The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 18



Acara makan malam disertai dengan keributan kecil tersebut langsung berakhir saat bibi Nur mengajak sang cucu segera beranjak menuju kamar. Dia terlihat sangat kesal dengan keluarga Bian yang seolah tidak menghargai keberadaannya. 


Hal yang sama juga dilakukan oleh Cello dan Shanum. Setelah makan malam, mereka berdua berpamitan untuk beristirahat. Tubuh mereka terasa sangat lelah sekali, karena hampir seharian mereka berjalan kesana kemari untuk menemui tamu undangan. 


Acara yang memang diadakan di halaman rumah tersebut dibuat dengan tema sederhana. Dimana kedua pengantin bisa langsung berbaur dengan para tamu undangan.


"Re, lain kali jangan seperti itu lagi jika ngomong sama orang yang lebih tua. Mama dan papa tidak pernah mengajarimu untuk ngomong tidak sopan seperti itu." Kata mama Revina saat tinggal mereka di ruang makan tersebut.


"Iya, Ma. Lagian, aku juga nggak mungkin ngomong aneh-aneh jika dia tidak memulai lebih dulu, Ma. Mama kan tahu bagaimana nenek Nur itu. Dia kan memang suka cari gara-gara." Jawab Rean.


Mama Revina hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Dia juga sering hilang kendali jika ngobrol dengan bibi suaminya tersebut.


"Iya, Mama juga bawaannya suka nyolot mulu jika ngomong sama nenek kamu itu." 


"Iihh, nenek siapa? Aku? Emoh, Ma. Emooohh. Mending aku nggak punya nenek saja jika sampai punya nenek seperti itu. Nggak cocok jika disuguhkan di tempat umum." Kata Rean.


Puk.


Seketika mama Revina menepuk kening putra bungsunya tersebut.


"Sembarangan kalau ngomong. Orang tua, itu. Gitu-gitu dia juga masih bibi papamu. Lagian, memang kamu mau suguhin dimana orang tua seperti itu?!" Kata mama Revina menggebu-nggebu.


Seketika papa Bian yang melihat tingkah istri dan anaknya langsung berdehem dengan keras sambil menatap tajam ke arah mama Revina dan juga Rean. Mama Revina dan Rean yang menyadari tatapan papa Bian langsung tersenyum nyengir.


"Hehehe, piiiss Pa." Kata Rean sambil mengangkat jarinya hingga membentuk huruf V. Jangan lupakan cengiran kudanya yang benar-benar mirip dengan mama Revina.


Hal yang sama juga dilakukan oleh mama Revina. Dia merasa keceplosan karena membicarakan bibi dari suaminya tersebut.


"Hehehehe, keceplosan, Mas." Kata mama Revina.


"Keceplosan kok setiap hari. Bukan keceplosan itu, Dek. Tapi ketagihan."


"Iya, iya, maaf." 


Setelahnya, mereka bertiga segera beranjak menuju kamar masing-masing. Aktivitas seharian yang mereka lakukan benar-benar membuat tubuh mereka tidak bisa diajak kompromi lagi.


Shanum diam-diam memperhatikan tingkah Cello dari kaca di depannya. Seketika dia menoleh ke belakang untuk menatap Cello yang sudah berbaring di atas tempat tidurnya.


"Kamu mau tidur disitu?" Tanya Shanum.


Cello yang sudah memejamkan mata pun langsung membuka kedua matanya dan menoleh untuk menatap wajah Shanum.


"Memangnya aku harus tidur dimana? Di sofa seperti di novel-novel itu? Ogah, sakit punggung." Jawab Cello.


Shanum yang mendengar jawaban sang suami pun hanya bisa mendengus kesal.


"Aiisshhh, kok ada orang nyebelin seperti itu." Gumam Shanum. Namun sayang, Cello masih bisa mendengarnya meski dengan suara lirih.


"Halah menyebalkan apanya. Dulu juga sering teriak-teriak memanggil-manggil namaku." Kata Cello sambil masih memejamkan matanya.


Seketika Shanum langsung terkejut dan berbalik menatap wajah Cello yang terlihat masih memejamkan mata.


"A-apa maksud kamu?!" Tanya Revina panik.


Seketika Cello membuka kedua bola matanya. Senyum smirk mendadak terbit di bibirnya.


"Nggak usah pura-pura tidak tahu. Sekarang, aku mau menagih janji." Kata Cello mendadak duduk.


Seketika pikiran Shanum mendadak panik. Refleks dia menyilangkan kedua tangannya di depan tubuhnya. Jangan lupakan ekspresi panik yang ditampilkan pada wajahnya. Cello yang menyadari tingkah Shanum pun hanya bisa mendengus kesal.


"Ccckkk, apa sih yang ada di pikiranmu itu? Aku nggak mau melakukan uh ah uh ah disini. Aku hanya menagih janjimu untuk mencari nama panggilan, bukan memintamu melakukan itu."


"Eh,"


\=\=\=\=\=


Bantu kasih dukungan vote, like dan komen buat othor ya.