang memeriksa Shanum.


Seketika Shanum dan juga Cello nampak terkejut. Keduanya langsung saling pandang dan menunjukkan ekspresi terkejutnya.


"Ke-kembar, Dok?" Tanya Cello masih belum percaya.


"Iya. Anda lihat, ini ada dua kantung bayi. Yang satu ini, dan satunya ini." Kata dokter Risma sambil menunjukkan maksudnya pada layar monitor.


Baik Cello maupun Shanum langsung terharu. Mereka benar-benar tidak menyangka jika mereka akan mempunyai bayi kembar. Setelahnya, dokter Risma memberikan beberapa nasehat dan menuliskan resep vitamin untuk Shanum. Dokter Risma juga menjelaskan agar Shanum dan juga Cello menunda atau mengurangi aktivitas ranjang mereka. Mengingat usia kandungan Shanum masih tujuh minggu.


"Untuk Bapak, mohon bersabar dulu untuk aktivitas suami istri, ya. Di tunda dulu atau dikurangi. Biasanya, untuk usia muda semangat melalukannya sangat besar." Kata dokter Risma sambil tersenyum.


Mendengar perkataan dokter Risma, Cello dan Shanum langsung menegakkan tubuhnya. Mereka langsung saling menoleh dengan ekspresi wajah yang sama.


"Eh, ha-harus dikurangi ya, Dok?" Tanya Cello.


"Iya, Pak. Tapi, lebih baik jika tunda dulu sampai melewati trimester pertama, agar kandungannya lebih kuat."


"Kalau nggak tahan gimana, Dok? Masa iya harus menunggu selama itu, nanti jika aku ngidamnya 'begituan' bagaimana?"


"Waduh,"


Jangan lupa tinggalkan jejak untuk othor ya. Terima kasih.