The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Part M2.21



Saat mendengar pintu kamar mandi terbuka, seketika pandangan mata Fara melihat sesuatu yang tidak seharusnya. Dia langsung berteriak dan menutup wajahnya dengan kedua tangan.


"Astaga, Mas. Kenapa timunnya tidak dibungkus sih!"


"Hah?!" El langsung berhenti melangkahkan kakinya dan menatap Fara dengan bingung. "Timun? Timun apa?" El masih belum mengerti maksud Fara.


"I-itu yang dibawah." Kata Fara sambil masih menutup wajahnya dengan kedua tangan.


El menunduk dan baru mengerti maksud Fara. Entah dia harus ngomong bagaimana lagi kepadanya.


"Ehm, i-itu aku minta maaf. Aku memang biasa tidur dengan tidak memakai apa-apa lagi selain boxer. Tidak nyaman dan terlalu ketat." Jawab El. Entah mengapa dia harus menjelaskan hal itu kepada Fara.


Fara yang terkejut dia jadi gelagapan sendiri setelah mendengar penjelasan El.


"Ehm, begitu ya. Tapi, aku malu, Mas." Kata Fara sambil membuang muka. Dia tidak berani memandang ke arah El, masih canggung.


"Tidak apa-apa, nanti lama-lama juga terbiasa." Jawab El dengan santainya.


Fara hampir saja tersedak dengan ludahnya sendiri. Bagaimana mungkin akan terbiasa, apa suaminya itu sudah memikirkan hal-hal seperti yang dipikirkan oleh reader semua? Batin Fara.


El berjalan ke arah tempat tidur sambil memakai kaosnya. Dia segera merangkak ke atasnya dan menata bantalnya. Setelahnya, dia mengambil kopi yang sudah disiapkan oleh Fara. Biasanya, dia memang sering ngopi sambil ngobrol dengan sang daddy, meski tidak setiap malam. El menoleh menatap Fara yang masih tak bergeming dari posisinya.


"Kenapa masih berdiri di sana. Ayo, segera tidur." Kata El.


"Hah? Disini?" Tanya Fara. Kini dia memberanikan diri untuk menatap wajah El.


"Tentu saja. Kita kan sudah menikah, masa iya tidur di dalam kamar terpisah."


Fara terlihat menggigiti bibirnya. Dia bingung bagaimana bersikap nanti jika harus tidur di kamar yang sama dengan El. Namun, mau tidak mau dia harus melakukannya. Mereka sudah menikah. Jadi, sudah seharusnya mereka tidur dalam kamar yang sama, bukan.


"Ehm, a-aku belum membawa baju tidur, Mas. Aku ambil dulu." Kata Fara.


"Iya, cepat ganti sana dan segera kembali. Ada yang ingin aku bicarakan sebentar." Kata El.


Fara segera mengangguk dan berjalan menuju kamarnya. Dia langsung mengambil baju tidur yang dirasa cukup sopan dan segera menggantinya. Dia tidak ingin jika dianggap menggoda sang suami jika memakai baju tidur yang tampak terbuka, meskipun sebenarnya dia tidak memiliki baju tidur seperti itu.


Setelah selesai, Fara segera beranjak menuju kamar El di lantai dua. Namun, langkahnya terhenti saat sebuah suara memanggilnya. Fara menghentikan langkahnya.


"Fara, kenapa masih belum istirahat?"


"Eh, Mommy. I-ini mau istirahat Mom. Baru ganti baju." Jawab Fara sambil tersenyum malu.


Mommy Vanya yang sedang membawa air minum pun berjalan mendekat ke arah sang menantu. Diamatinya penampilan sang menantu dari atas hingga bawah. Fara yang saat itu memakai baju tidur berlengan pendek dan celana panjang membuat mommy Vanya mengerutkan keningnya. Jika Fara memakai baju tidur seperti itu, bagaimana bisa memancing El. Bisa-bisa dia akan lebih lama lagi mendapatkan cucu.


"Sayang, kamu tidur dengan suami kamu dengan pakaian seperti ini?" Tanya mommy Vanya.


"I-iya, Mom. Apa kurang sopan?" Tanya Fara sambil mengerutkan keningnya.


"Hhhaaah, kurang sopan? Masa iya kurang sopan sih, Ra. Yang ada juga kurang terbuka. Jangan pakai baju tidur seperti ini, suami kamu tidak akan suka nanti. Mommy sudah menyiapkan banyak baju tidur yang cocok buatmu. Tante Gitta sendiri yang sudah memberikannya. Sebentar, mommy ambilkan dan kamu bisa langsung ganti." Kata mommy Vanya sambil beranjak menuju kamarnya.


Fara masih diam mematung sambil mengamati langkah sang mertua. Dia masih belum bisa mencerna maksud mertuanya itu. Kurang terbuka? Masa iya dia harus mengganti baju tidurnya. Pikir Fara.


Tak berapa lama kemudian, mommy Vanya sudah terlihat kembali dengan membawa dua buah paper bag dan menyerahkannya kepada Fara. Fara menerimanya dengan kening berkerut.


"Apa ini, Mom?" Tanya Fara. Dia melongokkan kepalanya ke dalam paper bag tersebut.


"Ini baju tidur khusus dari butik ternama. Mommy khusus memesannya kepada pemilik butik tersebut. Karena acara pernikahan kalian dadakan, jadi mommy hanya sempat mendapatkan itu. Kapan-kapan kita bisa belanja bersama-sama." Jawab mommy Vanya.


"Eh, baju tidur khusus? Jadi, harus ganti dengan ini, Mom?" Tanya Fara.


"Iya, cepat ganti baju dengan ini. Gantinya di dalam kamar El. Jangan memakainya di luar kamar." Kata mommy Vanya sambil mendorong Fara agar kembali ke kamar putranya.


Mau tidak mau Fara menuruti keinginan sang mertua. Dia berjalan menuju kamar sang suami dengan jantung bergemuruh hebat. Fara membuka pintu kamar El dan mengintip sang suami yang tengah menyesap kopinya. El menoleh menatap Fara yang masih mengintip dibalik pintu.


"Ada apa? Mengapa mengintip seperti itu?" Tanya El.


"Eh, ti-tidak. Sebentar." Kata Fara buru-buru masuk dan menutup pintu kamar. Setelahnya, dia segera berlari kedalam kamar mandi yang berada di dalam kamar El.


El yang melihat tingkah sang istri mengernyitkan keningnya bingung. Sementara di dalam kamar mandi, Fara membuka paper bag tersebut. Kedua mata dan mulutnya langsung terbuka lebar saat melihat isi di dalamnya.


"Astaga, ini baju tidur apa jaring ikan?!"


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Masih puasa ya, ditahan-tahan dulu jangan sampai traveling.


Jangan lupa vote, like dan komen. Biar othor semangat upnya.