The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Part M2.16



Malam itu setelah menanyakan kesungguhan El, mommy Vanya dan daddy Kenzo langsung beristirahat. Mereka bahkan belum sempat menanyakan kesediaan Fara karena mommy Vanya mengeluh sakit kepala. Mommy yang sudah seharian sibuk untuk menyiapkan acara malam ini, membutuhkan banyak istirahat.


Saat ini, El sudah selesai membersihkan diri dan mengganti bajunya dengan baju rumahan. Dia harus berbicara dengan Fara. Sebab, sejak tadi dia belum sempat berbicara berdua dengan Fara tentang keputusan mendadaknya. Biar bagaimanapun juga, El harus meminta persetujuan kepada Fara.


El berjalan menuruni tangga. Dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruang tengah dan dapur. Namun, tidak ada tanda-tanda keberadaan Fara. Mungkin sudah tidur, batin El.


Saat El hendak berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum, terlihat Fara juga baru keluar dari kamar tidurnya yang berada di samping ruang keluarga. Mereka sama-sama terkejut dan diam terpaku.


"Ehm, bisa kita bicara sebentar?" Kata El memberanikan diri.


"Eh iya Kak, Bisa." Jawab Fara sambil mengangguk mengiyakan.


Selanjutnya, Fara dan El berjalan menuju halaman samping, tepatnya di dekat kolam renang. Mereka duduk di gazebo yang ada di tepi kolam renang tersebut.


"Maafkan sikapku tadi. Aku akui aku salah melakukannya. Tapi, aku benar-benar serius dengan ucapanku." Kata El setelah mereka berdua sudah duduk berdampingan di tepi gazebo tersebut.


Fara menoleh menatap wajah El dan mengamatinya dengan seksama. Keningnya sedikit berkerut sebelum dia menghembuskan napas beratnya.


"Kak, sebelumnya aku minta maaf. Sebenarnya, aku sudah mengetahui jika kak El memang menaruh hati kepada kak Revina. Aku tahu dari cara Kakak ngomong, sikap Kakak, dan perhatian Kakak, semua itu karena memang Kakak memiliki perasaan terhadapnya."


"Tadi, saat kak Revina menanyakan hal itu kepada Kakak, aku bisa memaklumi jika Kakak refleks mengatakan hal itu. Dengan begitu, mungkin kak Revina benar-benar beranggapan jika Kakak tidak menyukainya."


Deg.


El begitu terkejut setelah mendengar perkataan Fara. Dia terkejut bagaimana Fara bisa mengetahui perasaannya terhadap Revina. Apakah sejelas itu hingga Fara, Zee bahkan Ferdi juga bisa mengetahuinya. El menggeleng-gelengkan kepalanya tidak mengerti.


"Nanti, biar aku yang ngomong kepada tante Vanya dan om Kenzo, Kak. Nanti aku akan bilang jika aku tidak bisa melakukan pernikahan ini. Jadi, kak El tidak akan terkena masalah." Kata Fara sambil tersenyum.


Seketika El langsung menoleh dan menatap wajah Fara lekat-lekat. Keningnya berkerut setelah mendengar perkataan Fara yang terakhir. Tidak. Bukan ini kemauannya. El tidak mau jika Fara mengatakannya kepada orang tuanya.


"Maafkan aku, Ra. Aku memang salah. Bukan mauku juga memiliki perasaan itu terhadap Revina. Tapi, aku tahu ini tidaklah benar. Revina bahkan hanya menganggapku sebagai seorang kakak, tidak lebih. Sejak awal aku berangkat ke luar negeri, aku juga sudah berusaha menghilangkan perasaan itu. Aku akui jika aku memang menaruh hati kepadanya. Tapi, rasa itu sekarang sudah mulai pudar. Dan aku yakin jika aku menikah, semua rasa itu pasti akan benar-benar hilang." Kata El.


Fara mengernyitkan keningnya memandang wajah El yang terlihat sedang bersungguh-bersungguh tersebut.


"Maksudnya, Kak?"


"Aku ingin tetap menikah denganmu, Ra." Kata El sambil menatap kedua bola mata Fara. "Diandra Farasha, maukah kamu menikah denganku?" Kata El dengan sungguh-sungguh.


"Ra?" Panggil El. Dia sudah benar-benar tidak sabar.


"Eh, apa Kak?" Jawab Fara sambil mengerjap-ngerjapkan matanya.


"Kok apa sih? Aku bertanya, maukah kamu menikah denganku? Maukah kamu membantuku untuk melupakan perasaanku kepada Revina dan memulai semuanya dari awal bersamamu?" Kata El.


"Hah, Kakak serius?"


"Ya, kali melamar orang begini dibilang bercanda, Ra." Dengus El.


"Eh, bukan begitu, Kak. Maksudku, aku bisa membantu Kakak untuk ngomong kepada Om dan Tante. Jadi, Kakak tidak harus menikah denganku."


"Tapi aku ingin menikah denganmu, Ra." Kata El.


"Kenapa?" Tanya Fara bingung. Pasalnya, dia sama sekali tidak menemukan alasan mengapa El ingin menikah dengannya.


"Seperti yang aku bilang kepada mommy tadi. Jika aku menikah, pernikahan itu bukan hanya untukku. Tapi, untuk orang tua dan keluargaku yang lainnya juga. Aku ingin istriku nanti bisa menyayangi orangtua dan keluargaku, seperti dia menyayangiku. Dan itu semua, ada pada kamu, Ra."


Fara tampak masih mengerutkan keningnya menatap wajah El. Dia terlihat sedang berpikir keras. Melihat hal itu, El menjadi berpikiran jelek.


"Kamu menolaknya, Ra? Apa kamu sudah punya pacar?"


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Mumpung hari senin, minta boom Vote dong. Biar othor semangat up. Jangan lupa klik like dan komen. Terima kasih.