
Kinan Series
Benar apa yang disampaikan oleh Adrian. Untuk sampai di apartemennya, tidak memerlukan waktu yang lama. Hanya sekitar dua puluh menit kemudian, taksi online tersebut sudah berhenti di depan lobi apartemen Adrian.
Setelah membayar, Adrian dan Kinan sama-sama keluar dari taksi tersebut. Kinan langsung mengekori Adrian menuju lift. Mereka harus naik ke lantai dua puluh tempat unit apartemen Asrian berada.
Kinan masih mengekori langkah kaki Adrian begitu mereka keluar dari lift dan menyusuri lorong menuju unit apartemen Adrian. Begitu sampai di depan pintu apartemennya, Adrian langsung memasukkan beberapa kode untuk membuka pintu. Setelah pintu terbuka, dia mempersilahkan Kinan untuk masuk.
"Silahkan."
Meskipun agak ragu, Kinan menuruti permintaan Adrian. Dia segera melangkahkan kaki memasuki apartemen tersebut. Kedua bola mata Kinan langsung membulat saat melihat apartemen Adrian yang ternyata benar-benar mewah.
Ruang tamu yang luas dan menyatu dengan ruang keluarga, membuat apartemen tersebut terlihat sangat luas. Di bagian dalam, ada satu set meja makan yang terhubung langsung dengan dapur yang tak kalah luar biasanya. Kinan benar-benar merasa gatal untuk meminjam dapur tersebut.
Belum selesai dia mengagumi design interior apartemen Adrian. Suara Adrian sudah menginterupsi lamunan Kinan.
"Kamu bisa menggunakan kamar tamu di sebelah sana," ucap Adrian sambil menunjukkan sebuah ruangan. "Aku akan mengambilkan baju ganti untuk kamu," lanjutnya sambil berbalik.
Kinan hanya bisa menatap punggung Adrian yang menjauh dan menghilang di balik pintu. Dia bahkan belum mengucapkan terima kasih.
Kinan hanya bisa mendesahkan napas berat sebelum akhirnya berjalan menuju sebuah ruangan yang sudah ditunjukkan oleh Adrian. Begitu memasuki kamar tersebut, Kinan buru-buru berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Dia cukup beruntung saat melihat semua keperluan untuk mandi ada di sana. Kinan bahkan tidak sadar jika dia sudah berada di dalam kamar mandi hampir dua puluh menit.
Kinan baru beranjak keluar dari kamar mandi saat mendengar suara adzan maghrib berkumandang. Dengan memakai bathrobe, Kinan membuka pintu kamar mandi sedikit dan mengintip keluar. Dia khawatir jika Adrian ada di dalam kamar tersebut.
Setelah memastikan semuanya aman, Kinan memberanikan diri untuk keluar dari kamar mandi. Dia langsung menuju tempat tidur saat melihat tumpukan baju di sana.
Rupanya, itu adalah tumpukan mukena dan sajadah yang bisa digunakan untuk sholat Kinan. Disampingnya, ada satu set pakaian wanita yang lengkap dengan 'onderdil dalamnya'. Dan, yang lebih mengejutkan lagi, semua itu adalah baru alias belum pernah dipakai sebelumnya. Masih ada bandrol harga pada masing-masing baju tersebut. Tatapan mata Kinan masih menatap dress sederhana yang Kinan sangat tahu harganya diatas sepuluh juta.
"Ini baru semua? Waahh, harganya nggak main-main. Ini set ********** saja bisa mencapai tujuh digit. Cckkk." Kinan hanya bisa menggelengkan kepala. Dia benar-benar tidak berani memakai pakaian yang menurutnya sangat mahal tersebut.
Dia memberanikan diri mengintip dari pintu kamar. Dia ingin mencari keberadaan Adrian. Dan, betapa terkejutnya Kinan saat dia membuka pintu sedikit, Adrian terlihat berdiri di depan pintu hendak mengetuknya.
"Eh, a-ada apa, Om?" tanya Kinan mendadak gugup.
Kening Kinan berkerut. "Makan malam?" Adrian hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.
"Ehm, tidak perlu. Aku akan langsung pulang setelah sholat maghrib," jawab Kinan. Dia tidak mungkin berlama-lama di apartemen Adrian.
Lagi-lagi Adrian mengangguk. "Baiklah," jawabnya sambil hendak berlalu. Namun, langkah kakinya terhenti saat Kinan memanggilnya.
"Ehm, tunggu!"
Adrian menghentikan langkah kakinya dan berbalik. "Ada apa?" tanyanya kemudian.
"Ehm, i-itu baju yang ada di dalam, yakin dipinjamkan untukku?" tanya Kinan ragu-ragu.
Adrian mengangguk. "Itu untuk kamu semua. Tidak usah dikembalikan."
Kedua bola mata dan mulut Kinan langsung membola dengan sempurna. Dia cukup terkejut setelah mendengar ucapan Adrian.
"Se-semua untukku?" tanya Kinan.
"Hhmmm."
"Tapi harganya mahal sekali. Apa Om memberiku pakaian mahal agar dapat mengklaim isinya?"
😱😱😱
\=\=\=
Memangnya isinya apa sih? 🤧🤧
Sambil nunggu up, silahkan mampir di cerita othor yang baru ya, 'Tetangga Kamar'. Boleh juga mampir ke lapak Zee, 'Mendadak Istri 2' 🤗