The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Rean 93



Hari itu, Rean dan Dena pergunakan untuk memeriksa rumah baru mereka. Rumah yang pengerjaannya sudah hampir jadi tersebut, memiliki taman di bagian belakang yang lumayan besar untuk pasangan muda seperti mereka. Dena bahkan sudah mempunyai angan-angan untuk menjadikan taman tersebut sebagai tempat untuk bersantai.


Hingga menjelang petang, Dena dan Rean baru kembali ke apartemen. Tak lupa juga mereka menyempatkan diri untuk membeli bahan makanan untuk makan malam mereka.


Setelah mendapatkan apa yang dicari, Rean dan Dena langsung menuju apartemen. Mereka berjalan menuju unit apartemen dengan membawa kantong belanjaan di kedua tangannya. 


Saat mendekati unit mereka, tiba-tiba langkah kaki Rean dan Dena terhenti. Mereka melihat keberadaan nenek dan tante Dena di depan pintu apartemen.


"Nenek?" gumam Dena.


Rean juga menatap keberadaan kedua wanita tersebut dengan tatapan tak terbaca. Mereka berdua saling bertatapan. Selanjutnya, Rean dan Dena berjalan mendekati nenek dan tante Dena tersebut.


Dan, disinilah mereka berempat berada. Dena, Rean, nenek, dan tante Dena duduk berhadapan di ruang tamu apartemen Dena. Mereka masih belum bersuara. Hingga Rean memecah keheningan.


"Bagaimana kabarnya, Nek?" tanya Rean.


"Baik." Nenek Dena masih menatap Rean dan Dena dengan tatapan tidak suka.


"Alhamdulillah kalau begitu."


Dena yang melihat ekspresi sang nenek menjadi tidak sabar. Dia ingin segera menyelesaikan masalah ini sesegera mungkin.


"Ada perlu apa Nenek dan Tante datang kemari? Apakah kurang jelas perkataanku dulu?" ucap Dena kemudian.


Ya, dulu setelah Dena mengetahui semua kebenaran cerita Rean, dia langsung menghubungi sang nenek untuk menegaskan dia sudah menikah dan tidak tertarik dengan perjodohan yang dilakukan oleh sang nenek. Meskipun saat itu Dena baru saja mengalami kecelakaan, namun dia tidak mau menunda-nunda untuk menegaskan sikapnya. Dena tidak ingin kesalahannya akan terulang dan membuat hubungannya dengan Rean memburuk.


"Apa begitu cara kamu berbicara dengan orang yang lebih tua, hah?" Nenek benar-benar kesal. "Apa karena laki-laki ini kamu menjadi tidak punya sopan santun seperti ini kepada orang yang lebih tua?"


Dena mendesahkan napas ke udara. Dia sudah sangat hafal dengan drama yang akan dimainkan oleh sang nenek. Meskipun begitu, Dena tidak akan terpengaruh lagi. Dia sudah terlalu capek berurusan dengan neneknya.


"Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan suamiku, Nek. Aku hanya menegaskan sekali lagi, jika aku tidak akan menuruti permintaan Nenek. Aku sudah menikah, dan aku bahagia dengan pernikahanku. Jadi, Nenek tidak perlu lagi meneror mami untuk memintaku pergi dari suamiku karena itu tidak akan mungkin terjadi." Dena mengatakannya dengan ekspresi penuh keyakinan.


Rean yang mendengar hal itu cukup terkejut. Pasalnya, dia sama sekali tidak mengetahui jika sang mertua mendapatkan tekanan untuk membuat Dena berpisah dengannya.


Kali ini, nenek Dena benar-benar kesal. "Kamu benar-benar wanita tidak tau diuntung. Dicarikan jodoh yang bisa membuat kamu kaya tanpa harus bersusah payah justru menolak. Dasar b*doh!" 


Dena tidak menggubris perkataan sang nenek. Kali ini, dia hanya berniat untuk mengeluarkan unek-uneknya.


"Percuma jika aku kaya tapi tidak bahagia. Apa yang dicari dari pernikahan jika tidak ada ketenangan batin? Uang? Cckkk, uang tidak bisa membeli rasa nyaman hati. Bagiku, akan lebih membahagiakan jika aku bisa berjuang bersama suami untuk mendapatkan kekayaan materi. Aku bukan orang yang hanya bisa duduk manis dan menengadahkan tangan untuk meminta uang dari suami. Aku mau, kami berjuang bersama. Dengan begitu, kami bisa lebih menghargai masing-masing."


"Dan, untuk apa yang nenek mau, mohon maaf aku tidak bisa melakukannya. Jika nenek ingin menjadi keluarga ningrat itu, kenapa tidak nenek sendiri saja yang menikah dengannya dan menjadi bagian dari keluarga ningrat tersebut." Dena benar-benar kesal.


"Lancang sekali kamu bicara!"


Braakkkk.


\=\=\=


Diselesaikan masalah dulu sebelum end ya. Mohon maaf akhir tahun kerjaan lagi banyak 🙏