
Seketika El dan Fara menoleh untuk mencari tahu siapa orang yang telah memanggil El tersebut. El sedikit terkejut saat melihat Revina berjalan ke arahnya dengan senyuman lebarnya. Namun ternyata Revina tidak sendiri. Di sampingnya ada seorang laki-laki yang tidak asing bagi El.
El mengerutkan keningnya berusaha mengingat-ingat laki-laki yang tidak asing menurutnya itu. Namun, saat laki-laki itu sudah berada di dekatnya, El baru menyadari siapa dia sebenarnya.
"Kak El belanja juga disini?" Sapa Revina dengan ramah. Dia masih tampak ceria seperti dulu.
El mengulas senyumannya sedikit sambil menganggukkan kepalanya.
"Iya. Kalian, juga berbelanja?" Tanya El.
"Iya, ini sudah selesai." Jawab Revina sambil mengangkat kantong belanjaannya. "Eh, kak El masih ingat dengannya?" Tanya Revina sambil menunjuk laki-laki yang berdiri di sampingnya.
El menganggukkan kepalanya.
"Iya. Kamu Denis Syahputra, kan?" Tanya El sambil menatap wajah laki-laki itu.
"Ah, iya Kak. Apa kabar?" Sapa Denis sambil mengulurkan tangannya.
El menerima uluran tangan Denis sambil mengangguk mengiyakan.
"Bagaimana aku bisa lupa wajah ketua BEM dulu." Kata El sambil mengulas senyumannya.
"Itu hanya masa lalu, Kak." Kilah Denis.
Setelahnya, giliran El dan Revina yang membayar di kasir. Revina dan Denis menunggu mereka tak jauh dari pintu keluar supermarket tersebut.
"Kalian mau kemana?" Tanya El begitu dia dan Fara berjalan ke arah Revina dan Denis.
"Mau belanja peralatan bayi." Jawab Revina. "Eh, ini Fara kan? Lama tidak bertemu." Kata Revina sambil tersenyum manis ke arahnya.
"Iya, Kak. Kakak bagaimana kabarnya?" Jawab Revina.
"Aku baik, Kok." Jawab Revina sambil tersenyum.
"Kalian mau beli peralatan bayi untuk siapa?" Tanya El. Pasalnya, dia sangat penasaran tentang hal itu. Otaknya sudah mulai memikirkan hal yang tidak-tidak.
"Oh, itu untuk anaknya Denis." Jawab Revina.
"Hhaah?!" El terkejut sampai menghentikan langkahnya. Fara yang berjalan sedikit di belakangnya otomatis langsung menabrak lengan kanan El hingga hampir terjengkang jika El tidak segera menangkapnya.
"Ada apa sih Kak?" Tanya Revina bingung.
"Iya, Kak. Istriku baru melahirkan kemarin sore. Sekarang bahkan sedang berada di rumah sakit di depan itu." Jawab Denis. Dia sedikit bingung setelah melihat reaksi El.
"Lalu, kenapa kalian ada di sini?" Tanya El.
"Oh, itu tadi karena aku sedang jenguk istri dan anaknya Denis ini, Kak. Istrinya kan sahabatku. Lalu, dia meminta tolong untuk membelikan pembalut dan popok bayi, jadi aku ikut deh." Jelas Revina.
El yang mendengar penjelasan Revina hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya. Entah mengapa hatinya sempat merasa oleng tadi. Setelah mengobrol sebentar, mereka akhirnya berpisah di tempat parkir. Denis dan Revina berjalan menyeberang jalan menuju rumah sakit yang memang berada di seberang tempat tersebut.
El dan Fara segera memasukkan barang belanjaan mereka ke dalam mobil. Setelahnya, El segera melajukan mobilnya untuk menuju rumah. Sepanjang perjalanan, percakapan yang terjadi di antara mereka tidaklah banyak.
Fara, yang sejak tadi memperhatikan sikap El bisa menyimpulkan jika El menyukai Revina. Orang awam pun pasti langsung bisa mengetahui dari sikap posesif El terhadap Revina.
Sesampainya di rumah, mommy Vanya langsung meminta mereka beristirahat. El dan Fara menuruti perintah mommy Vanya.
Malam hari, mereka melakukan makan malam bersama. Mommy Vanya juga meminta El untuk mengosongkan jadwal besok malam. Akan ada jamuan makan malam dengan para sahabat sang mommy. Mau tidak mau, El mengangguk mengiyakan.
Keesokan harinya, mommy Vanya meminta El mengambilkan kue yang sudah dipesannya di toko kue langganan. Awalnya, El ogah-ogahan melakukannya. Namun, setelah mommy mengomel panjang lebar, El akhirnya beranjak pergi.
Sekitar tiga puluh menit kemudian, El sudah sampai di toko kue langganan sang mommy. Dia segera menyerahkan nota pembelian dan menerima kue pesanan tersebut. Saat El hendak berjalan keluar toko kue, telinganya tak sengaja mendengar sebuah suara.
"Apa kamu yakin dengan perkataanmu? Kak El?"
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Siapa itu?
Mohon dukungan buat othor dengan klik like, komen dan vote. Othor dikasih bunga dan kopi juga mau lho 🤭