
"Ehm, lalu bagaimana, Om? Apa sebaiknya kita tidak usah datang?" tanya Kinan bingung.
Adrian mengerutkan kening saat mendengar ucapan Kinan. Mana mungkin mereka tidak jadi datang setelah mempersiapkan semuanya.
"Kenapa tidak jadi datang? Tentu saja jadi," jawab Adrian.
"Tapi," Kinan tampak khawatir.
"Dengar, mereka itu adalah orang-orang yang suka sekali mendengar berita yang bahkan belum tentu kebenarannya. Mereka dengan senang hati menelan mentah-mentah apapun yang mereka dengar tanpa merasa perlu mencari tahu kebenaran apa yang sebenarnya terjadi."
"Aku yakin jika kamu tidak datang, mereka semakin akan berpikiran yang tidak-tidak. Beberapa orang itu, mungkin tidak mengetahui apa-apa pada awalnya. Mereka hanya menerima berita yang dipaksakan."
"Dan, aku juga yakin jika sebenarnya hanya ada beberapa orang yang julid di kampus kamu. Entah itu karena mereka iri dengan prestasi dan kinerja kamu, atau pun iri dengan kecantikan kamu. Entahlah," ucap Adrian.
Kinan langsung membulatkan kedua matanya setelah mendengar ucapan Adrian yang terakhir. Kini, bibirnya langsung tersenyum kecil penuh arti.
"Hhmm, jadi menurut Om aku cantik begitu?" tanya Kinan.
"Iya." Adrian yang masih terbawa suasana serius, tidak menyadari pertanyaan Kinan. Namun, setelah menyadari apa yang baru saja diucapkannya, Adrian buru-buru meralat. "Ti-tidak. Bukan begitu maksudku." Adrian langsung menggelengkan kepala dengan cepat.
Sontak saja hal itu langsung membuat tawa Kinan pecah. Dia benar-benar tidak menyangka bisa melihat seorang Adrian terlihat salah tingkah.
"Hahaha. Nggak usah panik begitu, Om. Aku juga tahu diri kok jika aku memang cantik. Hehehe."
"Cckkk. Obat apa sih yang kamu minum. Tingkat pedenya kok tinggi sekali," cibir Adrian.
"Biarin, wlee." Kinan menjulurkan lidahnya ke arah Adrian. "Tapi, memang benar apa yang Om katakan. Aku memang tidak merasa ada masalah dengan para rekan dosen. Mungkin, hanya ada beberapa rekan dosen yang kebetulan dekat dengan Miss Adhia yang terlihat tidak menyukaiku. Selebihnya, aku sih tidak merasa ada masalah apa-apa."
Adrian mengangguk-anggukkan kepala. Dia juga sempat berpikir seperti itu.
Setelah beberapa saat kemudian, Adrian segera mengajak Kinan untuk berangkat menuju acara resepsi pernikahan. Kinan langsung berdiri dan merapikan kembali penampilannya. Kinan melirik ke arah Adrian yang juga melakukan hal yang sama.
"Hhhmmm. Ternyata cowok jika pakai warna ini cocok juga ya. Aura gantengnya kelihatan sekali," ucap Kinan sambil mengamati penampilan Adrian.
"Emang," jawab Kinan sambil berjalan mendahului Adrian.
Adrian hanya bisa melongo mendengar ucapan Kinan. Setelah itu, dia langsung bergegas menyusul Kinan menuju mobil. Mereka harus segera berangkat menuju tempat acara diselenggarakannya resepsi pernikahan.
Perjalanan menuju tempat acara tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga puluh sampai empat puluh menit. Kinan juga sudah menyiapkan sebuah kado pernikahan untuk rekannya tersebut. Bukan barang mewah, tapi hanya sebagai bentuk dari menghormati acara tersebut. Kinan merasa tidak enak jika datang tanpa membawa hadiah apa-apa.
Ketika dalam perjalanan, Kinan menoleh ke arah Adrian. Dia ingin menanyakan sesuatu tentang kejadian tadi pagi.
"Ehm, Om. Apa kejadian tadi oagi ada hubungannya dengan apa yang Om dengar semalam?"
Adrian menoleh dan menganggukkan kepala.
"Iya. Aku yakin berita tentang kejadian tadi pagi sudah menyebar di beberapa grup kampus kamu. Dan, mungkin saat ini mereka benar-benar sangat penasaran dengan hal itu."
Ah, Kinan baru menyadari hal itu. Dia buru-buru membuka tasnya dan mencari ponsel. Setelah menemukan benda pipih tersebut, Kinan langsung membuka grup. Kedua bola mata dan mulut Kinan langsung terbuka. Dia melihat sebuah foto saat Adrian memberikan sebuah kecupan pada sudut bibirnya.
Dibagian bawah foto ada sebuah tulisan. 'Bride and groom wanna be'.
Kinan menoleh ke arah Adrian sambil bertanya.
"Om, kapan kita akan menikah?"
\=\=\=
Lhah, dijawab apa nih?
Bagi yang penasaran dengan outfit Kinan dan Adrian, othor sudah post di igeh ya. Maaf tidak bisa up disini, nanti bakalan lama reviewnya.
Jangan lupa tinggalkan jejak sayang buat Kinan dan Adrian ya, gratis lho. Hehehe.
Jika like dan komen banyak, othor up lagi deh nanti. Cuussss.