The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Terbakar



"Eh, ap-apa yang mau mas Ken lakukan?" Tanya Vanya gelagapan.


"Memakanmu."


Seketika Vanya menoleh sambil membulatkan mulut dan matanya dengan lebar. Apa maksudnya memakanku, jangan bilang ah, sudahlah. Vanya menghalau pikirannya yang sudah mulai travelling kemana-mana. Dia menggelengkan kepalanya dengan cepat.


Kenzo yang masih mendekap Vanya dari samping merasa sangat gemas.


Cup.


Dia mendaratkan sebuah kecupan pada pipi kanan Vanya.


Blush. Vanya jangan ditanya lagi. Seketika wajahnya berubah menjadi seperti semangka yang dibelah, merah merona. Jantungnya juga berdetak sangat cepat bak sedang lari maraton.


"Mulai hari ini, kita harus membiasakan dengan ini. Kita harus memulai dari awal. Jangan ada yang disembunyikan lagi. Apapun itu." Kata Kenzo dengan tegas.


Vanya menoleh menatap wajah Kenzo. Dia mengangguk mengiyakan. Vanya memberanikan diri untuk bertanya kepada Kenzo.


"Apa mas Ken masih mengharapkan Celina kembali?" Tanya Vanya takut-takut.


Kenzo tersenyum lebar saat mendengar pertanyaan Vanya. Dia semakin mengeratkan pelukannya pada Vanya. Dan hal itu, justru membuat Vanya semakin salah tingkah.


"Tidak." Jawab Kenzo dengan tegas. "Sejak saat aku di tolak oleh Celina, aku sudah tidak mengharapkannya lagi. Bahkan, aku menutup hatiku untuk perempuan manapun." Lanjut Kenzo.


Vanya yang mendengar perkataan Kenzo langsung mengerucutkan bibirnya.


"Jadi, mas Ken tidak mau membuka hati untukku juga?" Tanya Vanya. Dia mengira jika Kenzo menutup hatinya untuk perempuan manapun, termasuk dirinya. Entah mengapa setelah mendengarnya hati Vanya terasa seperti sedang di remas, nyeri.


Kenzo gelagapan mendengar pertanyaan Vanya. Bukan itu maksudnya. Istrinya ini salah paham.


"Bukan itu maksudku." Kata Kenzo berusaha menjelaskan. "Aku menutup hati untuk perempuan lain, tapi tidak untukmu. Aku akan berusaha membuka hatiku selebar mungkin agar kamu bisa masuk ke dalamnya dan memenuhinya seorang diri." Lanjut Kenzo.


Vanya yang mendengarnya merasakan hangat di dadanya. Seolah ada ribuan kupu-kupu yang beterbangan di perutnya. Dikira taman kali itu perut Thor 😂


Vanya tersenyum mengangguk mendengar jawaban Kenzo. Dia juga memberanikan diri menatap wajah Kenzo yang hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajahnya. Tatapan mata mereka saling mengunci.


Entah ada dorongan dari mana Vanya dan Kenzo saling bergerak mendekat. Kenzo mendekatkan bibirnya pada bibir Vanya. Hingga kedua benda kenyal tersebut saling menempel. Kenzo menggerakkan bibirnya agar Vanya bisa sedikit membuka bibirnya. Vanya segera mengikuti gerakan bibir Kenzo. 


Lama bibir mereka saling m*l*mat dan saling m*ng*cap. Hingga secara refleks kedua tangan Vanya melingkar pada Kenzo. Tangan Kenzo pun juga tak mau kalah. Tangan kirinya menekan tengkuk Vanya dengan kuat, sedangkan kanannya sudah mulai merambat untuk mencari melon yang sempat membuatnya mupeng tadi pagi.


Saat tangan kanannya sudah berhasil menemukan apa yang dicarinya, tanpa peringatan dia langsung mer***snya dengan kuat. Astaga, memang besar sekali. Tanganku sampai tidak muat. Batin Kenzo ditengah aktivitasnya.


Mendapat perlakuan seperti itu, Vanya seperti tersetrum. Seluruh tubuhnya seperti tersengat aliran listrik yang sangat kuat. Darahnya mengalir deras ke seluruh bagian tubuhnya. Suara desahan Vanya teredam karena bibirnya sedang dibungkam oleh bibir Kenzo.


Vanya tidak bisa bergerak karena Kenzo masih mengendalikan dirinya. Dia hanya diam pasrah sambil menikmati perlakuan Kenzo. Hingga pada akhirnya, Vanya merasakan sesuatu pada bagian bawah tubuhnya. Vanya menarik kepalanya dan sedikit mendorong tubuh Kenzo agar menjauh.


Kenzo yang sudah mulai terbakar tapi bukan oleh api, langsung mengernyitkan dahinya. Sementara Vanya langsung berdiri dari duduknya. Kenzo yang melihatnya semakin kesal.


"Kau menolakku?" Tanya Kenzo sambil menahan geraman.


Vanya terlihat bersalah saat melihat wajah kesal Kenzo.


"Ti-tidak Mas. Bukan seperti itu." Jawab Vanya.


"Lalu, kenapa kamu mendorongku?"


"A-aku it-itu…" Vanya tidak enak hati meneruskan perkataannya.


"Apa?" Kenzo benar-benar tidak sabar.


"Aku datang bulan Mas."


Duaarrrr.


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Hayo, kira-kira apa yang akan dilakukan oleh Kenzo yang sudah terbakar tapi bukan oleh api?


Mari berhalu ria bareng author 🤭🤭


Jangan lupa mampir di ceritaku yang satunya ya, "Mendadak Istri"


Mohon dukungannya


Thank you 🤗