The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Musim - 2 Berita tak Terduga



"Sepertinya ada yang beda deh, Fid. Ada yang aneh dengan cara jalanmu. Kamu sudah buka segel ya?" Tanya mama sambil masih mengamati Fida.


Seketika Fida menatap sang mama dengan mata membulat sempurna. Bagaimana mama bisa mengetahui jika dirinya memang sudah buka segel. Ah, aku malu. Batin Fida.


"Eh, ke-kenapa mama ngomong seperti itu?" Tanya Fida gelagapan.


"Ehm, mama hanya menebak saja. Semoga memang benar kamu sudah buka segel. Mama tinggal menunggu hasil jadinya." Jawab mama sambil tersenyum menatap wajah Fida.


Fida yang semakin malu pun hanya bisa mengangguk mengiyakan. Tak berapa lama kemudian, Reyhan terlihat datang untuk bergabung dengan mereka. Makan siang pun berlangsung sambil diselingi dengan obrolan ringan mereka. Menjelang sore hari mama Fida pulang. Meskipun Fida memaksa untuk menginap di rumahnya, namun mama tetap menolak dengan alasan kasihan papanya tidak ada yang menemani. Akhirnya, dengan terpaksa Fida membiarkan sang mama untuk pulang ke rumahnya.


Malam harinya, di rumah Kenzo terdengar suara tangisan bayi. Vanya dan Kenzo yang saat itu tengah berada di kamar mandi untuk membersihkan diri harus terburu-buru keluar untuk menenangkan sang putra. Ya, malam itu Vanya benar-benar di garap oleh Kenzo. Setelah dua hari yang lalu Kenzo berbuka puasa semenjak Vanya melahirkan baby El.


"Uuhh, Sayang, haus ya. Ayo mimi cucu dulu." Kata Vanya sambil meraup sang putra ke dalam gendongannya dan membawanya ke tempat tidur untuk diberi ASI.


Kenzo yang melihat hal itu pun langsung mendekat ke arah mereka. Bibirnya mencebik saat melihat sang putra telah menyabotase melon favoritnya. Vanya yang merasa di perhatikan pun menoleh menatap wajah Kenzo.


"Ada apa, Mas?" Tanya Vanya.


Kenzo langsung beringsut duduk di depan Vanya sambil memperhatikan sang putra yang tengah menyusu tersebut. Wajahnya masih ditekuk seperti semula.


"Sampai kapan melon kesayanganku akan disabotase seperti ini?" Tanya Kenzo tidak mengalihkan pandangannya pada benda favoritnya tersebut.


"Kamu ini, Mas. Jangan berpikir aneh-aneh deh. Ini juga demi El. Memangnya kamu mau anak kamu kekurangan nutrisi?"


Kenzo menggelengkan kepalanya. Tentu saja dia tidak akan mau jika putranya sampai kekurangan apapun, termasuk nutrisi untuk tubuhnya.


"Nah, itu tahu."


"Tapi aku kan juga masih butuh nutrisi, Yang. Lemes nanti."


Vanya kembali menoleh menatap wajah sang suami dengan kening berkerut.


"Alasan kamu, Mas. Tenang saja, aku tahu caranya agar tidak lemes lagi."


"Yakin, tahu caranya?" Tanya Kenzo sambil menyipitkan kedua matanya.


"Hhhmmm"


"Bagaimana caranya?"


"Di setrum listrik. Nanti juga kaku, nggak lemes lagi." Jawab Vanya dengan entengnya.


"Kamu ngidam jadi janda ya?!"


****


Hari berganti hari, bulan pun juga sudah berganti. Kini, usia baby El sudah hampir menginjak enam bulan. Baby El benar-benar mewarisi gen sang daddy. Mata coklat dengan wajah bule yang mendominasi. Melihat hasil usaha kerasnya, Kenzo sering kali meledek Vanya.


Vanya yang saat itu tengah mengganti popok baby El pun menoleh dan menatap wajah sang suami dengan kesal. Bagaimana tidak, dia yang mengandung selama sembilan bulan, dia yang melahirkan dengan bertaruh nyawa, tapi justru sang putra lebih mirip Kenzo.


"Sudah deh, Mas. Jangan mulai lagi." Gerutu Vanya. Dia sudah benar-benar bosan mendengar godaan Kenzo.


"Yyeey, ngambek nih."


"Iya lah, masa enggak." Jawab Vanya sambil mengerucutkan bibirnya.


"Jangan ngambek dong. Nanti aku kasih apa yang kamu mau, deh." Bujuk Kenzo.


Belum sempat Vanya menjawab, terdengar suara ponselnya berdering. Kenzo yang saat itu berada di dekat ponsel Vanya pun menoleh dan mengambil ponsel tersebut. Dilihatnya siapa yang menelepon istrinya sore itu.


"Siapa, Mas?" Tanya Vanya.


"Fida, nih." Jawab Kenzo sambil mengulurkan ponselnya ke arah Vanya.


"Aku masih ganti popok El, Mas. Kamu angkat saja gih, takutnya penting."


Kenzo segera mengangguk dan menggeser ikon berwarna hijau tersebut.


"Hallo."


"Hallo, hallo. To-tolong, mas Reyhan kecelakaan!"


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Haduuhh ini


Jangan lupa klik like, komen dan vote di setiap bab. Kasih hadiah buat othor juga boleh banget lho 🤗


Untuk informasi kapan up dan karya terbaru, bisa mampir di ig othor @keenandra_winda


Thank you.