The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Telepon Dini Hari



"Hallo." Sapa Reyhan saat panggilan telepon sudah terhubung.


"Hallo Maasss, aku kangeennn. Aku nggak bisa tidur bagaimana ini. Aku terbayang-bayang wajah kamu terus." Kata sebuah suara di seberang sana.


Karena suasana sekitar yang sepi, Kenzo dan Vanya masih bisa mendengar suara dari penelepon tersebut meski tanpa menggunakan loudspeaker.


Seketika Vanya dan Kenzo saling pandang. Vanya tersenyum tertahan sambil menatap wajah Reyhan. Tangan kiri Vanya digunakan untuk menutupi mulutnya agar tidak terdengar suara tawanya. Sedangkan Kenzo masih menatap Reyhan dengan tatapan datarnya. Reyhan menjadi salah tingkah mendapati tatapan dari kedua orang yang ada di depannya tersebut.


"Ehm, ini sudah dini hari. Segera tidur agar tidak bangun kesiangan besok." Kata Reyhan.


"Tapi aku tidak bisa tidur! Aku terbayang-bayang wajah kamu terus ini, Mas." 


"Eheemmm. Jangan mulai ngawur." Kata Reyhan semakin salah tingkah. Pasalnya kini Vanya tengah meletakkan piring nasi gorengnya dan menatap Reyhan dengan antusias. Dia seperti tengah menantikan scene film yang sudah ditunggu-tunggunya.


"Ngawur bagaimana sih. Tadi tiba-tiba mematikan telepon tanpa alasan. Belum juga jawab pertanyaanku coba." Suara diseberang sana terdengar sangat kesal.


"Ehm, itu anu, tadi saya ada urusan penting." Jawab Reyhan.


"Urusan penting apa? Pentingan mana sama aku?"


"ehm maaf. Saya tidak bisa mengatakannya." 


"Ccckkk, main rahasia-rahasiaan sekarang. Awas saja besok jika ketemu, aku akan bongkar semuanya. Aku akan buka. Sekalian aku unboxing." 


Seketika Reyhan menurunkan tangannya untuk menutupi bagian bawah tubuhnya. Entah mengapa dia merasa merinding mendengar perkataan Fida dari seberang sana. Ya, Fidalah yang saat itu tengah meneleponnya. Fida merasa kesal karena tadi tiba-tiba Reyhan memutuskan panggilan teleponnya secara sepihak tanpa ada penjelasan. 


Kenzo dan Vanya yang mendengar perkataan Fida dan tingkah Reyhan langsung tergelak. Mereka merasa geli dengan sikap polos Reyhan. 


Suara tawa Kenzo dan Vanya terdengar hingga ke seberang sana. Fida yang sudah sangat hafal dengan suara tawa Vanya pun langsung menyadari jika saat itu Reyhan tengah bersama dengan Kenzo dan Vanya.


"Itu suara tawa Vanya dan suaminya ya Mas?" Tanya Fida.


"Hhmmm."


""Astagaaaa, kamu sedang barengan dengan mereka? Ngapain dini hari begini?" Tanya Fida.


"Makan nasi goreng."


"Jam segini makan nasi goreng? Haduuhhh, ini nih pasti ngidam." Kata Fida.


"Coba Rey berikan padaku ponselnya. Aku mau ngomong sebentar sama Fida." Pinta Vanya. Reyhan pun menuruti permintaan Vanya. Dia memberikan ponselnya kepada Vanya.


"Hallo Fid, ini aku. Kamu belum tidur?" Tanya Vanya.


"Eh, Van? Belum nih. Nggak bisa tidur. Ini semua gara-gara asisten suami kamu itu." Jawab Fida di seberang sana.


"Gara-gara Reyhan?! Memangnya apa yang dia lakukan sampai kamu tidak bisa tidur?" Tanya Vanya bingung.


"Dia ngirimin fotonya ke aku Van. Bayangkan dengan foto cakep seperti itu. Otakku pasti langsung travelling nggak balik-balik deh. Jadi pengen cepet dihalalin rasanya." Kata Fida.


"Iihhh ngebet banget sih, Neng. Emang foto apa sih?" Tanya Vanya.


"Coba saja lihat di chatnya deh. Pasti fotonya masih ada." 


"Maaf ya Rey. Aku penasaran dengan foto yang kamu kirimkan kepada Fida." Kata Vanya sambil mengotak atik ponselnya.




Belum sempat Reyhan menolaknya, Vanya sudah tertawa sambil menutup mulutnya. Dia langsung menggeleng-gelengkan kepalanya. Kenzo yang melihat tingkah sang istri pun mendekatkan tubuhnya untuk melihat apa yang sedang diperhatikan oleh Vanya.


Setelah melihat foto yang dikirim Reyhan kepada Fida, Kenzo pun menoleh menatap wajah Reyhan yang tengah salah tingkah. Dia mencebikkan bibirnya saat melihat tingkah Reyhan.


Vanya segera menempelkan ponsel Reyhan kembali ke telinganya.


"Hallo Fid."


"Bagaimana, sudah lihat fotonya kan? Gimana otakku nggak error jika dikirimi foto model begituan. Serasa pengen cepet-cepet dihalalin." Kata Fida.


"Sudah, sudah jangan lihatin fotonya terus. Ini sudah hampir pukul dua dini hari. Cepetan tidur. Besok pagi ada kencan kan?" Kata Vanya.


"Ah, benar. Haduuhhh aku nggak bisa tidur ini. Berikan ponselnya ke Reyhan dong Van. Aku mau ngomong sebentar." Pinta Fida. 


"Iya." Jawab Vanya dan langsung mengembalikan ponsel Reyhan.


"Hallo." Sapa Reyhan.


"Maaassss, besok jangan telat datangnya ya. Jangan lupa dengan rencana kita tadi. Pokoknya, aku ingin besok semua berjalan dengan lancar sampai kita bisa menikah." Kata Fida penuh semangat.


"Iya."


Eh


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Iya? 🤔


Mohon dukungannya ya, like, komen dan vote. Mumpung gratis.


Untuk informasi kapan up dan karya terbaru othor, bs follow ig othor @keenandra_winda


Thank you