The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Part M2.20



Acara hari itu berakhir menjelang petang. Seluruh tamu undangan sudah pamit undur diri. Hingga kini, hanya ada keluarga inti yang masih berada di rumah daddy Kenzo. Oma Tari, Kezia dan keluarganya juga masih berada di sana. Malam itu, mereka makan malam bersama.


"Kenapa tidak tidur disini saja sih, Ma?" Tanya mommy Vanya kepada oma Tari. Saat ini, mereka semua tengah berkumpul di ruang tengah setelah makan malam bersama.


"Nggak apa-apa. Mama sudah lama meninggalkan rumah, jadi kangen. Nanti juga ada Kezia yang menemani Mama." Jawab oma Tari.


"Setelah ini, kalian akan tinggal dimana?" Tanya oma Tari kepada El.


"El sih maunya kami tinggal di rumah sendiri, Oma. Tapi, mommy melarangnya." Jawab El sambil melirik ke arah sang mommy.


"Ya jelas saja Mommy melarang kalian tinggal di rumah sendiri. Mommy hanya punya kalian. Jika kalian pindah dari rumah ini, Mommy pasti akan kesepian di rumah. Mau ngapain Mommy di rumah nanti." Gerutu mommy Vanya.


"Minta temenin Daddy saja." Kilah El.


"Enak saja. Yang ada nanti daddy kamu bakal ngerjain Mommy."


"Eh, bukannya kamu senang dikerjain, ya?" Timpal daddy Kenzo.


"Senang apanya, Mas. Capek iya, lemes lagi." Gerutu mommy Vanya.


Semua orang yang ada di sana hanya bisa menghembuskan napas beratnya mendengar perdebatan absurd mommy Vanya dan daddy Kenzo. Tak lama setelahnya, oma Tari dan Kezia beserta suami dan anaknya segera pamit untuk kembali ke rumah oma Tari.


Setelah mengantar kepergian oma Tari, mommy Vanya meminta El untuk mengajak Fara beristirahat. Acara yang berlangsung seharian pasti membuat mereka kelelahan. El menuruti permintaan sang mommy. Dia menemui Fara yang tengah berada di dapur untuk mengambil air minum.


"Sedang apa?" Tanya El yang sudah berada di depan pintu dapur.


"Eh, Mas. Aku mau mengambil air minum. Mau dibuatkan kopi?" Tawar Fara.


"Boleh. Nanti bawakan sekalian.." Kata El.


Namun, Fara justru terdiam dan tidak menyahuti perkataan El. Dia masih memandangi El dengan kening sedikit berkerut. El yang menyadari tingkah Fara mengurungkan niatnya untuk menuju kamarnya


"Ada apa?" Tanya El.


"Ehm, dibawa kemana, Mas?" 


"Ke kamar lah. Ini sudah cukup larut. Memangnya mau kemana lagi." Jawab El.


"Iya. Aku tunggu di kamarku." Jawab El sambil beranjak pergi meninggalkan dapur untuk menuju kamarnya.


Setelah kepergian El, Fara masih diam tanpa melakukan aktivitas apapun. Dia masih bingung dengan situasi tersebut. Kamar? Apa kami akan tidur sekamar? Batin Fara. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya. 


Biar bagaimanapun, mereka sudah menikah. Sudah seharusnya mereka tidur dalam kamar yang sama. Lagipula, mereka sudah berjanji untuk memulai pernikahan ini baik-baik. Fara juga sudah berjanji untuk membantu El melupakan Revina. Mau tidak mau, mulai hari ini mereka harus membiasakan diri dengan pernikahan ini.


Setelahnya, Fara segera membuatkan kopi untuk El dan membawanya ke kamar. Jantungnya berdetak cukup keras. Tangannya juga lumayan berkeringat. Fara mengetuk pintu saat sudah sampai di depan pintu kamar El. Namun setelah cukup lama mengetuk, tidak ada tanda-tanda jawaban dari dalam. Fara memberanikan diri untuk membuka pintu kamar tersebut.


Ceklek.


Fara melongokkan kepalanya ke dalam kamar. Dia tidak menemukan keberadaan sang suami di sana. Fara memberanikan diri memasuki kamar tersebut dan meletakkan kopi tersebut di atas nakas. 


Pada saat bersamaan, terdengar pintu kamar mandi terbuka. Fara langsung menoleh dan mendapati sang suami tengah berdiri hanya dengan memakai celana boxer tipis dan bertelanjang dada. Kaosnya masih belum dipakai dan kini sedang disampirkan di bahu El.


Seketika pandangn mata Fara melihat sesuatu yang tidak seharusnya. Dia langsung berteriak dan menutup wajahnya dengan kedua tangan.


"Astaga, Mas. Kenapa timunnya tidak dibungkus sih!"


"Hah?!"


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Hayo lho kirimkan vote yang banyak buat cerita ini. Habis ini, cerita Revina juga bakal masuk pelan-pelan.


Jangan lupa kasih dukungan dengan klik like dan komen. Parcel bunga dan kopi juga boleh banget lho 🤗