
Racauan Fida seolah tak ada habisnya. Dia dibuat kelojotan kesana kemari dengan tubuh melengkung ke atas setiap kali dia mendapatkan dorongan dahsyat dari dalam tubuhnya yang meminta untuk dikeluarkan. Nafasnya terengah-engah begitu mendapati getaran tubuhnya masih tersisa.
Reyhan menatap wajah lelah sang istri sambil tersenyum. Dia mendekatkan wajahnya pada wajah Fida sambil tangannya merapikan anak rambut Fida yang berantakan menutupi wajah berkeringatnya.
"Capek?" Tanya Reyhan sambil memberikan kecupan-kecupan kecil pada wajah Fida.
"Hhhmmm. Entah sudah berapa kali aku menggelepar karena jarimu, Mas. Rasanya tulang-tulangku sudah remuk." Jawab Fida di tengah-tengah deru nafasnya yang memburu.
Reyhan tersenyum melihat sang istri yang tengah mengatur nafasnya tersebut.
"Jadi, sudah menyerah ini? Yakin mau menunda unboxingnya?" Goda Reyhan.
Fida cepat-cepat menggelengkan kepalanya. Entah mendapat tenaga dari mana dia langsung mendorong tubuh Reyhan hingga kini Fida berbalik menindih tubuh Reyhan. Tubuh Fida yang sudah benar-benar polos membuat Reyhan tak mau berpaling darinya. Dengan sekali gerakan Fida sudah berhasil menarik kaos Reyhan, hingga kini Reyhan sudah benar-benar polos bagian atasnya.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, kini giliran Fida yang menyerang sang suami. Dia memperlakukan Reyhan sama seperti Reyhan memperlakukannya. Fida menyusuri rahang Reyhan dan menelusupkan wajahnya pada ceruk leher Reyhan. Fida juga memberikan gigitan dan h*s*pan pada leher Reyhan seolah-olah ingin memberikan stempel kepemilikan di sana.
Reyhan hendak mendorong tubuh Fida karena dirinya sudah merasa sangat tidak sabar. Namun, bukan Fida namanya jika membuat semua itu menjadi mudah. Tangannya bahkan sudah mulai bergerilya ke seluruh bagian tubuh sang suami. Tangan Fida bahkan sudah bermain-main pada bagian bawah tubuh sang suamk yang sudah menegang.
"Sssshhhhhh, ap-apa yang kamu lakukan ssshhhhh?"
Kini giliran Reyhan yang dibuat mupeng oleh sang istri. Bukannya menghentikan aksinya, Fida malah tersenyum jahil sambil semakin menggoda Reyhan. Reyhan hendak memindahkan tangan Fida dari bagian bawah tubuhnya saat tiba-tiba Fida berbuat lebih.
"Aaaarrgghhh ssshhhh ap-apaahhhh yang kamu lakukan di sana sshhhh. Ja-jauhkan wajahmu dari sana." Teriak Reyhan namun tak di gubris sama sekali oleh Fida.
Reyhan hanya bisa mendesis hebat menerima perlakuan sang istri. Kedua matanya tak henti menatap setiap perlakuan sang istri pada bagian tubuhnya. Karena sudah merasa tidak dapat menahan lebih lama lagi, Rehan segera memindahkan posisi tubuh Fida hingga kini dia berhasil menindihnya.
Ditatapnya wajah sang istri yang sudah seminggu ini di nikahinya. Reyhan kembali menyurukkan wajahnya pada ceruk leher sang istri dan kembali memberikan banyak stempel kepemilikan disana. Fida tidak dapat memprotes perlakuan sang suami karena dia sangat menikmatinya.
"Apa kamu yakin sudah siap? Aku merasa tidak dapat menahan diri lebih lama lagi." Kata Reyhan dengan tatapan sendu.
"Do it, Mas. I'm yours." Kata Fida penuh keyakinan.
Reyhan mengangguk mengiyakan. Dengan perlahan, dia mulai bekerja dibawah sana. Mereka yang masih sama-sama amatir berusaha untuk menuntaskan apa yang sudah mereka mulai malam itu. Namun, kembali lagi mereka masih baru dalam melakukan hal itu. Jadi, mereka masih merasa kesulitan menyelesaikannya.
"Eeuughhhh Mas, cepata ih. Apa yang kamu tunggu? Keburu puasa nih." Kata Fida ditengah-tengah usaha sang suami membobol pertahanannya.
"Sabar sayang, ini barikade nya sangat sulit di terobos." Kata Reyhan sambil berusaha menahan geramannya.
"Jangan lama-lam aaaaaarrgghhh. Aduuuhhhhh Massshhhhhh."
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Hhuuuffttt
Mumpung hari senin, othor boleh minta dukungan votenya dong. Klik like dan komen juga di setiap bab
Thank you