
"Iya."
"Eh?"
Kinan baru tersadar dengan apa yang telah diucapkannya pun langsung menutup mulutnya. Dia cukup terkejut karena kelemasan mulutnya.
"Ehm, i-itu, anu…,"
Adrian masih berusaha menahan tawanya. Entah mengapa dia suka melihat tingkah Kinan yang kadang suka keceplosan.
"Nggak usah mengelak. Jujur saja jika memang cemburu." Adrian masih mengejek Kinan dari seberang sana.
"Cckkk. Mana ada yang seperti itu? Aku nggak cemburu ya, Om." Kinan langsung mengelak sambil mengerucutkan bibir.
"Ya, ya, ya. Iya in saja deh, biar seneng." Adrian masih meledek Kinan.
"Cckkk. Dasar, Om-Om baperan!" Kinan tak mau kalah.
"Hhhh, sudah-sudah. Jadi, mau pakai baju apa?" tanya Adrian menghentikan ucapan Kinan.
"Ehm, baju yang kemarin waktu makan malam bareng orang tua Om bagaimana?" tawar Kinan. Ya, dia sebenarnya sangat menyukai baju itu. Menurutnya, baju itu juga lumayan pas jika dipakai.
"Yang berwarna maroon itu?"
"Iya. Sayang jika hanya dipakai satu kali. Aku belum memakainya lagi," jawab Kinan.
"Hhhh. Nggak apa-apa juga jika nggak dipakai."
Adrian hanya bisa pasrah. Selanjutnya, dia menyetujui usul Kinan untuk memakai baju yang mereka pakai saat makan malam dulu.
Setelah dirasa cukup, Kinan segera mematikan panggilan video. Dia harus mulai mempersiapkan barang-barang yang akan dibawanya untuk mengikuti seminar yang akan dilaksanakan selama tiga hari tersebut.
Tak lupa juga Kinan mengirimkan screenshot panggilan video nya kepada Dena. Bukan main bahagianya ibu hamil triplet tersebut. Dena tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada Kinan.
Malam itu, Kinan memutuskan untuk beristirahat lebih awal. Dia tidak ingin bangun terlambat esok hari. Karena esok pagi, Kinan harus ke kempus terlebih dahulu untuk mengambil beberapa berkas sekaligus surat tugas.
Tak terasa jadwal keberangkatan Kinan dan rombongan sudah tiba. Mereka semua bersiap untuk berangkat ke Bandung sekitar pukul sepuluh pagi. Para peserta diklat bisa mulai melakukan check in pada pukul satu siang.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, akhirnya bus yang membawa rombongan Kinan sudah tiba di hotel tempat para peserta yang akan mengikuti seminar menginap. Kinan dan rombongannya mendapat bagian untuk menginap di hotel X.
Semua peserta seminar dari rombongan Kinan, sudah mulai menurunkan barang bawaan mereka dan mulai check in. Semua daftar peserta sudah di sesuaikan dengan daftar yang diberikan oleh kampus. Dan, kebetulan Kinan merupakan urutan nomor dua dari belakang. Dia akan memiliki teman kamar yang berada satu nomor sebelumnya.
Bu Hartati, M.Pd.
Beliau adalah dosen senior di fakultas Kinan. Beruntung Bu Tati, sapaan akrab beliau, adalah orang yang cukup baik. Kinan bersyukur saat mendapatkan teman kamar dengan beliau.
Namun, kebahagiaan Kinan ternyata harus berhenti sampai sana. Dosen senior lainnya yang berada pada urutan terakhir, meminta tukar kamar dengan Kinan dengan alasan takut tidur sendirian di dalam kamar hotel.
Mau tidak mau, Kinan akhirnya menyetujui permintaan tersebut. Selain karena merasa kasihan, Kinan juga bisa melihat beliau sudah terlihat tidak sehat. Kinan merasa kasihan jika membayangkan beliau tidur sendiri.
Setelah mengisi daftar hadir dan mendapatkan kunci kamar, Kinan dan rombongan lainnya segera bergegas menuju kamar masing-masing. Siang ini, mereka tidak ada jadwal apapun. Acara pembukaan seminar akan diselenggarakan nanti malam setelah makan malam.
Scroll ya. Jangan lupa sisakan satu vote buat Kinan dan Adrian, biar sering muncul up. 🤭