The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 1



Langit sudah mulai menampakkan warna jingganya. Pertanda sang surya sudah beranjak lengser dari singgasananya. Sang raja malam pun sudah bersiap untuk menggantikan posisinya. Seorang gadis yang masih memakai seragam SMA nya tengah berlari-lari kecil menuju teras rumahnya. Dia baru saja turun dari ojek online yang mengantarkannya pulang dari sekolah.


"Assalamualaikum, Neneeekkk." Teriak gadis tersebut setelah membuka pintu utama rumah tersebut. Suaranya yang cetar membahana langsung terdengar hingga sampai dapur.


"Waalaikumsalam." Bukan sang Nenek yang menjawab, namun sang Kakek yang tengah berada di ruang tengah tersebut lah yang menjawabnya.


"Kek, tadi mobilku menabrak tong sampah di depan sekolah. Aku sudah membawanya ke bengkel. Tolong jangan bilang ke mama, ya. Hehehehe." Kata gadis tersebut sambil mendudukkan diri di samping sang kakek dan menggelayuti lengannya dengan manja.


Seketika kening sang kakek langsung berkerut. Lagi-lagi, dia hanya bisa mengelus dadanya untuk tingkah cucu pertamanya tersebut.


"Tapi kamu tidak apa-apa, kan?" Tanya sang kakek sambil menoleh menatap wajah sang cucu.


"Enggak, yang kenapa-napa kan mobilnya. Aku mah strong, Kek. Lihat nih, aku sehat wal afiat. Lagipula, tadi hanya nyerempet sedikit di bagian kiri depan. Hanya lampunya yang pecah. Hehehe."


Hhhhhh. Helaan napas berat dihembuskan oleh sang kakek saat mendengar penjelasan sang cucu. Namun, hal berbeda justru terlihat saat sang nenek datang dengan membawa secangkir kopi.


"Mobil kamu masuk bengkel lagi?" Tanya nenek sambil menatap tajam ke arah cucu perempuannya tersebut.


"Hehehe, hanya sedikit kok, Nek." Jawab gadis tersebut sambil tersenyum nyengir. Dia masih bergelayut manja pada lengan sang kakek.


"Shanum, kamu itu perempuan. Masa iya hampir setiap minggu mobil kamu masuk bengkel. Selalu saja ada yang rusak. Nabrak lah, nyerempet lah, ini lah, itu lah. Perempuan kok nggak ada anggun-anggunnya. Bar-bar gitu." Gerutu sang nenek.


Ya, gadis tersebut adalah Shanum Aura Atmaja, putri pertama pasangan Revina dan Bian. Sedangkan kakek dan nenek tersebut, siapa lagi jika bukan Fida dan juga Reyhan. Shanum memang tinggal bersama dengan kakek dan neneknya. Sementara Revina, Bian dan juga putra kedua mereka, Rean Aksa Atmaja, kini tengah tinggal di Surabaya sejak dua tahun yang lalu. 


Bian dan Revina harus menemani sang nenek yang kini sudah berusia hampir tujuh puluh delapan tahun. Beliau tidak mau diajak tinggal ke Jakarta. Sementara sang kakek, sudah berpulang sejak sepuluh tahun yang lalu.


Reyhan yang mendengar perkataan Fida hanya bisa memutar bola matanya dengan jengah sambil menghembuskan napas beratnya. Rupanya sang istri tengah lupa jika sifat bar-bar sang cucu benar-benar menurun dari sifatnya.


"Yyeee, aku kan anggun, Nek. Aku juga kalem kok." Jawab Shanum sambil membenahi posisi duduknya.


"Iya, anggun dan kalem. Tapi hanya difoto. Tidur saja nggak ada anggun-anggunnya." Jawab nenek.


Reyhan dan juga Fida yang melihat hal itu hanya bisa menghembuskan napas beratnya.


"Turunan kamu itu." Kata Reyhan sambil menoleh menatap wajah Fida.


"Eh, kok aku sih. Kamu dong Mas. Adonan kan dari kamu." Jawab Fida.


"Eh, adonan kan nggak bisa terbentuk jika tidak ada cetakannya." Kilah Reyhan.


Belum sempat Fida menjawab perkataan sang suami, terdengar suara Shanum dari lantai atas.


"Adonan dan cetakannya sama-sama berpengaruh."


Sontak Reyhan dan Fida langsung menolehkan kepalanya ke atas. Mereka menghembuskan napas beratnya setelah mendengar perkataan sang cucu.


•••


Sementara di tempat lain, terlihat seorang pemuda tengah memarkirkan mobilnya di garasi. Setelahnya, dia langsung beranjak menuju dapur karena hidungnya sudah mencium bau harum masakan favoritnya.


"Wangi sekali, jadi semakin lapar, Mom." Kata pemuda tersebut sambil melingkarkan kedua tangannya memeluk sang mommy dengan posesif. 


"Ccckkk, kebiasaan. Jika pulang itu, salam dulu. Jangan langsung nyelonong masuk."


"Hehehehe, iya Mom. Assalamualaikum." Kata pemuda tersebut sambil memberikan sebuah kecupan pada pipi kiri sang mommy.


\=\=\=\=\=


Jangan lupa klik like dan komen ya. Semakin banyak like dan komen, othor akan kasih crazy up. Terima kasih.


Scroll ya 👇