The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Mengajak Pulang



Sementara di dalam kamar hotel, Kenzo benar-benar menjalankan niatnya. Dia sudah menyiapkan kamar hotel tersebut sejak sebelum sarapan tadi pagi. Kenzo meminta Reyhan untuk menyiapkan apa yang diinginkannya sebelum dirinya berangkat ke tempat Fida.


"Massshhh eemmmppphhhh, aauuhhhhh, i-iniihhh se-semakinnn eemmppphhh..." Racau Vanya saat dirinya tengah berusaha menyelesaikan apa yang sudah di mulai oleh sang suami. 


Kali ini, Vanya yang mengambil alih permainan. Kepalanya menengadah dengan mata terpejam dan bibir tergigit. Kenzo memang berusaha untuk membuat dirinya merasa nyaman, meski dengan konsekuensi fokusnya akan terpecah. Namun, hal itu rela dilakukannya demi istri dan calon anaknya. 


"Yaanghhh emmhhhh, bisa cepetaannhh." Pinta Kenzo sambil berusaha mengimbangi gerakan sang istri.


"Hhhmmm, iy-yaaaaahhhhh Maasshh, auuhhh ini kok hhmmmm nikmaathh…" Racau Vanya sambil menahan suaranya sambil bergerak. Hal yang sama pun dilakukan oleh Kenzo. Mereka berusaha bersama untuk menyelesaikan apa yang sudah mereka mulai.


Beberapa saat kemudian, mereka sama-sama tumbang setelah sama-sama berhasil mendapatkan apa pelepasan.


"Hah hah hah huh huh huh. Maasshhh kok jadi haus ya." Kata Vanya sambil merebahkan diri pada dada bidang Kenzo.


"Hhhhh, ya jelas saja kehausan, dari tadi jerit-jerit mulu." Jawab Kenzo sambil meraih air putih yang ada atas nakas di samping tempat tidur kemudian menyerahkannya kepada sang istri.


Vanya mengambil air minum yang diberikan Kenzo dan mulai menenggaknya hingga tandas. Tak berapa lama kemudian, Kenzo pelan-pelan membawa sang istri ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Kita pulang jam berapa, Mas?" Tanya Vanya begitu selesai membersihkan diri.


Kenzo yang tengah mengeringkan rambutnya pun menoleh menatap wajah Vanya. 


"Siapa yang bilang kita akan pulang hari ini? Kita akan menginap di sini malam ini." Jawab Kenzo.


"Hhaaa?! Kenapa harus menginap di sini sih, Mas?" Tanya Vanya. Perasaannya sedikit tidak enak. Bisa jadi mereka akan mengulangi hal seperti tadi.


"Ya, sekali-kali menginap di hotel kan tidak apa-apa." Kilah Kenzo. Dia bisa melihat wajah sang istri tengah di tekuk.


"Besok kamu harus bekerja, Mas. Kita bahkan tidak bawa baju ganti. Dan besok pasti akan sangat ribet sekali." Kata Vanya. "Kita pulang saja, ya. Kalau mau melakukannya lagi di rumah kan juga bisa." Lanjut Vanya. Dia bisa melihat keinginan sang suami.


Seketika Kenzo menoleh menatap wajah Vanya dengan tatapan penuh binar bahagia. Dia segera berjalan menuju ke arah sang istri yang sedang duduk di atas tempat tidur tersebut.


"Benarkah? Yakin mau melakukannya di rumah?" Tanya Kenzo memastikan.


Vanya pun mengangguk mengiyakan. Dia mengambil ponselnya dan membuka beberapa pesan kemudian menunjukkannya kepada Kenzo. Di sana terdapat pesan jawaban dari dokter Friska yang menjelaskan jika kandungan dan janinnya sangat sehat. Mereka aman untuk melakukan hubungan suami istri, namun tetap harus menghindari posisi yang membahayakan calon anak mereka.


Beberapa saat kemudian, Kenzo dan Vanya memutuskan untuk segera pulang. Mereka sampai di rumah menjelang maghrib. Setelahnya, mereka segera membersihkan diri.


"Tadi Reyhan sudah mengirimkan kabar jika dia sudah mengantarkan Fida pulang. Reyhan juga mengirimkan sebuah rekaman yang sempat dia ambil saat sedang berada di mall." Jawab Kenzo.


"Rekaman apa, Mas? Rekaman saat dia kencan dengan Fida?" Tanya Vanya antusias.


"Hhhh, bukan. Rekaman perdebatan antara Elsa dan Rasha." Jawab Kenzo.


"Hhaaa?! Apa hubungannya tante Elsa dan Rasha? Apa jangan-jangan tante Elsa hamil anaknya Rasha?" 


"Kamu tahu, Yang?!" Kenzo sedikit terkejut mendengar pertanyaan Vanya.


"Jadi beneran tante Elsa hamil anaknya Rasha, Mas?" Bukannya menjawab pertanyaan Kenzo, Vanya malah kembali bertanya.


"Ccckkk, bukan itu. Dari mana kamu tahu jika Elsa hamil?" Tanya Kenzo.


"Oh itu, dulu saat aku dan Fida pertama kali memeriksakan kehamilan, aku sempat melihat tante Elsa keluar dari klinik tersebut. Aku saat itu hanya mengira-ngira jika dia hamil. Namun ternyata dia memang sedang hamil." Jelas Vanya.


Kenzo mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. 


"Lalu, apa hubungan tante Elsa dengan Rasha, Mas?" Tanya Vanya.


"Mereka.."


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Nyicil dulu ya, othor e masih ada kerjaan di RL 🙏