The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Musim - 2 Kapan Selesainya?



Setelah acara pernikahan, Reyhan memang mendapatkan cuti selama satu minggu. Selama itu pula, dia berusaha untuk membiasakan diri dengan kehadiran Fida di hidupnya. Reyhan sudah mulai terbiasa dengan sikap Fida yang agresif. Dia juga sudah mulai berani membalas perlakuan Fida.


Hari ini, Reyhan dan Fida baru pulang dari menginap di rumah orang tua Fida. Fida yang sekalian mengambil mobilnya, langsung menuju bengkel langganannya. Fida berniat untuk menservis mobilnya yang memang sudah lama tidak dipakainya. Fida meninggalkan mobilnya di bengkel, selanjutnya dia ikut pulang bersama Reyhan.


Fida dan Reyhan mampir dulu ke rumah Vanya sebelum pulang ke rumahnya. Reyhan memarkirkan mobilnya di depan rumah Kenzo. Setelahnya, mereka segera berjalan menuju pintu utama rumah tersebut.


"Besok kamu sudah benar-benar kembali bekerja, Mas?" Tanya Fida saat melihat mobil Kenzo belum ada di garasi rumah.


"Iya. Aku hanya mengajukan cuti selama satu minggu." Jawab Reyhan.


"Iya, deh. Nggak apa-apa kerja. Tapi selalu usahakan untuk pulang cepat ya, Mas. Jangan sampai larut malam." Kata Fida.


"Iya. Akan aku usahakan." Jawab Reyhan.


Setelahnya, mereka langsung masuk ke dalam rumah Kenzo. Fida langsung menghambur ke teras belakang tempat dimana baby El di tidurkan di sana.


"Iihhhh, gemesin banget sih, kamu El. Aunty pengen gigit pipi kamu." Kata Fida sambil menciumi pipi baby El.


"Makanya cepat buat sendiri. Langsung saja, jangan ditunda-tunda." Kata Vanya sambil tersenyum menatap tingkah Fida yang sedang menggoda baby El.


"Maunya juga langsung, Van. Tapi masih belum bisa. Tahu sendiri kan aku masih kebanjiran." Jawab Fida sambil mendengus kesal. "Besok jika sudah selesai, pasti juga langsung gaspol. Ya, nggak Mas." Lanjut Fida sambil menoleh menatap wajah sang suami yang tengah berdiri di dekat pintu. 


Reyhan yang mendengar perkataan Fida langsung tersenyum kikuk. Apalagi Vanya juga tengah menatapnya.


"Ehm, itu, anu…" Reyhan bingung menyelesaikan perkataannya.


"Iya, iya tahu. Aku sudah paham kok Rey, tenang saja." Kata Vanya.


Belum sempat Reyhan menjawab, sudah terdengar suara Kenzo menggema dari ruang tamu. Seketika Reyhan berbalik dan menyapa sang atasan.


"Sudah lama, Rey?" Tanya Kenzo sambil berjalan mendekat ke arah Reyhan.


"Belum, Tuan. Ini juga baru sampai." Jawab Reyhan.


Kenzo hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Setelahnya, dia beranjak untuk menemui sang putra. Namun, langkahnya terhenti saat mendapati tatapan tajam sang istri. Kenzo yang sudah paham dengan tatapan itu pun langsung berbalik. Sementara Reyhan yang melihat tingkah sang atasan pun mengernyitkan keningnya.


"Kenapa berhenti, Tuan?" Tanya Reyhan. "Tidak jadi menemui baby El?" Lanjutnya lagi.


"Harus bersih-bersih dulu, Rey. Nggak lihat itu pawangnya El sudah menatap tajam siap menerkam. Aku sih nggak apa-apa jika diterkam di dalam kamar. Lha kalau di luar itu, yang ada panas telingaku." Jawab Kenzo sambil berjalan menuju kamarnya.


Reyhan yang mengerti maksud Kenzo pun hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya. Setelah Kenzo beranjak menuju kamarnya, Reyhan berjalan mendekati Fida yang tengah bermain dengan baby El.


"Iya. Semenjak kelahiran El, dia hampir setiap hari pulang awal. Katanya, mau cepat-cepat pulang agar bisa bermain dengan putranya." Jawab Vanya.


"Benarkah seperti itu?" Kali ini Fida yang antusias bertanya. Dia sudah tersenyum-senyum sendiri membayangkan sesuatu.


"Iya benar." Jawab Vanya. "Itu senyum kenapa aneh begitu sih Fid?" Tanya Vanya.


"Yyee, ini mah bukan senyuman aneh. Aku hanya bahagia jika nanti sudah punya anak, apakah mas Reyhan juga akan seperti itu?" Tanya Fida sambil menoleh menatap wajah sang suami.


Belum sempat Reyhan menjawab pertanyaan Fida, Vanya sudah lebih dulu bersuara.


"Belum juga buka pabrik sudah ngomongin produk jadinya saja." Sindir Vanya.


Fida hanya mendelik menatap wajah sang sahabat.


"Biarin. Besok aku juga sudah selesai. Setelah itu, aku pastikan akan langsung lembur." Jawab Fida sambil tersenyum smirk.


"Eh, ka-kapan selesainya?"


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Kapan selesainya?


Pastinya sebelum bulan puasa 🤭


Jangan lupa dukungannya dengan klik like, komen dan vote. Masukkan juga dalam daftar favorit. Kasih hadiah buat othor juga boleh kok 🤭


Untuk informasi kapan up dan karya terbaru othor, bisa mampir di ig othor @keenandra_winda


Thank you