The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 91



Cello kembali berjalan ke arah fakultasnya untuk menemui Aldi. Dia sudah membuat janji untuk bertemu dengannya dan akan mengajak Aldi sekalian untuk menemui Mr. bernard.


Belum juga Cello sampai di fakultasnya, dia sudah mendengar suara Aldi memanggilnya. Cello melihat Aldi yang berlari-lari dari arah parkiran.


"Cell, heeiii, tunggu gue!" Teriak Aldi dengan napas ngos-ngosan karena berlari.


"Dari mana, Lo?"


"Hah hah hah, gue dari ruang dosen menemui pak Wisnu. Heh, lo tau nggak, di ruang dosen rame banget. Hah hah hah." Kata Aldi dengan napas ngos-ngosan.


"Memangnya ada apa?"


"Pak Danu di labrak istrinya!"


"Danisha?"


"Bukan, ih! Istri sahnya."


"Lho, kenapa?" tanya Cello. Untuk hal itu, dia memang sama sekali tidak tahu menahu.


"Istrinya mencak-mencak saat tahu jika suaminya menikah siri. Dia juga langsung membawa pengacara untuk mengurus perceraiannya. Dan lo tau, istrinya itu juga langsung menyerang Danisha. Seru banget deh."


"Eh, seru? Emang lo kira tontonan apa?!"


"Bukan gitu, Cell. Istri sah pak Danu tadi langsung mencakar-cakar wajah Danisha. Rambutnya juga langsung di tarik-tarik hingga rontok. Dia benar-benar tidak membiarkan Danisha membalas. Jangan lupakan juga sumpah serapahnya yang keluar dari mulutnya. Wuiihhh benar-benar nggak nyangka jika istrinya pak Danu berani seperti itu."


"Eh, bukannya istrinya sudah tua? Pak Danu kan sudah berumur begitu, ya."


"Jangan salah. Jika kamu lihat orangnya, kamu tidak akan menyangka jika dia istrinya pak Danu. Tubuhnya masih bagus dan wajahnya benar-benar terawat." Kata Aldi.


"Benarkah? Lalu, kenapa dia tertarik dengan si Danisha itu?"


"Halah, paling juga di jampi-jampi atau disumpal pakai itu 'du bola basket' yang dibawa-bawanya. Gue heran saja, kok bisa sebesar itu ya. Gue jadi engap sendiri saat membayangkan tengah tenggelam di sana," kata Aldi.


Bugh.


"Sembarangan! Ngapain lo jadi membayangkan hal yang tidak-tidak seperti itu!" Gerutu Cello.


"Hehehe. Habisnya juga heran saja sama itu. Gue sebagai cowok saja merinding jika ukurannya tumpah-tumpah seperti itu. Mau diapain juga bingung."


"Kemana?"


"Nanti gue kasih tahu." Jawab Cello sambil menarik lengan Aldi. Sementara Aldi hanya bisa mengekori Cello untuk kembali menuju ke arah tempat parkir.


Namun, langkah kaki mereka kembali terhenti saat melihat adegan cakar-cakaran yang dilakukan oleh Danisha dan seorang wanita. Terlihat juga pak Danu sedang berusaha untuk memisahkan mereka.


"Astaga, ternyata mereka belum selesai. Kesana, yuk!" Ajak Aldi.


"Ogah, ngapain?"


"Sekalian lo bisa tunjukin ke anak-anak jika lo nggak terlibat dengan kasus itu. Lo lihat, itu banyak anak-anak yang merekam aksi mereka. Bisa dipastikan, sebentar lagi pasti bakalan viral." Kata Aldi.


Mau tidak mau, Cello mengikuti langkah Aldi.


"Dasar perempuan j*l**g! Lo pikir bisa seenaknya morotin duit laki gue, hah! Dia punya duit juga karna gue, karena usaha gue dan keluarga gue! Dasar p*r**!" Umpat istri pak Danu


"Ma, sudah, Ma. Malu dilihat orang lain. Sudah, Ma." Pak Danu berusaha untuk menenangkan sang istri.


"Sudah katamu?! Enak saja kamu bilang sudah. Ingat, aku nggak akan tinggal diam lagi. Aku minta kita segera mengurus perceraian. Segera kembalikan semua fasilitas yang ayahku berikan. Kemasi barang-barangmu dari rumah. Untuk anak, aku akan mengambil hak asuhnya."


"Ma, tolong jangan seperti ini," kata pak Danu.


"Kamu bilang jangan seperti ini? Jangan seperti ini bagaimana? Apa yang kamu pikirkan saat kamu menghianatiku, hah?!"


"Ma, aku tidak…,"


"Tidak apa?! Sudah cukup aku memaafkan kesalahanmu. Ini ketiga kalinya kamu melakukan kesalahan yang sama. Dulu, aku bisa memaafkanmu karena aku masih memikirkan anak kita. Tapi apa? Kamu justru mengulanginya lagi dan lagi." Kata istri pak Danu dengan tatapan tajamnya. Dia menoleh ke arah Danisha yang sudah terduduk di atas tanah dengan penampilan sangat menyedihkan.


"Dan kamu, silahkan nikmati laki-laki ini. Aku akan memberikannya kepadamu. Alu sudah nggak butuh laki-laki seperti ini!" Lanjutnya. 


Setelah itu, istri pak Danu segera merapikan baju dan rambutnya yang berantakan. Dia langsung mengajak pengacaranya dan beranjak pergi meninggalkan tempat tersebut. Melihat hal itu, pak Danu segera mengejarnya. Dia bahkan meninggalkan Danisha yang terlihat menyedihkan.


"Ouwh, jadi ini profesi dia di luar kampus? Nggak menyangka sama sekali. Jangan-jangan, video yang beredar itu juga hasil rekayasanya?" Bisik-bisik para mahasiswa yang berada di sana.


Mohon maaf hanya bisa ngetik segini dulu. Othor masih ada deadline, ya. 🙏


Kasih dukungan buat othor agar semangat ngetiknya.