The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Part M2.89



El benar-benar mengantarkan Fara ke depan SMA nya dulu untuk membeli rujak siang itu. Fara terlihat antusias sekali saat melihat penjual ryjak buah yang sedang mangkal di dekat halte tersebut. Fara langsung beranjak turun dari mobil El, begitu sang suami memarkirkan mobilnya di dekat penjual rujak tersebut.


"Pak, rujak buahnya tiga dibungkus ya. Sambalnya yang banyak." Kata Fara antusias.


El yang sudah turun dan berjalan menuju penjual rujak tersebut hanya bisa mengerutkan keningnya bingung.


"Kenapa beli banyak sekali, Yang. Buat siapa?" Tanya El.


"Tentu saja buat aku, Mas. Aku benar-benar kangen rujak pak Supri ini." Jawab Fara sambol masih mengulas senyumannya.


Pak Supri yang mendengar perkataan Fara hanya bisa tersenyum. Beliau juga masih ingat dengan wajah Fara. Setelahnya, mereka terlibat percakapan ringan sambil menunggu rujak pesanan Fara jadi.


"Terima kasih, Neng. Semoga diberi kesehatan dan rezekinya diberi kelancaran." Kata pak Supri saat Fara tidak mau menerima kembaliannya.


"Aamiin." Jawab Fara dan El bersamaan.


Setelahnya, Fara dan El segera beranjak menuju rumah. Fara sudah beberapa kali mendapat pesan singkat dari mommy Vanya untuk segera pulang.


"Mas, kenapa mommy menyuruh kita pulang cepat? Apa ada sesuatu?" Tanya Fara.


"Entahlah. Aku juga tidak tahu. Mommy tidak memberitahu alasannya."


Mendengar jawaban sang suami, Fara hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya. Beberapa saat kemudian, mobil yang dikemudikan El sudah sampai di rumah. El langsung memasukkan kendaraannya tersebut ke dalam garasi. 


Melihat kedatangan anak dan menantunya, mommy Vanya yang saat itu tengah berada di halaman samping sambil memeriksa tanaman bunganya langsung berjalan mendekat ke arah mereka.


"Kalian dari mana saja, sih. Lama sekali." Gerutu mommy Vanya.


"Maaf, Mom. Kami sempat mampir-mampir dulu sebentar tadi. Ada apa, Mom?" Tanya Fara.


"Kalian ikut Mommy dan daddy nanti. Kita akan menghadiri pesta pertunangan kolega daddy." 


"Siapa, Mom?" Kali ini El yang bertanya.


"Putranya om Riswan. Dia kakak kelas kamu kan, El?" Tanya mommy.


"Hhhmmm, iya."


Setelahnya, mereka segera masuk ke dalam rumah. Malam itu, El dan Fara benar-benar mengikuti mommy Vanya dan daddy Kenzo menghadiri pesta pertunangan kolega daddy. 


Acara malam itu, berjalan cukup lancar. El dan daddy Kenzo yang memang menggunakan kendaraan berbeda pun berpisah di tempat parkir. Fara meminta El berhenti di sebuah minimarket yang buka dua puluh empat jam.


"Kamu mau cari apa sih, Yang?" Tanya El saat membelokkan kendaraannya di parkiran minimarket.


"Kenapa mendadak merasa eneg? Biasanya juga pakai pengharum ruangan yang itu?" Kata El sambil memarkirkan kendaraannya.


"Pengen ganti yang baru saja, Mas." Jawab Fara sambil beranjak turun.


El yang melihat hal itu segera mengekori Fara untuk masuk ke dalam minimarket tersebut. Fara segera mengambil keranjang belanjaan dan mulai menyusuri rak yang ada di sana. El masih dengan setia mengekori sang istri. Hingga netranya menangkap sosok yang cukup dikenalnya. El berjalan menuju ke arah orang tersebut.


"Fajar?" Sapa El saat sudah berada di samping orang tersebut.


Seketika si empunya nama langsung menoleh menatap El. Dia sedikit terkejut karena bertemu dengan atasannya di sana.


"Eh, mas El. Kebetulan bertemu di sini. Sedang belanja?" Tanya Fajar. Ya, orang tersebut adalah Fajar, karyawan di kantor El.


"Iya, mengantar Fara. Kamu juga belanja?" 


"Eh, i-iya." Jawab Fajar kikuk.


Seketika kedua bola mata El membulat saat melihat barang belanjaan Fajar.


"Kamu beli popok bayi, Jar?" Tanya El terkejut.


"Eh i-iya, Mas."


"Bayi siapa? Bayi kamu? Kamu kan baru menikah. Jangan-jangan kamu sudah dp duluan, ya?"


"Eh,"


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Cerita Fajar ada sendiri ya nanti. Bocorannya sudah othor up di story igeh othor @keenandra_winda