The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Lalu, Aku Harus Bagaimana?



"Lalu, siapa laki-laki itu?" Tanya Fida penasaran.


Vanya tersenyum hangat sebelum menjawab pertanyaan Fida.


"Reyhan."


"Apaa?!" Teriak Fida terkejut. Dia langsung menatap wajah Vanya dengan tatapan tajamnya. "Apa-apaan itu maksudnya? Bagaimana bisa?" Tanya Fida.


Vanya masih mencebikkan bibirnya. Dia masih asik mengunyah sarapannya. Fida yang merasa geram pun langsung menggoyang-goyangkan lengan Vanya.


"Van, jelaskan apa maksud kamu!" Gerutu Fida.


Vanya pun mau tidak mau menoleh menatap Fida yang kini tengah menunggu jawabannya.


"Kamu tidak sabaran banget sih, Fid." Kata Vanya. Namun, Vanya tetap meletakkan sendoknya dan bersiap menjelaskan maksudnya kepada sang sahabat.


"Begini Fid, aku tahu jika kamu berniat untuk menolak perjodohan yang direncanakan oleh orang tua kamu. Kamu juga tidak punya, eh maksudku belum punya pacar atau kekasih. Akan sangat sulit meyakinkan orang tua kamu jika kamu belum punya pacar. Sedangkan menurutku, cara yang memang benar-benar efektif saat ini untuk menolak rencana perjodohan ini adalah dengan kamu membawa pacar ke depan orang tua kamu dan memperkenalkannya sendiri. Mereka akan benar-benar yakin dengan alasan kamu menolaknya." Kata Vanya.


Fida masih mengerutkan keningnya mendengar perkataan Vanya. Dia masih belum yakin dengan rencana sang sahabat.


"Sebentar, aku setuju jika cara yang terbaik saat ini adalah dengan memperkenalkan pacarku kepada orang tua. Lalu, apa menurut kamu mereka akan percaya begitu saja? Van, orang tua ku pasti akan mendesak ku untuk segera menikah. Mereka pasti tidak mau anaknya terlalu lama pacaran." Kata Fida.


"Lalu apa masalahnya?" Tanya Vanya pura-pura tidak mengerti.


"Lhah, ini anak. Kamu tadi menyarankan Reyhan untuk menjadi pacar pura-pura ku, lalu apa yang akan aku lakukan jika orang tua ku mendesak kami untuk segera menikah?" Geram Fida.


"Ya, langsung menikah saja apa susahnya sih." Jawab Vanya dengan entengnya.


Sebenarnya Vanya sudah mendapat informasi dari Kenzo. Kenzo sudah menceritakan reaksi Reyhan saat dia mengetahui jika Fida akan dijodohkan. Vanya juga sudah memberitahu Kenzo jika Fida juga sudah lama memperhatikan Reyhan. Hanya saja, dia terlalu cuek sehingga tidak menyadari perasaannya sendiri.


"Langsung menikah gundulmu itu." Gerutu Fida. "Kalau ngomong jangan suka asal deh, Van." Lanjut Fida sambil bersungut-sungut.


Vanya pun menghembuskan napas beratnya sebelum kembali berbicara kepada Fida.


"Dengar Fid, aku mau tanya satu hal. Kamu yakin nggak suka dengan Reyhan?" Tanya Vanya mulai serius.


Fida terlihat membulatkan mulutnya saat mendengar pertanyaan Vanya.


"Apa sih maksud kamu Van?" Kilah Fida. Dia merasa sedikit gugup setelah mendengar pertanyaan Vanya.


"Hhhhh, begini Van. Aku tahu kamu sering memperhatikan Reyhan. Dibalik sikap usil kamu, aku bisa melihat jika kamu menaruh hati kepadanya. Jika memang benar demikian, mengapa tidak kamu perjuangkan? Kalian masih sama-sama sendiri kan." Kata Vanya.


Fida sedikit terkejut saat mendengar perkataan Vanya. Rasa gugup mulai menghinggapi dirinya. Fida merutuki dirinya sendiri karena tidak bisa menyembunyikan perasaannya sehingga bisa dibaca oleh orang lain, meskipun itu sahabatnya sendiri.


Vanya yang melihat tingkah Fida pun merasa senang. Benar berarti dugaannya selama ini.


"Eeehhmm, it-itu anu Van," Fida terlihat gugup. Entah mengapa baru kali ini dia merasa gugup.


"Sudah, tidak usah ditutup-tutupi lagi. Aku akan membantumu untuk masalah ini." Jawab Vanya sambil tersenyum.


Fida terlihat menghembuskan napas beratnya. Entah apa yang dipikirkannya saat itu. Vanya masih memperhatikan ekspresi sang sahabat.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Vanya. Dia kembali menyuapkan sarapannya ke dalam mulut dan mengunyahnya dengan pelan.


Fida menoleh menatap wajah Vanya dengan tatapan sendu. Terlihat wajah putus asa di sana.


"Rencana kamu pasti tidak akan berhasil Van." Kata Fida dengan wajah di tekuknya.


"Kenapa kamu yakin sekali sih. Kita kan belum mencobanya." Jawab Vanya.


"Ehm, itu sebenarnya.. aku.." Fida terlihat bingung bagaimana cara menyampaikan sesuatu kepada Vanya.


"Ada apa sih Fid?" Kali ini Vanya benar-benar penasaran.


"Aku sudah pernah menyatakan cinta kepada Reyhan namun ditolaknya!" Kata Fida dengan suara sedikit lebih keras.


"Hhhaaaahhh?!"


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Lhah, gimana ini jadinya? Kok bisa jadi begini? 🤔


Mohon dukungan like, komen dan vote ya, biar othor nggak merasa sendiri.


Untuk informasi kapan up dan karya terbaru, bisa follow ig othor @keenandra_winda


Thank you