
Kinan yang melihat Adrian tengah berbaring di atas tempat tidurnya, langsung beranjak mendekat. Tatapan matanya benar-benar tajam menusuk ke arah Adrian.
Kinan menarik lengan Adrian yang tengah tertidur lelap tersebut. Tindakan tiba-tiba Kinan tersebut, sontak membuat Adrian kaget.
"Ada apa sih?" tanya Adrian sambil duduk.
"Om yang ada apa? Seenaknya saja tidur di tempat tidurku. Om kan orang terpelajar, tidak sepantasnya Om masuk kamar perempuan dan tidur ditempat tidurnya sembarangan seperti ini." Tatapan mata Kinan berkilat-kilat kesal.
Kesabaran Kinan rasanya benar-benar habis karena ulah Adrian. Belum selesai ulah Adrian di dapur, kini dengan seenaknya Adrian tidur di atas tempat tidurnya. Kinan benar-benar merasa darahnya langsung naik.
"Ada apa memangnya? Aku hanya mau menumpang tidur sebentar. Aku capek sekali. Semalam aku kurang tidur karena harus merevisi materi meeting pagi ini," ucap Adrian tanpa rasa bersalah.
"Itu bukan urusanku! Sekarang, sebaiknya Om segera keluar dari kamarku. Aku mau mandi." Kinan masih melayangkan tatapan tajam ke arah Adrian.
"Kamu mau mandi disini memangnya?" Adrian berlagak seolah tidak mengerti ucapan Kinan.
"Cckkk. Tentu saja bukan. Aku mau mandi di kamar mandi. Sana, Om keluar dulu. Tunggu di luar."
Adrian hanya mendesahkan napas beratnya. Mau tidak mau, dia harus keluar dari kamar Kinan. Sebenarnya, bukannya Adrian tidak mau tidur di sofa. Hanya saja, sofa Kinan tidak ada yang panjang. Ruang tamu minimalis tersebut hanya mampu menampung tida sofa single kecil beserta dengan mejanya.
Setelah Adrian keluar dari kamar, Kinan segera mengunci pintu kamar. Sambil menggerutu kesal, dia segera bergegas menuju kamar mandi untuk mulai membersihkan diri.
Tak berapa lama kemudian, Kinan sudah selesai membersihkan diri. Dia juga sudah bersiap sekalian untuk berangkat ke kampus setelah makan siang nanti.
Setelah menyiapkan keperluannya untuk ke kampus, Kinan segera beranjak keluar dari kamar. Jam dinding juga sudah menunjukkan pukul 11.50 siang. Sudah waktunya makan siang.
Kinan langsung beranjak menuju ruang makan. Terlihat Adrian sudah menunggu di sana sambil memainkan ponselnya. Tanpa menyapa, Kinan langsung beranjak menuju dapur untuk menyiapkan minum untuk mereka. Setelah itu, baru dia kembali ke meja makan.
"Silahkan, Om. Semuanya sudah siap. Mohon maaf seadanya. Aku memang jarang membeli makanan dari luar," ucap Kinan sambil mulai menyiapkan makan siangnya.
Adrian mendongakkan kepala dan meletakkan ponselnya di atas meja makan. Dia masih mengamati Kinan yang tengah mengambil makan siang untuk dirinya sendiri.
"Aku kan tamu disini. Memang tidak punya niatan untuk mengambilkan makanan untukku?" tanya Adrian dengan tidak ada malunya.
Kinan melirik kesal ke arah Adrian. Seketika, bibirnya mengerucut kesal. Meskipun begitu, Kinan tetap mengambilkan makan siang untuk Adrian.
"Mau apa?" tanya Kinan kembali.
"Itu, itu, dan sambal," jawab Adrian menunjuk lauk yang diinginkannya.
Kinan segera mengambilkan makanan yang diinginkan oleh Adrian. Setelah selesai, dia segera meletakkan piring tersebut di depan Adrian.
"Silahkan dimakan."
"Terima kasih."
Setelahnya, makan siang tersebut segera dimulai. Tak ada percakapan sama sekali saat keduanya tengah menyantap makan siang tersebut. Hingga nasi yang ada di atas piring keduanya benar-benar habis, Kinan dan Adrian baru mendongakkan kepala untuk mengambil air minum.
"Terima kasih untuk makan siangnya," ucap Adrian sambil mengelap bibirnya dengan tisu.
"Sama-sama. Sekarang, seperti janji Om semalam, bisa Om menjelaskan semuanya? Aku masih punya sedikit waktu sebelum berangkat ke kampus hari ini." Kinan yang sudah meletakkan gelasnya langsung menoleh ke arah Adrian.
Adrian masih menatap lekat-lekat wajah Kinan sebelum menjawab pertanyaannya.
"Baik. Aku akan menjelaskan semuanya. Tapi, sebelum itu, aku mau kita melakukan panggilan video dengan Mama."
Mendengar hal itu, Kinan merasa terkejut. "Kenapa harus melakukan video call?"
"Karena Mama ingin berbicara dengan calon menantunya."
"Eh?"
\=\=\=
Bisa nolak nggak sih jika sudah begini?
Bagi yang mau lihat visualnya Kinan dan Om Adrian, cuss kepoin igeh othor @keenandra_winda. Sudah othor up disana.
Jangan lupa tinggalkan jejak buat othor ya. Terima kasih.