
"Ke-kenalan? Maksudnya?" Tanya Reyhan bingung. Dia masih mengerutkan keningnya melihat senyuman smirk Fida.
"Tentu saja kenalan onderdil kita, Mas." Jawab Fida sambil berjalan di depan Reyhan.
"Kita mau buka bengkel?"
"Iya, Mas. Bengkel reparasi onderdil pembuat anak." Jawab Fida sambil kembali mengedipkan matanya kepada Reyhan.
Reyhan? Jangan ditanya lagi. Jantungnya menderu semakin cepat. Keringat dingin langsung merembes pada pelipisnya. Dia melirik jari tangannya yang mendadak tremor.
Oh, tidak. Apakah memang seperti ini rasanya saat akan melakukan malam pertama? Tanya Reyhan dalam hati.
Bagaimana reader jawabnya? Othor mah masih polos, belum mengerti yang di maksud Reyhan 🤭
Ceklek.
Fida membuka pintu kamar tidur mereka dan langsung memasukinya. Dia begitu terkesiap saat melihat dekorasi kamar pengantin yang ada di depannya. Hiasan bunga di atas ranjang putih itu tidak terlalu berlebihan, namun justru terlihat luar biasa di mata Fida.
Fida langsung berjalan ke arah tempat tidur tersebut dan menyentuh bunga-bunga segar yang ada di atasnya. Bibirnya tak berhenti mengulas senyuman. Reyhan masih diam mematung berdiri di depan pintu kamar tidur mereka sambil memperhatikan tingkah sang istri.
"Ini kamu yang mendekorasi semuanya, Mas?" Tanya Fida sambil berbalik menatap wajah Reyhan.
Reyhan menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Bukan aku yang membuat dekorasi ini." Jawab Reyhan.
"Lalu?"
"Ehm, ini semua mama Tari yang mendekorasinya." Jawab Reyhan.
Ya, setelah acara lamaran kemarin, Reyhan memang diminta untuk memanggil mama dan papa kepada orang tua Kenzo. Reyhan sudah dianggap sebagai putra mereka.
"Benarkah mama Tari yang melakukan semua ini?" Tanya Fida meyakinkan.
Reyhan kembali mengangguk untuk mengiyakan pertanyaan Fida. Wajah Fida benar-benar berbinar bahagia mendengarnya. Ternyata, mertua Vanya tersebut sangat mengetahui seleranya. Fida berjalan menghampiri Reyhan yang masih diam mematung di depan pintu kamar.
"Kapan kita mulai kenalan onderdilnya, Mas?" Tanya Fida sambil memeluk Reyhan dari depan. Kepalanya menengadah menatap wajah sang suami.
Reyhan hanya membulatkan matanya begitu mendengar pertanyaan Fida. Sebenarnya Reyhan bukan terkejut karena pertanyaan Fida. Tetapi, dia terkejut karena lutut kaki kanannya sudah diangkat sehingga mengenai selang alaminya.
Seketika selang alami yang masih polos bak ular kobra yang tengah tidur dan kemudian di usik, dia langsung menggeliat dan menunjukkan jati dirinya. Reyhan hanya bisa menggeram sambil menggigit bibirnya saat menahan lutut Fida agar tidak bergerak terus di bawah sana.
Fida yang menyadari telah terjadi perubahan pada bagian bawah tubuh Reyhan pun langsung menghentikan aksinya. Dia sedikit menggeser tubuhnya ke belakang dan menatap perubahan yang sangat jelas telah terjadi di bagian bawah sana.
"Astaga, Mas. Bagaimana cara kamu menyembunyikan menara pisa mu selama ini?!" Tanya Fida sambil menatap sesuatu yang katanya menara pisa tersebut tak berkedip. "Eh, sepertinya bukan menara pisa deh, kan tidak condong." Lanjut Fida.
Reyhan, jangan ditanya lagi. Wajahnya sudah memerah padam. Kedua tangannya langsung menyambar jaketnya yang tergeletak di atas sofa yang berada di sampingnya untuk menutupi sang tersangka yang sudah membuatnya malu. Entah mengapa sang tersangka langsung bereaksi seperti itu. Seolah-olah dia sudah mengetahui calon pawangnya. Ular, kali pawang thor 🤦
"Itu, yang kamu tutupi, Mas. Lagian kenapa harus malu sih. Kita kan sudah menikah. Cepat atau lambat pasti juga akan buka-bukaan." Kata Fida sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ma-maaf. A-aku masih belum terbiasa." Kata Reyhan benar-benar gugup.
"Kalau begitu, kita mulai biasakan diri dari sekarang saja, Mas. Aku akan siap-siap." Kata Fida penuh semangat sambil berjalan menuju kamar mandi dan membawa kopernya.
"Haduuhhh, bagaimana ini?!" Gumam Reyhan panik. Dia masih menunduk melihat si pelaku masih tidak mau rileks seolah menantangnya untuk bertindak lebih.
Reyhan hanya bisa menghembuskan napas beratnya sambil berjalan menuju kamar mandi luar untuk membersihkan diri. Sesekali dia melirik si Rj yang masih belum sepenuhnya beristirahat.
Beberapa saat kemudian, Reyhan sudah selesai membersihkan diri. Dia juga sudah mengganti baju dengan baju tidur kebesarannya. Celana pendek dan kaos putih tipis yang selalu menemaninya.
Ceklek
Reyhan membuka pintu kamar tidurnya. Dia mengira Fida masih berada di dalam kamar mandi. Namun, dugaannya salah. Fida sudah selesai dari kamar mandi. Kini dia sedang menunggu Reyhan sambil duduk di tepi tempat tidur. Begitu pintu kamar dibuka, dia langsung melompat berdiri.
Betapa terkejutnya Reyhan saat melihat Fida yang sudah siap dengan baju dinas malamnya.
"Bagaimana, Mas? Kamu suka dengan baju dinas malamku?" Tanya Fida sambil memutar-mutar tubuhnya.
Glek
Seketika Reyhan merasakan ada sesuatu yang mengalir.
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Haduuhh, kapan tobatmu Fid 🤦
Mohon dukungan buat othor dengan klik like dan komen di setiap bab. Kasih vote juga buat karya othor ya.
Untuk informasi kapan up dan karya terbaru, bisa mampir di ig othor @keenandra_winda
Thank you